
Ke esokan hari nya semua keluarga Stanley berada di meja makan untuk sarapan bersama sebelum pergi kerja dan menimba ilmu.
"Emm..Anel nanti kamu ke kampusnya. Mau berangkat bareng Zafano atau pakai mobil sendiri" tanya Ratna membuka obrolan di sela-sela sarapan bersama.
" Gimana ya bun, sebenarnya aku mau berangkat pakai mobil sendiri. Tapi mobil ku belum di antar kesini." jawab Anel.
"Yaudah kamu pilih salah satu mobil di garansi saja. Yang menurut mu bagus dan sukai, terserah kamu mau memilih mobil ayah atau suami mu Zafano. " ucap Rendi.
"Benar tuh sayang, pilih yang menurut mu cocok untuk di pakai oleh mu. Jika kamu sudah bosan bisa ganti yang lainnya" sambung Zafano.
"Baiklah, nanti aku akan pilih. Dan terimakasih ayah, bunda dan suami ku tercinta" ucap Anel tersenyum manis.
"Sama-sama" jawab Rendi, Ratna dan Zafano serempak.
"Sayang, ayo berangkat ke kampus ke buru telat nanti" ucap Zafano pada Anel.
"Iya, Honey" jawab Anel.
"Ayah..Bunda ..kita pamit berangkat ke kampus duluan" ucap Zafano lalu mencium punggung tangan Ratna dan Rendi. Di ikuti oleh Anel.
"Iya, hati-hati di jalan jangan ngebut" ucap Ratna.
"Iya bunda" jawab Anel dan Zafano barengan.
Di garansi
"Sayang, kamu mau pakai mobil yang mana" ucap Zafano.
"Hm..sebentar aku cari yang cocok dengan ku" jawab Anel.
"Honey, aku mau pakai mobil ini" teriak Anel di samping mobil yang di pilihnya. Anel memilih mobil merk BMW M8 Competition Gran Coupe 4 pintu yang harga cukup fantastis yaitu 7,5 Miliar, dengan warna body ungu.
"Baiklah" jawab Zafano mendekati Anel.
"Makasih, Honey. Aku menyukai warna mobil ini" ucap Anel lalu mencium pipi Zafano.
"Cepat lah masuk dan berangkat ke kampus. Aku akan memakai mobil itu yang biasa aku pakai ke kampus" ucap Zafano mengacak gemas rambut Anel.
"Ishh..honey jadi berantakan rambutku" jawab Anel sambil membenarkan rambutnya.
"Udah jangan ngambek ntar cantik nya hilang" ucap Zafano tertawa.
"Ihh..Honey..kalau gitu aku berangkat dulu" jawab Anel sambil mencium punggung tangan Zafano.
"Baiklah, jangan genit sama cowok lain saat di kampus. Harus jaga hati dan jaga mata, aku selalu memantau mu" ucap Zafano mencium bibir Anel.
"Iya, Honey ku tersayang dan tercinta..."jawab Anel lalu masuk ke dalam mobil.
-
Di parkiran kampus tempat biasa 3 cewek cantik memakir kan mobil nya disitu. Kini 2 Cl sudah berada disana dan selalu datang terlebih dahulu.
"Cleo, nanti pulang kampus kita shopping atau nonton film yok" ucap Clara.
"Boleh juga itu sekalian kita ngajak Anel jika tak sibuk dia" jawab Cleo.
"Okay" ucap Clara.
Biibbb
"Gila itu mobil siapa bagus banget" decak Clara melihat kagum mobil yang di pakai Anel.
"Mungkin itu juga Anel yang baru ganti mobil" ucap Cleo.
"Hai guys..." teriak Anel keluar dari mobil.
"Hai juga pengantin baru" ucap 2Cl.
"Gak usah panggil gue pengantin baru napa" jawab Anel.
"Lah kenapa emang kan lo beneran pengantin baru. Dan semua orang udah pada tau kalau lo itu istri dari Zafano Stanley pewaris tunggal keluarga Stanley yang kekayaannya berada dimana-mana"ucap Clara lebay.
"Lo tau nggak kalau semua anak kampus pada patah hati berjamaah saat tau lo udah jadi istri pak Zafano. Termasuk fans lo yang menyayangkan lo udah jadi istri orang dan mereka tak bisa lagi buat mendapatkan hati lo" ucap Cleo.
"Biarin dan ada bagus nya juga kalau semua orang tau kalau gue itu istri sah nya Zafano Stanley jadi pelakor gak berani mendekat" ucap Anel sedikit sombong.
" Bener tuh Nel, jangan biarkan pelakor mendekati laki lo" jawab Clara.
"Misal ada pelakor yang deketin laki lo. Bakal kita bantu untuk nyingkirin tuh pelakor sampe ke akar-akarnya" ucap Cleo.
"Okay, dan makasih"ucap Anel memeluk kedua sahabatnya.
"Sama-sama sayang ku" jawab Clara.
"Ayo kita masuk ke kelas" ucap Cleo.
Saat Anel sudah sampai di depan kelas dan mau masuk. Tiba-tiba dia mendengar seseorang memangil diri nya. Dia pun berhenti tidak jadi masuk kelas dan mengalih kan pandangan mata nya melihat siapa yang memanggilnya.
"Anel...Sayang" teriak Zafano menghampiri Anel.
"Honey, ngapain kamu lari-lari" ucap Anel melihat wajah Zafano yang sedikit keringatan karena berlari menghampiri diri nya.
"Ya mau menghampiri mu sebelum keburu kamu masuk kelas" jawab Zafano.
"Tapi tak perlu berlari juga, lihatlah wajah mu sedikit berkeringat" ucap Anel sambil membuka tas nya untuk mengambil tisu.
"Kamu ke sini ada apa" tanya Anel sambil mengelap keringat di muka Zafano.
"Aku ke sini mau memberi mu ini" ucap Zafano mengeluarkan Centurion Card (Amex) dari dompet. Sebuah kartu kredit tanpa batas dan tak akan habis di gunakan. Dan kartu ini hanya di miliki oleh orang-orang tertentu saja. Orang yang memiliki kartu ini hanya bisa di dapatkan lewat penawaran jika orang itu telah berbelanja dengan kartu Amex sebesar $250.000 atau sekitar Rp3 miliar setahun.Maka pemilik kartu ini juga dikenakan biaya keanggotan sebesar $7.500 atau Rp104 juta dan biaya tahunan sebesar $2500 atau sekitar Rp34 juta.
"Terima kartu ini dan simpan dengan baik, kamu gunakan untuk jajan dan belanja sepuas mu." ucap Zafano sambil memegang tangan Anel untuk menggenggam menerima Centurion Card (Amex) itu.
"Tapi Honey ini sangat berlebihan, kamu juga sudah metransfer uang bulanan buatku sebesar 50 jt" ucap Anel memberikan kembali Centurion Card (Amex) itu di tangan Zafano.
"Udah gak papa terima saja. Aku gak mau kamu menolaknya dan aku gak suka penolakan dalam hal apa pun dalam ucapan dan perbuatan ku" ucap Zafano sedikit memaksa. Dengan senang hati sebenarnya Anel menerima Centurion Card (Amex) pemberian Zafano. Tapi dia pikir itu sangat berlebihan juga sebab dia sudah mendapatkan uang bulanan sebesar 50 jt yang dianggapnya sudah cukup. Karena Zafano yang memaksa untuk menerima kartu itu, dia pun menerima nya.
"Baiklah dan makasih..Honey" jawab Anel tersenyum.
"Sama-sama, Sayang. Udah sana masuk belajar yang benar jangan cari selingkuhan" ucap Zafano sambil mencium bibir Anel dan sedikit **********.
"Honey, kamu kebiasaan deh kalau nyium gak bilang dulu dan tak tau tempat. Lihat tuh banyak mahasiswa yang masih di luar kalau ada yang nglihat kita ciuman gimana coba" gerutu Anel kesal.
"Iya..iya..maaf, salah siapa bibir mu itu sangat menggoda. Hingga membuat ku tak tahan mencium nya" jawab Zafano.
"Udah sana masuk, aku mau pergi ke ruangan ku" ucapnya lagi sambil mencium kening Anel lalu pergi. Begitu pula Anel masuk kelas saat melihat dosen nya sudah datang.