
Zafano telah sampai di kamar dengan membawa makanan dan minuman di taruh di atas nakas.
"Sayang, ayo makan" ucap Zafano.
"lya Honey" ucap Anel sambil bangkit dari rebahannya dan duduk menyender di kepala ranjang.
"Aku suapin ya" ucap Zafano.
"Iya, tapi aku mau minum jus strawberry dulu" ucap Anel.
Zafano pun mengambil segelas jus strawberry lalu di berikan pada Anel.
"Makasih, Honey" ucap Anel.
"Sekarang aku suapin ya" ucap Zafano. Dan di angguki Anel. Zafano menyuapi Anel saat baru sampai di dalam mulut. Anel kembali merasakan mual. Dengan cepat Anel berjalan ke kamar mandi sambil menutup mulutnya.
Hoekk...hoek...hoeek..
Anel memuntahkan nya saat sampai di dalam kamar mandi. Zafano yang melihat istrinya kembali mual pun memijit tengkuk milik istrinya.
"Sayang, apa kamu masih ingin mual" ucap Zafano.
"Tidak...hoek.." ucap Anel.
"Honey, aku ingin berbaring"ucapnya lagi.
Zafano yang melihat istrinya sudah tidak merasa mual pun membawanya kembali kekamar.
"Baiklah" ucap Zafano. Menggendong Anel ala bridal style dan mendudukkannya di atas ranjang.
"Zafano..Anel" ucap Ratna.
"Bunda" ucap Zafano dan Anel.
"Bun, gimana dokternya udah di telfon" ucap Zafano.
"Sudah, sedang perjalanan kesini" ucap Ratna.
"Sayang, gimana keadaan mu apa masih suka mual" ucap Ratna.
"Masih Bun, setiap Anel mau ngunyah makanan langsung mual" ucap Anel.
"Yaudah istirahat aja dulu nunggu dokter datang. Kamu gak boleh ke capekan" ucap Ratna.
"lya bunda" ucap Anel.
Di lantai bawah kini Wilna dan Emelly membawa anaknya yang bernama Ronald Abbas, baru datang untuk berkunjung menemui Anel.
"Wilna, Emelly" ucap Rendi.
"Rendi" ucap Wilna sambil bersalaman pada Rendi besannya.
"Om" ucap Emelly sambil mencium punggung tangan Rendi.
"Hai cucu oppa, salim dulu sama oppa Rendi" ucap Rendi.
"Oh ya Ren, Anel sama Ratna di mana" ucap Wilna.
"Mereka ada di.." ucap Rendi.
"Permisi tuan Rendi, maaf saya sedikit terlambat karena macet" ucap dokter perempuan yang baru datang.
"Tidak apa-apa" ucap Rendi.
"Ren, siapa yang sakit" ucap Wilna khawatir.
"Anel, dia merasa tak enak badan dan mual terus dari bagun tidur" ucap Rendi.
"Sekarang Anelnya di mana" ucap Wilna khawatir pada putri bungsunya itu.
"Ada di kamar, ayo kita kesana" ucap Rendi.
"Ayo dok" ucapnya lagi.
"Baik tuan" ucap dokter.
Mereka semua masuk ke dalam lift menuju ke kamar milik Zafano dan Anel.
"Mamah" ucap Anel.
"Sayang kamu sakit apa" ucap Wilna sambil mencium kening Anel.
"Dan kamu Zafano kenapa tak mengabari mamah" ucap Wilna. Sambil menatap Zafano, hingga Zafano tak bisa bicara.
"Mah, Anel tak papa cuma tak enak badan dan mual saja" ucap Anel.
"Udah Mah, mama tenang aja dulu. Biar dokter yang meriksa keadaan Anel" ucap Emelly menenangkan Wilna.
"Baik lah, dokter cepat periksa" ucap Wilna.
"lya nyonya" ucap Dokter.
Dokter itu mendekat pada Anel sambil tersenyum ramah dan mulai memeriksa.
"Udah Wil, jangan khawatir pasti baik-baik saja." bisik Ratna.
"Baik-baik gimana, Rat. Anak ku sakit aku tak tega dan kamu juga kenapa tak memberi tahu ku" ucap Wilna.
"Hehe..maaf bukannya tak mau memberitahu mu tapi..." ucap Ratna terpotong. Saat dokter itu mulai berbicara.
"Seperti nona sedang hamil muda" ucap dokter.
"Saya hamil dok" ucap Anel tak percaya sekaligus merasa bahagia.
"lya nona" ucap dokter.
"Sayang, akhirnya kamu hamil dan sebentar lagi kita akan jadi orangtua" ucap Zafano memeluk Anel.
"lya honey, aku akan menjadi seorang mommy" ucap Anel.
"Dugaan ku ternyata benar kalau menantu cantik ku sedang hamil" ucap Ratna.
"Kita akan memiliki cucu Yah. Dan kamu Wil cucu mu bertambah" ucapnya lagi.
"Iya bund, ayah tak sabar menunggu cucu kita lahir"ucap Rendi bahagia.
"Iya Wil, cucu ku bertambah" ucap Wilna bahagia.
"Dok, kalau boleh tau berapa usia kandungan istri saya" ucap Zafano.
"Untuk itu saya belum tau jelasnya berapa usia kandungan istri tuan. Tapi tuan bisa memperkirakan dari hitungan terakhir nona mens" ucap Dokter.
"Saya terakhir mens kurang lebih dua bulan lalu" ucap Anel yang baru ingat bahwa dirinya sudah tidak kedatangan tamu kurang lebih dua bulan.
"Bisa di pastikan kalau usia kandungan nona sudah 9 minggu. Tapi untuk lebih jelasnya lagi anda bisa memeriksakan kandungan nona ke rumah sakit dengan dokter obgyn"jelas dokter.
" lni saya beri vitamin buat nona untuk mengurangi rasa mual. Untuk tuan tolong jaga istri anda karena kandungannya masih muda rentan terhadap bahaya" ucap dokter.
"Iya dok, makasih" ucap Zafano.
Rendi mengantarkan dokter itu sampai ke depan pintu utama.
"Aunty Anel selamat ya sebentar lagi aunty punya baby dan Ronald akan punya teman bermain" ucap Emelly dengan menirukan suara anak kecil.
"lya, makasih Ronald" ucap Anel.
"Selamat sayang kamu sebentar lagi jadi mommy. Jaga kandungan mu dengan baik, jangan capek-capek dan satu lagi hindari stres biar cucu mamah sehat selalu" ucap Wilna.
"Zafano, bawa Anel kerumah sakit untuk memeriksa keadaan kandungan Anel. Sekaligus biar tau perkembangan janin anak kalian" ucap Ratna.
"Iya bunda" ucap Zafano.
"Mari Wil..Emelly..kita ngobrol di ruang keluarga. Biar Anel istrirahat." ucap Ratna.
"Iya tan" ucap Emelly.
"Iya Rat...ayo kita pergi" ucap Wilna.
Ratna, Wilna, Emelly serta baby Ronald keluar dari kamar Zafano dan Anel menuju ruang tamu. Meninggalkan Anel dan Zafano berdua di kamar.
"Honey, kamu tidak berangkat kerja" ucap Anel.
"Tidak, aku ingin menemani mu dan anak kita" ucap Zafano sambil mengelus perut Anel yang masih terlihat rata.