MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Berdansa



Acara nyanyi-nyanyian telah usai, kini mereka berenam sudah berada dibawah untuk mengikuti acara dansa selanjutnya.


Cleo,Clara,Raka dan Daniel duduk bersama semeja. Menikmati hidangan makanan dan minuman yang di sediakan oleh tuan rumah.


Acara dansa dimulai, semua orang berada di tengah lantai dansa untu berdansa dengan pasangan masing-masing. Membuat para kaum jomblo iri dan mencari pasangan untuk diajak berdansa bersama termasuk Raka yang mengajak Cleo untuk menjadi pasangan dansanya.


"Cleo mau nggak, jadi pasangan dansa gue" ucap Raka saat berdiri berdua dengan Cleo.


"Mau..gue..mau kak" jawab Cleo tersenyum bahagia.


Karena orang yang di sukainya secara diam-diam, mengajak berdansa bersama. Siapa sih, yang gak mau diajak dansa bareng sama orang di sukainya? pasti semua pada mau dan tidak menolaknya, begitu pula dengan Cleo.


Raka pun mengandeng Cleo untuk di ajak bergabung di lantai dansa. Alunan musik yang lembut dan romantis membuat pasangan pengantin juga ikut berdansa.


Zafano menatap arah lantai dansa yang di pandangnya dan Anel. Beberapa pasangan sudah berdiri dan berdansa di sana. Zafano pun mengulurkan tangannya dan membantu Anel berdiri dari duduknya.Memeluk pinggang dan menuntunnya turun ke bawah. Ke tengah-tengah lantai dansa. Mereka berjalan di bawah temaram lampu yang menggoda, suara yang begitu lembut nan romantis nyaris tak di dengarkan Anel saat Zafano melepaskan pelukannya. Zafano memutar tubuh Anel lembut dan kembali memeluknya.


Sedangkan di pojok sana Daniel tengah terduduk di kursi dan memandangi para pasangan yang berdansa di sana dengan hati yang sedih dan iri.


"Hai kak..." sapa seseorang membuyarkan lamunan Daniel. Kemudian menatap orang yang berdiri di depannya yang telah menyapanya.


"Clara.." ucap Daniel saat melihat Clara berdiri di depannya dengan tersenyum. Dan membuat hati Daniel berdebar tak menentu.


Deg..


Deg..


"Hati gue kenapa dag dig dug saat melihat senyum manis Clara" batinnya sambil memegang dadanya.


"Kak Daniel..lo baik-baik saja kan" ucap Clara mencoba menyadarkan Daniel yang tengah diam dan menatap dirinya begitu dalam.


"Iya...ada Cla" ucap Daniel gugup setelah sadar dari lamunannya lagi.


"Kenapa kak Daniel duduk sendirian di sini" tanya Clara.


"Hmm...gue kira lo tau alasannya" jawab Daniel ternyum kecut.


Dan diangguki Clara karena dia paham dengan perkataan Daniel barusan.


"Lo juga kenapa kesini nyamperin gue"tanya Daniel lembut pada Clara.


"Hehe..ya gak ada temannya, Cleo dansa sama kak Raka, Anel sama pak Zafano, Kak Emelly sama kak Dion"jawab Clara lalu tertawa kecil.


"Kak Dion gak mau dansa kah, seperti mereka" ucapnya lagi sambil menunjuk kearah lantai dansa.


"Yaudah, ayo dansa sama gue kak. Gue juga gak ada pasangan buat di ajak dansa. " ucap Clara.


"Hmm baiklah" jawab Daniel.


"Ayo kak dari pada kakak disini meratapi kesedihan kakak sendirian nanti malah kesambet" ucap Clara sambil menggeret tangan Daniel untuk di ajak ke lantai dansa.


" Lo ngajakin gue dansa karena kasihan sama gue kan, bukan karena lo suka sama gue" tanya Daniel membuat Clara diam sejenak.


"Iya, karena gue kasihan sama kak Daniel" jawab Clara jujur.


"Jadi bukan karena lo suka sama gue" ucap Daniel ceplos dan membuat Clara tertawa.


"Kenapa kakak tanya begitu, atau jangan-jangan kakak yang suka sama gue" jawab Clara menggoda.


"Kalau lo ijinin gue jadi kekasih lo dan lo beri kesempatan, gue akan belajar mencintai lo" ucap Daniel tulus.


"Hmm...lihat kedepannya saja" jawab Clara menahan malu, Daniel memeluknya saat berdansa.


"Lo serius kasih gue kesempatan" ucap Daniel lalu diangguki Clara sambil tersenyum.


Dilihatnya wajah Anel yang begitu damai serta gerakannya mampu menyeimbangi dansa Zafano. Zafano menyadari kulit bahu yang terbuka dan melihatkan belahan dada milik Anel sedikit membuatnya tergoda. Anel, dia begitu dekat dengan Zafano, menggerakan kakinya seirama dengan musik, lndra penciumannya diam-diam mencium bau aroma maskulin yang dikeluarkan tubuh Zafano.


Zafano mendekatkan wajahnya, membuat Anel menghirup nafas dalam- dalam dan menutup matanya. Bibir Zafano yang terasa lembut mulai menyapu permukaan bibir Anel lalu **********.



Mereka larut dalam sensasi tersebut, hingga suara riuh tepuk tangan membuat Zafano terlebih dahulu yang menjaga jarak mereka.


"I Love You...Sayang" ucap Zafano seakan berbisik, begitu pelan dan hanya Anel yang mendengarnya.


"I Love You too...Honey" jawab Anel tersenyum sambil mengalungkan tangannya di leher Zafano.


Zafano pun langsung kembali menciumi bibir Anel, Anel pun ikut membalasnya. Mereka saling *******, menyesap, dan mengabsen setiap inci dalam mulut masing-masing.


Tapi di antara tamu undangan, ada seseorang yang menatap benci adegan itu. Dia merasa tak suka jika Anel dan Zafano menjadi sepasang suami istri.


"Gue pastiin, hubungan kalian hancur di tangan gue" ucap seseorang itu pelan hingga tak ada orang yang mendengarkan perkatannya. Lalu dia memilih pergi dari sana karena dengan melihat adegan itu membuat dirinya semakin sakit.


Untuk bab ini segini dulu ya ceritanya, yang ingin author untuk up lanjut tentang MP mereka. Jangan lupa di like,vote dan beri author hadiah...