
Sepeti biasa di pagi hari Anel selalu sarapan bersama namun Emelly tidak ikut sarapan dia langsung berangkat kekantor. Anel kini sudah berada dikampus bersama dua sahabatnya.
"Nel, temenin gue ke perpustakaan yok" ajak Cleo pada Anel karena Clara sudah berada dikelasnya mengikuti mata kuliah pertama.
"Ayo" jawab Anel lalu beranjak berdiri duduknya.
Kini Anel dan Cleo berjalan pergi ke perpustakaan banyak mahasiswa cowok yang memandang mereka karena Anel, Cleo dan Clara bidadari di Universitas X. Bahkan banyak para mahasiswa yang menyatakan perasaannya pada mereka dan ditolak mentah mentah. Tapi tak membuat para mahasiswa itu menyerah untuk mendapatkan ketiga gadis cantik itu jadi kekasihnya.
Anel dan Cleo sudah sampai didalam perpustakaan. Tak sengaja mata Anel melihat cowok yang dikenali sedang duduk membaca buku sendirian disana.
"Cle buku yang lo cari sudah ketemu belum" tanya Anel pada Cleo yang masih sibuk mencari buku.
"Belum, tunggu duduk dimeja buat baca aja sana kalau kaki lo pegel" jawab Cleo.
"Okay gue tunggu disana ya" ucap Anel sambil mengambil satu buku untuk dibacanya dan pergi menghampiri Nathaan yang sedang duduk sendirian, ya Nathan cowok yang dilihat Anel saat masuk kedalam perpustakaan.
"Sorry, apa gue boleh duduk disini" ucap Anel pada Nathan yang masih membaca buku.
"Silahkan lagian meja dan kursi ini bukan milik gue" jawab Nathan tanpa melihat Anel dan masih setia pada buku yang dibacanya.
"Thanks" ucap Anel sedikit kecewa sambil duduk.
"Lo lagi baca buku apa" ucapnya lagi.
"Seperti yang lo lihat, gue baca buku apa" jawab Nathan ketus dan dingin yang masih tidak tahu jika cewek didepannya itu Anel.
"Sorry, jika gue ganggu lo" ucap dengan nada sedih saat mendengar perkataan dingin Nathan.
"Iya lo ganggu gue, lo banyak ngomong ganggu orang baca buku" jawab Nathan nada sedikit kasar.
"Yaudah gue pergi, sorry udah ganggu lo Nathan" ucap Anel sambil beranjak berdiri tapi dihentikan Nathan saat dia baru menyadari kalau orang yang mengajaknya bicara dari tadi itu Anel.
"Lo mau kemana Nel, sorry gue ga tau kalau lo yang ngajak bicara" ucap Nathan sambil memegang tangan Anel.
"Iya gpp, yaudah gue mau pindah meja " jawab Anel lirih sambil melepaskan tangan Nathan.
"Jangan pindah meja duduk lagi disini" pinta Nathan sambil tersenyum.
"Baiklah" jawab Anel sambil tersenyum manis.
"Gimana kabar lo Nel" tanya Nathan pada Anel.
"Baik dan lo"tanya balik Anel.
"Gue juga baik" jawab Nathan sambil menatap Anel.
"Tumben lo ke perpus?" tanya Natha.
"lya gue ngantrin Cleo buat cari buku" jawab Anel sambil tersenyum.
"Ouh sekarang Cleonya mana" ucap Nathan.
"Cleo masih nyari buku" jawab Anel.
"Nathan lo masih mau berteman sama gue kan" ucap Anel lirih sambil melihatkan pupil eyes.
"lya gue masih mau berteman dengan lo" jawab Nathan sambil memegang tangan Anel.
Tiba tiba ada seseorang pria yang melihat Anel dan Nathan yang sedang duduk berhadapan dengan tangan Anel yang dipegang Nathan, orang itu baru datang dan masuk kedalam perpustakaan karena ingin mencari buku untuk dibaca saat melihat Anel dan Nathan orang itu berhenti dan melihat apa yang akan dilakukan Anel dan Nathan.
"Makasih Nathan" ucap Anel lalu tangannya dicium oleh Nathan membuat Anel tersipu malu dan membuat orang tadi menjadi geram.
"Aduh.." ucap Anel sambil mengucek matanya setelah tangannya dilepas oleh Natha.
"Kenapa mata lo Nel" tanya Nathan khawatir.
"Mata gue kelilipan" jawab Anel lirih.
"Sini biar gue tiupin, jangan dikucek terus nanti tambah dakit" ucap Nathan pada Anel.
" lya" jawab Anel, lalu Nathan mendekatkan wajahnya pada Anel lalu meniupi mata Anel.
"Gimana masih sakit" tanya Nathan setelah meniup mata Anel, orang tadi semakin geram bahkan rahangnya sudah mengeras saat melihat Nathan mencium tangan dan meniupi mata Anel.
"Tunggu yang akan aku lakukan padamu gadis kecil" batin orang itu lalu pergi.
"Udah ngga , makasih" ucap Anel dan Cleo yang sudah selesai ketemu dengan buku yang dicarinya dia menghampiri Anel yang sedang duduk bersama Nathan.
"Hai Nathan" sapa Cleo.
"Hai juga Cleo" jawab Nathan.
" Anel gue dari tadi nyariin lo ternyata duduk dengan Nathan" ucap Cleo pada Anel.
"Kan aku udah bilang kalau mau duduk dimeja ini" jawab Anel.
"Yaudah ayo pergi " ajak Cleo pafa Anel.
"lya" jawab Anel.
"Nathan kita pergi dulu ya" ucap Anel pada Nathan.
"Iya" jawabnya.
"Bye Nathan" ucap Cleo pada Nathan.
"Bye" jawabnya.
Anel dan Cleo sudah berada diluar perpustakaan dan menuju ke gedung lain tempat kelas mereka berada.
"lya tapi sorry Nel gue ga bisa nganter sebentar lagi kelas gue masuk" jawab Cleo tak enak hati.
"Iya gpp, kamu pergi kekelas mu aja" ucap Anel.
"Baiklah sekali lagi sorry" jawab Cleo pada Anel sambil pergi.
Orang yang tadi diperpustakaan melihat Anel dan Nathan, kini dia ikut masuk ke toilet cewek saat melihat Anel masuk dan menunggunya didepan pintu. Setelah selesai Anel kemudian keluar dari dalam toilet, tapi ada orang yang menarik tangan Anel dari arah samping dan mengajaknya untuk masuk kedalam toilet.
"Lepasin gue" berontak Anel saat melihat dirinya diajak masuk kedalam toilet sambil berusaha melepas genggaman orang itu dari tangan Anel. Orang itu menutup pintu toilet dan mendorong tubuh Anel menempel didinding dan menghimpitnya.
"Bapak" ucap Anel terkejut saat melihat orang yang membawanya masuk kedalam toilet.
"Iya kenapa" jawab pria itu sambil tersenyum.
"Pak tolong lepasin saya" ucap Anel, tapi orang itu tidak peduli dan mendekatkan wajahnya pada Anel menatap wajah Anel begitu lekat.
"Kamu sangat cantik gadis kecil, bibirmu yang ranum sangat menggoda dan aku ingin mencicipinya" batin pria itu mendekatkan wajahnya lagi pada Anel.
"Apa yang mau bapak lakuin" ucap Anel dengan ketakutan.
Karena tidak ada yang menghalangi jarak antara wajah mereka, lalu orang itu mencium bibir Anel dan Anel menutup mata. Karena orang itu melihat Anel menutup mata dia menggigit bibir mungil milik Anel biar terbuka. Sontak Anel membuka matanya saat terkejut bibirnya dicium dan dilu**t pria itu saat sudah terbuka.
"Emmm tolong lepasin" ucap Anel tapi orang itu terus m*****t bibir mungil nan seksi milik Anel.
"Tolong le....emm..pasin" ucapnya lagi sambil memukul dada orang itu.
"Nikmati aja ...emmm" jawab orang itu.
"Tidak ..eeemmm" ucap Anel sambil menangis.
Anel pun pasrah saat orang itu me****t kembali bibirnya hingga lidahnya menga***n yang ada dimulut Anel. Kini tubuh Anel menikmati sentuhan c****n yang diberikan orang itu padanya tanpa memberontak lagi.
"Kenapa gue ga bisa membrontak lagi, dan menikmati c**man ini yang terasa begitu nikmat" batin Anel sambil menutup matanya dan menikmati.
"Ternyata kamu sekarang juga menikmatinya gadis kecil, aku akan membuatmu membalasnya ciuman ini juga" batin orang itu.
Kini orang itu terus mencium bibir Anel dengan ganas Anel yang sudah terhanyut menikmatinya kini dia juga ikut membalasnya walaupun masih kaku.
"Emmm.. tolong lepasin..emm" ucap Anel.
"Gue..emm ga bisa nafas" ucapnya lagi sambil mendorong dada orang itu lalu melepaskan ciumannya pada bibir Anel.
"Huuufhh...huuffh" Anel ngosngosan karena tidak bisa bernafas lalu menghidu udara panjang panjang begitu pula dengan orang itu.
"Apa yang telah bapak lakuin kesaya" ucap Anel.
"Ya menciummu" ucap orang itu tanpa berdosa.
"Tapi yang pak Zafano lakuin ke saya itu jahaaat" ucap Anel marah.Ya orang itu adalah Zafano.
"Apa katamu jahaat? kamu aja juga menikmatinya bukan" jawab Zafano dengan nada menggoda.
"Bluushh" pipi Anel menjadi merah merona.
"Tuh pipi kenapa merah kayak kepiting rebus" ucap Zafano tersenyum.
"Bapak tau ngga sih, bapak udah mengambil my first kiss" ucap Anel sambil menahan malu.
"Lalu?" jawab Zafano.
"My first kiss saya tuh buat suami saya nanti tapi kenapa malah bapak ambil" ucap Anel ketus, Zafano yang mendengar perkataan Anel merasa senang.
" Bearti buat saya dong, kan saya calon suamimu" jawab Zafano tersenyum.
"Ta..tapi" ucap Anel gugup.
"Tapi apa" tanya Zafano sambil mencubit pipi Anel membuat Anel jadi tambah malu dan membuatnya diam.
"Kenapa diam ga bisa ngomong ya" ucap Zafano tertawa.
"Minggir saya mau keluar " ucap Anel sambil melangkah tapi tangannya dipegang Zafano dan berhenti.
"Aku minta sama kamu jauhi cowok lain dan jangan pernah mengobrol, bercanda, bermain dll kecuali denganku" ucap Zafano sambil menarik Anel jatuh dipelukannya,membuat hati Anel jadi dag dig dug
"Duh hati gue" batin Anel saat tau dipeluk Zafano.
"Hahaha bapak cemburu ya" ucap Anel sambil tertawa.
"Cihh ,buat apa cemburu dengan kamu gadis jelek" jawab Zafano tertawa.
"Ih sekate kate bapak bilang saya jelek, asal bapak tahu ya saya tuh bidadari dikampus ini gadis yang paling cantik dikampus ini" ucap Anel membanggakan diri.
"Tapi bagiku kamu jelek..jelek...dan jelek" jawab Zafano.
"Kalau aku jelek yaudah lepasin pelukannya ga usah meluk meluk saya" ucap Anel ketus sambil memalingkan wajahnya.
"Okay saya lepas dan ijinkan kamu pergi dari sini tapi kamu harus mencium bibir saya dulu" jawab Zafano sambil tersenyum.
"Blussh" pipi Anel jadi merah merona lagi.
"Gimana mau cium ngga kalau ngga mau jangan keluar" ucap Zafano.
"Cup" Anel mencium bibir Zafano tanpa berpikir panjang dan Zafano melepaskan pelukannya dari Anel dan membiarkan Anel pergi keluar menuju kelasnya.
Jangan lupa like komen dan vote
biar author semangat up cerita selanjutnya.