
Keesokan harinya, Anel dan Zafano akan melakukan fitting baju pernikahan mereka di butik ternama di kota mereka. Dan Zafano di suruh Ratna untuk menjemput Anel menantu kesayangnya itu.
Tokk..tok..
"Anel.." teriak seseorang dari luar pintu utama kediaman Miligan.
"Iya sebentar"
Clek
"Nak Zafano" ucap Wilna melihat calon menantunya berdiri di depan pintu.
"Mamah" jawab Zafano sambil bersalaman.
"Ayo masuk Zaf" ucap Wilna.
"lya mah" jawab Zafano.
"Papah William kemana mah, kok sepi" tanya Zafano.
"Iya sepi, papah William dan Emelly sudah berangkat kerja" jawab Wilna.
"Kalau Anel, mah" tanyanya lagi.
"Anel masih tidur di kamarnya, dari tadi udah mamah bangunin tapi dia gak mau bangun" jawab Wilna.
"Ouh" ucap Zafano.
"Kamu pasti mau ngajak Anel pergi ke butik om lvan, buat fitting baju kan" tabak Wilna. Karena Wilna dan Ratna kemarin sudah ke butik om lvan untuk mencoba baju yang akan mereka kenakan saat acara pernikahan Zafano dan Anel.
"lya mah" jawab Zafano.
"Mamah minta tolong, buat bangunin Anel. Soalnya mamah harus pergi sama bundamu sekarang buat nyelesain persiapan acara nikah kalian . Pergilah ke kamar Anel tidak dikunci." ucap Wilna.
"Baik mah" jawab Zafano.
Clek
Pintu terbuka melihatkan Anel yang masih sibuk dan nyenyak dengan tidurnya. Hari ini Anel tak berangkat ke kampus karena tak ada mata kuliah.
"lshh, udah jam segini masih tidur" guman Zafano melangkah menuju ranjang Anel. Lalu dia duduk di samping ranjang sambil memandangi wajah cantik Anel tak lupa dia mengelus-mengelus pipi Anel.
"Sayang..ayo bangun" ucap Zafano sambil mencubit-cubit gemas hidung Anel.
"Ishh..mamah, ganggu orang tidur aja" jawab Anel dengan mata tertutup.
"Aku bukan mamah, aku Zafano calon suamimu sayang." ucap Zafano.
"Cepat bangun terus mandi " sambungnya.
Anel yang kaget mendengar perkataan Zafano kalau Zafano bukan Wilna pun, langsung membuka matanya dan duduk.
"Ho..honey kok kamu ada di sini"tanya Anel terkejut melihat keberadaan Zafano yang tengah duduk sambil menatap dirinya.
"Ya bisa , aku kesini buat membangunkan mu. Kata mamah kamu dari tadi dibangunin tapi gak bangun-bangun" jelas Zafano sambil tertawa. Anel pun cuma membalas dengan tersenyum dan malu pada Zafano karena jam segini baru bangun.
"Terus sekarang mamah dimana" tanya Anel.
"Mamah pergi sama bunda ngurus pernikahan kita" jawab Zafano dan diangguki Anel.
"Cepat mandi sana, setelah itu kita pergi" ucap Zafano.
Anel pun segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah 20- an menit berada di kamar mandi, Anel pun keluar dengan menggunakan micro-fiber bath towel pink yang melilit tubuhnya. Karena lupa membawa baju gantinya.
Anel yang melihat Zafano sedang manatap dirinya begitu lekat pun hanya diam saja tanpa meresponnya dan berjalan menuju walk in closet untuk berganti baju.
"Sayang, kamu menggodaku ya" ucap Zafano menatap Anel sambil menelan savilanya.
"Ti..tidak aku tidak mengodamu" jawab Anel sambil mundur karena Zafano berdiri di depannya.
"Benerkah, kenapa kamu keluar dengan pakaian begini" tanya Zafano tersenyum smirk mendekati Anel.
"Karena aku lupa bawa baju ganti, makanya aku pakai ini" jawab Anel
"Minggir honey, aku mau ganti baju" ucapnya lagi sambil mendorong tubuh Zafano.
""Sayang, kita nyicil yuk. Buat bikin Zafano juniornya dari sekarang, biar cepat jadi setelah. kita menikah nanti" ucap Zafano memeluk Anel dari belakang tangan satunya meraih salah satu gunung kembar Anel untuk diremasnya, membuat Anel mendesis.
"Honey, bisa lepaskan dan jauhkan tanganmu tidak. Kalau tidak aku gak mau pergi sama kamu" ancam Anel.
Zafano pun melepas pelukannya pada Anel dan membiarkan Anel pergi berganti baju di walk in closet. Dan Zafano menunggu Anel duduk di sofa sambil bermain gadgetnya.
Setelah berganti baju dan make up, Anel menghampiri Zafano yang terduduk di sofa.
"Honey, ayo pergi" ucap Anel membuat Zafano menatap dirinya.
Anel begitu cantik dengan memakai baju warna putih pendek dan celana warna hitam sepaha. Ditambah memakai blazer berwarna coklet dan sepatu berwarna putih serta tas berwarna hitam, menambah kecantikan pada diri Anel.
"Ayo kita pergi" jawabnya sambil membentuk tangannya berbentuk lingkaran di samping kiri tubuhnya.
Anel yang melihat Zafano begitu, dia langsung bergandengan pada Zafano dan turun ke lantai bawah. Mereka pun pergi menuju butik om lvan desainer ternama yang memiliki salah satu butik mewah di kota mereka.
Didalam mobil
"Kita pergi ke butik om lvan buat fitting baju, bukannya sudah aku kasih tau lewat chat tadi malam" jawab Zafano.
Membuat Anel segera membuka hpnya untuk melihat ada chat masuk dari Zafano tidak. Karena dari tadi malam setelah kejadian tadi malam pada Emelly, Anel tak membuka hpnya sampai sekarang karena dia langsung tidur setelah keluar dari kamar Emelly.
"Kamu tadi malam kemana, kenapa gak balas chat dan panggilan telfon dariku" tanya Zafano.
"Ee..ya habis makan malam terus tidur, jadi gak sempat buat balas chat or panggilan telfon dari honey" jawab Anel tersenyum kikuk.
"Kenapa bisa telat bangun, pasti kamu begadang kan" tanya Zafano lagi.
"Tidak kok honey, tadi malam ada masalah sedikit di rumah. Jadi membuatku tidur terlalu malam" jawab Anel.
"Masalah apa sampe membuatmu larut malam baru tidur" tanya Zafano khawatir, merasa penasaran ada masalah apa pada kekasihnya itu hinga membuatnya larut malam baru tidur. Dan itu membuatnya merasa cemas pada Anel karena dia tak ingin ada sesuatu yangbakan mencelakakan calon istrinya itu.
"Kak Emelly hamil" ucap Anel keceplosan lalu menutup mulutnya dengan tangan.
"What, Emelly hamil" ucap Zafano keras.
Anel yang mendengar perkataan Zafano yang begitu keras langsung menutup telinganya. Dan Anel bingung harus jawab apa, karena orang tuanya melarang untuk membocorkan kehamilan Emelly kepada orang lain. Tapi Anel sudah keceplosan pada Zafano.
"Apa kamu yang hamilin kak Emelly, kalau gitu kita batal nikah" ucap Anel marah.
"Aku tidak menghamilinya sayang, cium bibirnya saja tak pernah apa lagi buat nghamilin dia" jawab Zafano marah. Karena dia tak suka dituduh telah menghamili Emelly.
"lya..iya aku tau kok, jangan marah dong" ucap Anel.
"Hmm" jawab Zafano ketus.
"Kamu marah ya sama aku" tanya Anel tak di balas Zafano.
"Honey, kok diam sih. Honey beneran marah ya " ucap Anel lagi sambil memandang wajah tampan Zafano.
"lya lah marah, siapa coba yang nggak marah ditunduh calon istri sendiri nghamilin kakaknya dan minta batal nikah" jawab Zafano cuek.
"Sorry honey, tadi aku cuma bercanda dong jangan marah" ucap Anel memelas.
"Lagian juga aku percaya kok sama honey, kalau honey gak hamilin kak Emelly" sambungnya.
"Kalau kamu percaya sama aku kenapa kamu bilang gitu" jawab Zafano.
"Karena aku ingin melihat wajah ganteng calon suamiku saat marah" ucap Anel tersenyum.
"Kamu tau siapa yang hamilin Emelly dan udah minta pertanggung jawaban" tanya Zafano penasaran. Karena setahunya Emelly tak pernah ikut temannya untuk bergaul bebas dan melakukan s** bebas.
"lya, Kak Dion. Tapi kak Dion susah sekali buat dihubungi " ucap Anel sedih mengingat kakaknya tengah hamil tapi orang yang mau dimintai pertanggung jawaban sulit dihubungi.
"Udah, jangan sedih. Aku bantu buat nyari Dion untuk bertanggung jawab sama Emelly" jawab Zafano lalu memeluk Anel.
"Makasih honey" ucap Anel.
--
Mobil Zafano pun sampai di butik om lvan. Zafano dan Anel masuk kedalam butik sambil bergandeng tangan dengan mesra. Dan disambut oleh para pegawai dengan sopan, bahkan ada yang memuji kemesraan mereka.
"Tuan Zafano dan nona Anellyana" ucap salah satu pegawai.
"lya, bisakah kau mengantar kami bertemu om lvan" jawab Anel.
"Bisa, mari tuan..nona" ucap Karyawan itu. Mengantar Zafano dan Anel untuk bertemu om lvan.
"Hai..ganteng..hai cantik" sapa om lvan saat melihat Zafano dan Anel.
"Hallo om lvan " ucap Zafano dan Anel bersamaan lalu bersalaman pada om lvan
Setelah Zafano dan Anel duduk, para pegawai butik om lvan membuka sebuah tirai yang ternyata menghubungkan ke ruangan yang lain
Ketika tirai tersebut terbuka lebar, tanpak sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan taburan motif bunga disekitarnya mempercantik gaun tersebut
"ini..ini serius baju punya ku" ucap Anel ragu.
"tentu" jawab Zafano.
"aku suka..sangat suka" ucap Anel dengan mata berkaca-kaca.
"berterimakasih lah kepada bunda dan mamah, semua ini bunda dan mamah yang mengurusnya" ucap Zafano Anel pun menganggukan kepalanya.
"Mari cantik..kita fitting baju dulu..apakah masih ada yang kurang atau tidak" ucap om lvan yang mendesain baju Anel.
Anel merasa kesusahan memasang gaun tersebut tetapi berkat bantuan pegawai di butik semuanya gampang.
"Waah belum dipolesi make up saja nona susah terlihat sangat cantik menggunakan gaun ini..apa lagi jika sudah make up"puji salah satu pegawai.
"Akh..anda bisa saja" ucap Anel tersenyum
"Baiklah cantik semuanya sudah pas tidak ada lagi yang perlu ditambahkan..mari kita perlihatkan kepada calon suami anda yang ganteng" ucap om lvan tersebut.
Tirai kembali terbuka dan Zafano pun memasukan hpnya kedalam sakunya, lalu menatap Anel telah selesai berganti pakaian.
"Sayang, kamu sangat cantik pakai gaun ini" puji Zafano sambil memandangi Anel.
"Benar sekali ganteng, si cantik ini sangat terlihat lebih anggun dan canti memakai gaun ini. Apa ada yang kurang menurutmu ganteng" ucap om lvan.
"Tidak kok om, ini sudah sangat bagus" jawab Zafano.
"Baiklah, mari cantik kita ganti" ucap om lvan dan menyuruh pegawainya untuk membantu Anel berganti baju. Tirai kembali tertutup, sembari menunggu Anel , Zafano pun berkeliling untuk melihat baju-baju di butik om lvan .