MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Tempat pelarian



Sedangkan Anel kini tengah duduk di samping Zafano. Bianglala kembali memutar, lagi-lagi Anel berdecak kagum melihat pemandangan pasar malam. Apalagi saat sangkar yang mereka tempati berada di paling atas. Keindahan kota dengan lampu-lampu jalan yang menyala terang semakin membuat suasana menjadi indah.


"Sayang, apa kamu suka" tanya Zafano.


"Iya, honey ini sangat indah sekali pemandangannya" ucap Anel tersenyum.


"Honey..honey..ayo kita selfi" ucap Anel sambil mengarahkan hp nya menghadap wajah mereka berdua. Dengan posisi tangan Zafano merangkul Anel menghadap kamera dengan ekspresi kedua nya tersenyum melihatkan jejeran gigi putih miliknya.


Crek...crek..crek...


Beberapa gambar diri nya dan Zafano yang berbeda pose telah di ambil dan di simpan, Anel memasukan kembali hp nya ke dalam tas.


"Sayang, sekarang gantian foto pakai hp ku" ucap Zafano mengeluarkan hp nya.


"Okay" jawab Anel tersenyum.


Kini Anel tersenyun menghadap kamera dengan jari berbentuk v sedangkan Zafano melihat wajah Anel dari samping lalu mencium pipi nya saat di potret membuat Anel terkejut.


"Honey, kenapa gak bilang kalau mau nyium. Lihat hasil foto nya itu kurang perfect" gerutu Anel.


"Kalau aku bilang ya, ga seru dong" ucap Zafano tertawa.


"Yaudah, ayo foto lagi" ucap Anel.


Crek..


Foto kedua telah di ambil, Zafano tersenyum menghadap kamera sedangkan Anel menghadap Zafano dengan memejamkan mata nya dan menyium pipi Zafano.


"Honey, coba lihat bagus gak foto nya" ucap Anel sambil melihat hp Zafano.


"Ini lihatlah hasilnya bagus " jawab Zafano sambil memberikan hp ke Anel.


"Iya honey ini lebih perfect dari yang tadi"ucap Anel.


"Tapi akan jauh lebih indah dan bagus lagi. Jika kita berfoto tanpa memakai baju dan bercinta" jawab Zafano tertawa.


"lshh...dasar mesum" ucap Anel membuat Zafano tertawa.


Di sangkar yang lain Daniel yang tadi duduk di depan Clara kini berpindah di samping Clara.


" Tapi aku ingin duduk di samping mu dan berbicara dengan mu" jawab Daniel.


"Kalau mau bicara ya bicara saja gausah pindah tempat segala" ucap Clara ketus.


"Cla, coba lihat aku dan tatap mata ku"mohon Daniel , Clara pun menuruti perkataan Daniel.


"Clara, aku sungguh jatuh cinta pada mu dan aku ingin kamu manjadi kekasih ku"ucap Daniel lagi.


"Tapi aku tak percaya, kamu bilang seperti itu karena kamu menjadikan aku sebagai tempat pelarian" jawab Clara.


"Bukan Cla, aku tak menjadikan mu sebagai tempat pelarian ku dari Anel. Tapi aku sungguh benar-benar mencintai mu. Ku mohon kamu mau menjadi kekasih ku" jelas Daniel dengan sendu.


"Maaf kak, aku belum bisa menerima mu. Aku takut jika kakak akan mempermainkan ku saja" ucap Clara.


"Iya gak papa, tapi aku sungguh memohon kamu mau membuka hati mu untuk ku suatu saat" ucap Daniel sambil memegang tangan Clara lalu di cium nya.


"Iya" jawab Clara sedikit tersenyum. Membuat Daniel ingin mencium bibir merah milik Clara.


Cup..


"Kak, itu first kiss ku kenapa diambil" bentak Clara.


"Sama, yaudah aku kembali kan lagi" ucap Daniel santai lalu mencium kembali bibir Clara dan sedikit **********.


Deg


"Kenapa hati ku dag dig dug gak karuan gini sih. Apa kak Daniel beneran cinta sama aku? Dan apa ini yang dinamakan kiss*** sungguh rasanya enak" batin Clara menikmati ciuman Daniel dan tanpa sadar dia ikut membalas nya.


Sekiranya cukup Daniel langsung berhenti menciumi bibir Clara walaupun sebenarnya dia masih ingin berciuman dengan Clara yang ikut membalasnya.


"Maaf kan aku" ucap Daniel sambil melihat Clara yang bernafas ngosngosan.


"Hmm" jawab Clara malu.


Ceritanya sampai segini dulu ya, author minta maaf karena jarang up sebab author sibuk dengan pekerjaan di dunia nyata. Makasih untuk para readers yang masih setia mau membaca cerita author. Dan makasih buat readers yang sudah selalu beri like, comment, vote and hadiah. Big thanks all....