
Salah satu tangan Dion kini membuka kancing kemeja lengan panjang yang selutut milik Emelly. Setelah semua kancing terlepas lalu dibuka menampilkan dua gundukan milik Emelly yang masih terbungkus dengan bra warna hitamnya. Lalu Dion melepas dan membuang kemeja Emelly sembarangan.
Emelly yang tak ingin telanjan sendirian dia melepas semua kancing dikemeja Dion. Tangan Dion kini meremas milik Emelly kasar dan membuat Emelly mendesah.
"Emmm..emmm" suara desahan milik Emelly sambil ciuman. Karena milik Dion sudah tegang dan tidak kuat dia membopong Emelly menuju kamar dengan ala bridal style. Lalu menjatuhkan Emelly keranjang dengan posisi dibawah Dion.Kini Dion melepas semua pakaiannya. Lalu mencium bibir Emelly sambil melepas *** dan **nya. Ciumannya kini menurun menuju kebawah tidak lupa memberi tanda dileher dan didepan dada milik Emelly. Dion membenamkan wajahnya dig*nd*k*n Emelly sambil m*ny***nya sampai Emelly mengeluarkan desahan.
"Emkkhh..emmmkhh"
"Sayang sekarang" pinta Emelly karena sudah tidak tahan lagi. Kini Dion mengarahkan miliknya untuk membobol kepunyaan Emelly.
"Akkhh..." suara desahan mereka berdua karena milik Dion berhasil merobek milik Emelly dan saat Dion ingin memasukan miliknya, miliknya terasa sangat sakit seperti mau dipatahkan karena milik Emelly yang masih sempit. Kini dirahim Emelly sangat penuh dengan s****a milik Dion dan bisa membuatnya hamil. Lalu Dion mencium bibir Emelly lalu ikut berbaring disamping Emelly dibawah selimut menutupi tubuh polos mereka.
Dirumah keluarga Miligan
Mobil sport milik Anel kini sudah terpakir digaransi rumah Miligan. Anel yang baru pulang kuliah, masuk kedalam rumah dan melihat Wilna yang sedang duduk membaca majalah dipinggir kolam dengan ditemani brownis dan jus strawberry.
"Hai mah.." sapa Anel
"Anak mamah yang cantik baru pulang" jawab Wilna yang melihat Anel berdiri didepannya, dia langsung menutup majalahnya.
"Mamah lagi ngapain disini?" tanya Anel.
"Santai sambil baca majalah." jawab Wilna
Anel yang melihat brownis coklat diatas meja lalu mengambilnya dan langsung dimasukan kemulutnya tanpa bilang terlebih dulu pada Wilna.
"Mah ini enak banget" ucap Anel sambil mengunyah tiba tiba dia keselek.
"Uhukk...uhukk."
"Ini minum" ucap Wilna sambil menyodorkan minumannya kepada Anel diminumnya sampai habis, lalu dia mengambil nafas panjang dan bisa bernafas lega.
"Huuuhh..."
"Makanya kalau mau makan bilang dulu sama yang punya jangan asal main nyoprot" ucap Wilna lagi sambil tertawa.
"Ihh mamah ngeselin, anaknya keselek ga bisa nafas diketawain jahat..." ucap Anel sambil memalingkan mukanya membuat Wilna tertawa.
"Lain kali tuh kalau makan pelan pelan jangan sambil ngomong, udah jangan ngambek lagi ntar cantiknya hilang." ucap Wilna yang masih terkekeh, Anel masih terdiam.
"Udah sana mandi jangan cemberut terus udah bau acemm kamu" ucapnya lagi sambil mengacak ngacak rambut Anel.
"Ih mamah" gerutu Anel sambil glitiki Wilna.
"Udah sana pergi kekamar buruan mandi ntar ga da cowok yang suka sama kamu lagi." ucap Wilna sambil memberhentikan tangan Anel yang masih asik menglitikinya.
"Kata siapa ga da cowok yang suka sama Anel, malah banyak tuh cowok yang ngantri buat jadi pacar Anel." jawab Anel
"Kalau banyak yang suka kenapa jomblo" ucap Wilna bercanda karena dia tau dengan anaknya yang bungsu tidak mau pacaran sebelum impiannya tercapai.
Apakah setelah tau dia akan dijodohkan dengan rectornya sendiri, akan menerimana atau sebaliknya yaitu menolaknya?
Kini Anel sudah berada dikamarnya dan pastinya sudah mandi terlihat cantik.
"Tok tok tok " suara ketukan pintu
"Anel mamah boleh masuk?" pinta Wilna dibalik pintu.
"Masuk aja mah, ngga dikunci."teriak Anel didalam kamar.
Wilna pun menekan knop pintu kamar Anel.
.
"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya Wilna pada Anel.
"Lagi baca artikel buat tugas mah, ada apa?" tanya balik Anel.
"Mamah ingin bicara sama kamu , tolong dengarkan mamah dulu " jawabnya sambil duduk di sofa kamar Anel.
Anel pun menghampiri Wilna dan duduk di sebelah Wilna.
"Ada apa mah? " tanya Anel sedikit khawatir.
Wilna sedikit kebingungan untuk memulai dari mana obrolan mereka ini.
"Mamah tahu kamu pasti terkejut mendengar kabar ini , tapi mamah harap kamu akan mengerti " kata Wilna dengan was was.
" Aku bukan anak yang dibuang terus mamah angkat jadi anak kan?" tanya Anel sembarangan.
"Huss, kalo ngomong sembarangan." jawab Wilna
" Terus apa dong mah bikin aku takut" ucap Anel.
"Makanya dengerin mamah dulu Nel" jawab Wilna.
"Sebenarnya kamu sudah di jodohkan dengan anak sahabat mamah" ucap Wilna langsung.
"Oh dijodohkan" jawab Anel yang belum sadar dengan omonganya.
"Apa dijodohkan" ucap Anel lagi keras saat dia baru sadar dengen perkataan mamahnya tadi dan membuat Wilna kaget.
Lalu Anel hanya terdiam mencerna dan mendengar perkataan mamahnya otaknya mendadak blank , selama ini dia sungguh tidak tahu tentang perjodohan ini karena orang tuanya belum pernah membicarakan tentang perjodohan sebelumnya. Saat Anel mengetahui dia akan dijodohkan benar benar membuat syok dan dia tidak habis pikir dengan keingan orang tuanya.
"Kok bisa sih mah, kenapa ga kak Emelly saja." ucapnya lagi terheran.
"Mamah tahu pasti kamu akan menanyakan ini dengarkan mama akan jelaskan " jawab Wilna.
Wilna pun menjelaskan semuanya , awal penyebab perjodohan dan mengapa jadi Anel yang di jodohkan.
Anel hanya terdiam , dia tidak bisa mencerna dengan baik semua omongan mamanya.
"Nak mereka begitu sangat menginginkanmu untuk jadi menantu mereka, awalnya mamah juga tidak ingin kamu yang di jodohkan karena kamu masih kuliah, tapi mereka tetap meminta kamu bukan Emelly lagi.
Mereka berjanji akan menjaga kamu dengan baik, tidak ada yang berubah dari kamu.
Kamu masih bisa melakukan apa aja,melanjutkan kuliah dimana pun , hanya status kamu yang berubah tak sama seperti sekarang." jelas Wilna panjang lebar.
Masih tidak ada jawaban dari Anel dia terdiam , dia masih begitu sulit untuk memikirkan perjodohan ini di tambah tentang pernikahan,
"Hal gila macam apa ini , di umur yang masih menginjak 18 tahun sudah harus menikah muda dan punya anak" pikiran Anel, dengan pikiran yang kacau dia melihat ke wajah Wilna , dilihatnya wajah mamaya yang senduh , dia tahu ini juga bukan keinginan mamanya .
"Apa mama dan papa bahagia." tanya Anel tiba tiba membuat
Wilna terdiam dengan pertanyaan Anel itu .
"Kebahagian mama dan papa bukan karena kamu menerima perjodohan ini, tapi kamu bisa selalu bahagia dalam kondisi apapun. Dan mamah yakin mereka akan menjaga dan memperlakukanmu dengan sangat baik , mamah dan papa akan sangat bahagia karena itu , karena mereka pasti akan membuat kamu bahagia dan mewujudkan apa yang kamu inginkan " jelas Wilna dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Baik mah, Anel mau dengan perjodohan ini." ucap Anel lirih dengan hati yang sedih.
"Kamu yakin nak" tanya Wilna sedikit teriak karena tidak percaya dengan perkataan anaknya tadi.
Dan Anel menganggukan kepalanya , sebenarnya Anel belum siap dengan pernikahan terlalu dini ini, tapi demi orangtuanya apapun akan dia lakukan, untuk orangtua yang begitu dicintainya itu yang sudah membesarkan dia seperti sekarang ini yang tidak pernah merasa kurang dihidupnya.
"Kamu memang anak baik, mama dan papa sangat menyayangimu " ujar Wilna sambil memeluk erat tubuh anaknya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Wilna tidak menyangka kalau Anel anaknya itu akan menerima perjodohan ini dengan mudah tanpa bantahan seperti yang biasa seorang Anel lakukan yang tetap gigih pada pendiriannya jika Anel A harus A tapi kali ii sungguh berbeda.
"Nanti keluarga kita akan bertemu, dan kamu akan bertemu dengan calon suamimu juga." ucap Wilna sambil terus memeluk Anel dan mencium pucuk kening Anel.
Entahlah kabar yang diterima Anel kini kabar bahagia atau sedih bagi Anel, tapi semua sudah terjadi dia sudah menerima perjodohan ini bearti dia harus siap juga untuk menikah muda dan memilik seorang buah hati nantinya. Perjodohan ini dia terima karena ingin membuat orangtuanya bahagia karena selama ini dia sering membantah keinginan orang tuanya termasuk dulu saat orang tuanya menyuruhnya buat mengambil jurusan Bisnis dan manajemen dia tidak mau dan memilih Psikologi yang menurutnya jurusan dengan pekerjaan yang begitu mulia dan seenggaknya jika papahnya meminta sedikit bantuan buat mengolala perusahan papahnya juga bisa karena pernah mempelajarinya di psikologi industri dan organisasi.
Jangan lupa beri author like coment and vote serta dukung karya author terus ya....Makasih.....
Maaf untuk typonya..
.