
Tepat pukul 5 sore, pintu kamar Anel dibuka oleh Wilna, terlihat gadis cantik yang sedang tidur dengan nyenyaknya.
" Pantesan ternyata masih pulas gini.. kamu kecapean ya nak.. dari tadi mamah panggil sampai ga denger.." Gumam Wilna sambil menyelipkan rambut anaknya.
" Sayang bangunn... udah sore nih.." Dengan pelan Wilna membangunkan Anel.
" Emmmmmhhhh... merentangkan tangannya sambil menguap.. masih ngantuk mah..." jawab Anel malas.
" Udah jam 5 sayang sebentar lagi kita akan kedatangan keluarga calon suamimu. kamu mandi siap-siap dandan yang cantik terus kebawah ya.."Jelas Wilna.
" 5 menit lagi mah..." Jawab Anel masih dengan rasa kantuknya.
'' Enggak bisa sayang... kamu harus siap siap sekarang... ayooo dong..anak gadis nggak boleh tidur tiduran,ayo cepetan ya.. mamah tunggu dibawah.." Jelas Wilna sambil berlalu pergi dari kamar Anel.
" Ya mah..." Jawab Anel.
Dengan keadaan setengah sadar Anel menuju kamar mandi, dia segera mandi dan bersiap siap.
Sementara diruang tamu dan ruang makan sudah banyak sekali makanan yang tersedia tidak hanya makanan tapi juga dekorasi yang sederhana tapi terlihat indah dan elegan, acara lamaran ini hanya didatangi dari keluarga kedua belah pihak dan beberapa asisten rumah tangga dari keluarga Rendi.
Mereka ingin mempertemukan anak mereka sekaligus dengan acara lamaran, William dan Wilna menunggu diruang tamu, Anel yang sudah selesai siap-siap menghampiri kedua orang tuanya.
" Aduhh...anak mamah cantik sekali.." Puji Wilna.
" Sini sayang... " tunjuk William menyuruh Anel untuk duduk dengan orang tuanya.
Tak lama terdengar suara rombongan mobil dari depan, tamu yang sedari tadi ditunggu pun sudah datang, William dan keluarga segera keluar menyambut tamu specialnya itu.
"Sayang ayo keluar sambut calon suamimu" ucap Wilna.
"Maaf mah, Anel kebelet pipis mau ke toilet dulu" jawab Anel.
" Yaudah setelah itu temui mereka dan ngumpul bareng nanti" ucap Wilna.
"Baik mah" jawab Anel pergi melangkah ke toilet bawah.
Beberap orang turun dari mobil mereka membawakan barang barang untuk acara lamaran, Ratna langsung menuju kesahabatnya yang sedari tadi sudah menunggu.
" Wilna..." Sapa Ratna sambil memeluk Wilna.
" Ratna..gimana kabar kamu sekeluarga?? tanya Wilna dengan menyambut pelukan sahabatnya itu.
" Kita baik Wil.. kamu dan keluarga bagaimana..?? tanya Ratna.
" Kita juga baik Rat.. " Sambil tersenyum.
" William...William..Williiam ..Aku kerumahmu tapi kali ini dengan ikatan.." Ucap Rendi dengan kekehan.
" Tentu Ren... aku sudah menunggumu dari tadi.." Jawab William dengan senyum mengembang.
"Anakmu mana Wil..?" tanya Ratna.
"Ouh anakku Emelly masih dalam perjalanan buat pulang kalau Anel lagi ketoilet" jawab Wilna.
"Ouh" ucap Ratna tanda mengerti dengan perkataan Wilna.
" Ngomong-ngomong... kalian datang tanpa anak kalian..?? mana nih jagoan kalian?? " tanya William.
" Dia masih dimobil Will.. mungkin dia gugup akan bertemu dengan calon istrinya..hahaha.." ucap Rendi membut semua yang berada disana tertawa.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya Zafano turu dari mobilnya. Tadinya dia begitu malas tapi dia menghormati orang tuanya.
Zafano berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
" Kenalin Will, ini jagoanku dia baru pulang kemarin.." Jelas Rendi.
" Zafano, om..tante.." Sapa Zafano mencium punggung tangan William dan Wilna.
" Ganteng kamu nak persis seperti omm.." Jawab William yang seketika membuat mereka tertawa, tapi tidak dengan Zafano dia masih enggan dijodohkan.
" Ayo masuk" ucap Wilna menyuruh keluarga calon besannya untuk masuk kedalam rumahnya dan duduk.
Kedua keluarga itu asik mengobrol, Sampai mata mereka dikejutkan dengan gadis cantik yang baru datang. Mereka semua terpana melihat kecantikan Anel termasuk Zafano yang sedari tadi tidak berkedip memandang Anel, Dia belum sadar kalau gadis cantik didepannya itu adalah si cewek aneh.
" Sayang... sini... " ajak Wilna.
Anel pun pun mendekati mereka, dia duduk berdampingan dengan Wilna.
" Ini Anel ..Wil?"tanya Ratna.
" Iya Rat... " Jawab singkat Wilna.
" Omm....tante..." Sapa Anel mencium kedua orang tua paruh baya itu.
"Sepertinya saya pernah melihat om tapi dimana ya" ucap Anel sambil mengingat ngingat.
"Iya kamu pernah lihat om waktu dikampus saat om ditabrak salah satu mahasiswa terus jatuh semua berkas berkas om juga berserakan dan kamu menolong saya" jawab Anel.
Flasback on
Brukk
Seorang pria paruh baya tertajuh ditabrak oleh seorang mahasiswa laki laki yang sedang berlari membuat berkas berkas dokumen yang ada ditasnya ikut jatur berserakan, mahasiswa itu acuh enggan untuk menolong pria paruh baya itu dan minta maaf. Dari arah kejauhan seorang gadis melihat kejadian itu lalu menghampiri pria paruh baya itu untuk menolongnya.
"Maaf om, boleh saya bantu ngumpulin berkas berkas dokumen om yang berserakan" ucap gadis itu.
"Boleh " jawab Pria paruh baya.
Kemudian gadis itu mengambil berkas berkas dokumen yang tadi jatuh berserakan tanpa ada yang tertinggal dan menatanya setelah selesai dikasihkan pada pria paruh baya itu.
"Makasih nak" jawab pria paruh baya.
"Sama sama om, om ada perlu apa datang kesini" ucap Anel.
"Saya ingin bertemu dengan wakil pemilik kampus ini" balas Pria paruh baya.
"Apa om pemilik kampus ini?" tanya Anel.
"lya nak" jawab Pria paruh baya itu.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu, dan saya minta tolong panggil saya dengan sebutan ayah"ucapnya lagi.
"Kenapa harus ayah" ucap Anel.
"Karena kamu bakal jadi anak om jadi panggil saya ayah" ucap pria paruh baya itu.
"Baik yah" jawab Anel masih bingung dengan perkataan pria paruh baya itu.
Flashback off
"Ouh iya saya sudah ingat om" ucap Anel.
"Kok manggilnya om lagi sih " jawab Rendi pura pura cemberut.
"Anel minta maaf ayah karena lupa" ucap Anel tertawa.
" Gitu dong mulai sekarang kamu manggil saya, ayah" jawab Rendi diangguki Anel.
Tiba tiba mata Anel melihat ke kursi sebelah betapa terkejutnya. Dia saat melihat Zafano yang sedang duduk didepannya, karena Zafano tahu dilihat Anel dia langsung menatapnya.
" Kamuu.." teriak mereka bersamaan.
Semua orang terkejut melihat sikap Anel dan Zafano. Zafono pun menyadari kalau cewek cantik didepannya itu si cewek aneh
"Shiitt....Kenapa gue nggak sadar dari tadi sih kalau dia si cewek sialan.." Batin Zafano.
"Nggak usah melotot gitu liatnya.. gue emang cakep.." Jelas Zafano percaya diri.
" Iihhh...kepedean lo deh..." Ketus Anel.
" Kalian udah saling kenal.." tanya Rendi.
" Dia rector brengs*k di kampus pah, hobynya bikin Anel emosi terus dan Anel selalu sial kalo didekatnya" uca Anel marah marah.
"Wah kurang ajar lo bilang gue brengs*k, yang brengs*k tuh lo bikin gue sial terus." jawab Zafano tak mau kalah.
"Ngapain lo dirumah gue" ucap Anel ketus.
"Hustt sayang kamu ga boleh gitu, Zafano itu calon suami kamu sayang jadi yang sopan sama dia" jawab William .
" Dengerin tuh gue calon suami lo jadi yang sopan dan nurut sama gue" ucap Zafano bangga karena merasa dibela William.
Para orang tua seketika tertawa melihat tingkah Anel dan juga Zafano mereka terlihat lucu seperti tom dan jerry.
" Udah udah jangan berantem terus kalian itu calon suami istri jadi yang akur" ucap Wilna.
"Betul tuh kalian yang akur dan mesra, bikin cucu secepatnya buat kita" sambung Ratna tertawa.
"Whaat cucu" jawab mereka kompak.
"Jawabnya aja kompak terus jodoh beneran nih" ucap Wilna menggoda dan membuat Anel dan Zafano saling malingkan mukanya.
"Bukan gitu mah Anel ga mau hamil saat masih kuliah apalagi Anel masih remaja" ucap Anel dengan nada sedih.
"Iya bunda tau nak, bunda ga maksa kamu buat hamil cepat lagian kamu kurang 3 semester ga ada 1 tahun, dan Zafano sanggup kok nahannya" ucap Ratna.
"Makasih tante" ucap Anel.
"Sekarang kamu manggil om dan tante dengan sebutan ayah bunda" pinta Ratna.
"lya bunda" jawab Anel lirih.
"Dan kamu Zafano panggil om dan tante jadi papah dan mamah" ucap Wilna pada Zafano dengan lembut.
"Baik mamah" jawab Zafano tersenyum kikuk.
" Yaa sudah.. kalau begitu sekarang saatnya kalian tukar cincin..." Jelas Rendi dengan senyum mengembangnya.
Tukar cincin antara Anela dan juga Zafano pun selesai, tampak dimeja banyak sekali barang yang dibawa dari keluarga Zafano dan terdapat sebuah kotak yang berisi kalung berlian "The Heart of the Ocean " dengan kisaran harga 280 miliyar.
" Aduh Rat banyak banget ini, kamu nggak usah repot repot begini" ucap Wilna
" Nggak repot Wil, ini tidak seberapa dengan saya yang akan meminta putrimu...." Jawab Ratna.
"Tapi kenapa harus ngasih kalung berlian "The Heart of the Ocean " juga" tanya Wilna.
"Gpp Wil lagian itu harganya ga seberapa dan aku ingin Anel memakai kalung itu. Jika Anel memakainya kami sekeluarga senang bearti dia juga mau menjadi bagian dari keluarga kita." ucap Ratna sambil menatap kearah Anel.
Mereka makan malam bersama para orang tua mengobrol dengan hangatnya sedangkan anak-anak mereka tampak menyembunyikan sesuatu satu sama lain.
Jangan lupa like coment and vote serta dukung karya author, biar author semangat buat up bikin ceritanya.
Maaf untuk typonya dan makasih...