MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
My Princess



Setelah sekian lamanya berkeliling, Zafano melihat deretan lingerie seksi, cantik dan transparan dipajang disana.


"Mbak" teriak Zafano pada salah satu pegawai.


"lya tuan, ada yang bisa saya bantu" jawabnya.


"Tolong bungkus semua pakain itu" ucapnya sambil menunjuk kearah deretan lingerie yang di pajang Membuat mbak pegawai itu ingin menahan tawanya. Sebab baru pertama ini melihat cowok yang perhatian membelikan keperluan wanitanya, yang berupa lingerie dan itu banyak sekali.


"Baik tuan, pasti ini untuk istrinya" ucap pegawai itu tersenyum.


"lya " jawab Zafano singkat sambil menyodorkan black card kepada pegawai itu untuk membayar lingerie yang dia beli.


"Saya minta tolong untuk dirahasiakan dari calon istri saya tadi dan semua orang. Ini rahasia kita berdua dan tolong itu masukan ke bagasi mobil saya"ucap Zafano dengan pelan.


"Baik tuan"jawab pegawai itu menahan tawanya karena melihat tingkah konyol Zafano.


Zafano mengambil 2 lembar uang merah diberikan pada pegawai itu sebagai uang tips. Zafano pun kembali duduk di ruangan tadi untuk menunggu Anel. Anel pun keluar dengan baju yang dia pakai saat kesini.


"Sudah sayang" tanya Zafano.


"Sudah ayo pulang" jawab Anel.


"Kita pamitan dulu sama om lvan" ucap Zafano lalu pergi menuju keberadaan om lvan.


"Om lvan" ucap Zafano dan Anel bersamaan.


"Iya, ganteng..cantik..." jawab om lvan.


"Sebelumnya kita mau ngucapain makasih sama om lvan. Udah mau ngrancang desain gaun dan jaz buat kami." ucap Zafano.


"Iya om, makasih banget lho. Udah ngrancang gaun yang sebagus itu buat ku" sambung Anel sambil tersenyum manis.


"Sama-sama" jawab om lvan tersenyum.


"Kalau gitu kami pamit mau pulang dulu, om" ucap Anel.


"Kenapa buru-buru pulang, kita kan belum ngopi dan ngobar (ngobrol bareng)" jawab om lvan.


"Ada keperluan yang harus kita urus om" ucap Zafano ceplos.


Karena dirinya ingin segera pulang dan ingin menghabiskan waktu berduanya bersama Anel setelah ini dengan pergi jalan-jalan atau apa gitu.


"lya om, jadi kita harus pulang" sambung Anel.


"Baiklah, jangan lupa buat kemari lagi" ucap om lvan.


"Pasti om, kita akan kemari lagi. Dan nanti kita bisa ngopi dan ngobar " jawab Anel ceria.


"Kita pamit pulang" ucap Zafano dan Anel lalu mencium punggung tangan om lvan.


"Byeee om lvaaann..." ucap Anel sambil melambaikan tangan.


"Byeeee..." jawab Om lvan juga sambil melambaikan tangannya.


Mereka pun keluar dari dalam butik om lvan, pergi menuju parkiran mobil.


"Sayang setelah ini mau kemana" tanya Zafano pada Anel.


"Hmm..terserah kamu aja deh honey" jawab Anel.


"Baiklah kalau gitu kita pergi ke hotel atau apartemen aku ya" ucap Zafano tersenyum smirk.


"Buat apa pergi kesana " tanya Anel.


"Ya..kita nyicil buat bikin Zafano junior, sayang" goda Zafano.


"Gak ah, aku gak mau" ucap Anel tersenyum malu.


"Kenapa gak mau, kan itu enak nanti bisa membuatmu merasakan terbayang melayang diangkasa" jawab Zafano lalu mencium bibir Anel dan meraih tengkuknya untuk di cium lebih dalam lagi.


"Honey..hmmp sto hmpp op, malu di lihat orang hmmp" ucap Anel terputus-putus sambil memukul dada Zafano, karena Zafano ******* bibirnya dalam keadaan diluar mobil. Zafano pun melepas ciuman pada bibir Anel.


"Ishh, kamu tak tau tempat" sambungnya marah lalu pergi masuk kedalam mobil. Zafano yang melihat Anel marah dan masuk mobil, dia pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya pergi.


"Udah dong jangan marah, maaf. Kita ke mall yuk, nanti kamu boleh belanja sepuasmu" ucap Zafano di acuhkan Anel. Tapi dalam hati Anel merasa senang karena dia bisa belanja sepuasnya.


--


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mobil Zafano pun sampai di parkiran mall terbesar dikota mereka. Mall itu juga milik keluarga Stanley. Zafano buru-buru melepas seal bealt lalu turun untuk membukakan pintu mobil buat Anel.


"Silahkan turun my princess" ucap Zafano tersenyum sambil membungkukaan badannya sedikit sebagai tanda hormat. Anel yang melihat dirinya diperlakukan begitu sangat merasa senang.


Zafano dan Anel masuk ke dalam mall dengan bergandengan mesra. Banyak pengunjung wanita yang merasa iri dengan kemesraan mereka, ada yang terang-terangan memuji kegantengan dan kecantikan mereka secara terang-terangan bahkan ada yang meminta fotbar Zafano dan Anel.


Zafano dan Anel melanjutkan jalannya pergi ke lantai dua, tiba-tiba ada seorang pria yang menabrak Anel, dengan segera Zafano menolong Anel dan tidak jadi jatuh dilantai.


"Kamu bisa jalan tidak, kalau jalan tuh pake mata jangan asal main nabrak" bentak Zafano pada pria itu.


"Maaf tuan..nona" ucapnya terkejut saat melihat Anel.


"Anel...kamu Anellyana Larasati Miligan kan" ucap pria itu.


"Kak Alfin Sanjaya" ucap Anel saat melihat pria yang menabraknya itu Alfin kakel Anel saat SMA.


"Bagaimana kabarmu dan makin cantik saja kamu" tanya Alfin tersenyum. Membuat rahang Zafano mengeras dan marah karena calon istrinya dipuji oleh cowok lain.


"Aku baik-baik saja" jawab Anel.


"Kamu sama siapa" tanyanya sambil menatap Zafano yang berada disebelah kanan Anel.


"Aku calon suaminya" ucap Zafano ketus.


"Kak Alfin kenapa aku ditinggal" ucap cewek cantik tiba-tiba datang dari arah samping. Lalu cewek itu menatap ke arah orang yang sedang berbicara pada kakak sepupunya yaitu Anel dan Zafano.


"Anel..pak Zafano" ucap Cewek itu terkejut saat melihat Anel dan Zafano.


"Amel.." ucap Anel terkejut saat melihat Amelda Sanjaya musuh bebuyutannya dan 2Cl.


"Amel ini sepupuku, Nel" ucap Alfin ramah.


"Maaf kita harus pergi sekarang" ucap Zafano ketus sambil memegang tangan Anel untuk diajak pergi.


"Kamu kenal Anel dan cowok sebelahnya tadi" tanya Alfin pada Amel sepupunya itu.


"Kenal, Anel satu kampus denganku dan dia musuhku. Sedangkan yang sebelahnya tadi pak Zafano rector dikampus dan aku menyukainya" jelas Amel membuat Alfin tersenyum licik. Apalah yang di fikiran oleh Alfin sampai dia tersenyum licik.


--


"Honey, kamu marah dan cemburu ya, sama aku karena ngobrol sama kak Alfin tadi" ucap Anel sambil menatap Zafano sedari tadi hanya diam dan mengacuhkan dirinya.


"Iya lah, lihat calon istri bicara dengan cowok lain dengan begitu akrabnya" jawab Zafano.


"Astaga honey, aku sama kak Alfin gak ada hubungan apa-apa. Dia cuma kakel ku saat SMA dan aku tidak menyukainya. Ua walaupun dia pernah nebak aku sih" ucap Anel sambil tertawa renyah.


"Kita ke restoran, aku laper" ucap Zafano ketus pada Anel.


Sedangkan di salah satu toko butik mall ini juga. Cleo dan Clara sedang memilih-milih pakaian untuk di beli.


"Cla, kita beli apa buat ngado Anel yang nikah " tanya Cleo pada clara.


"Kita beliin Anel itu aja gimana"jawab Clara sambil menunjuk lingerie yang seksi berwarna merah dan ungu.


"Boleh juga" ucap Cleo. Lalu dia mengambilnya dan mengajak Clara ke kasir untuk membayar pakaian yang mereka beli. Setelah sampai Cleo meminta petugas kasir itu untuk membungkus lingerie buat kado Anel semenarik mungkin lalu membayarnya.


"Cle, makan yuk gue laper" ucap Clara pada Cleo setelah keluar dari butik itu.


"Ayo tapi di restoran mall ini ya" jawabnya dan diangguki Clara.


Setelah sampai direstoran mata Clara melihat Anel dan Zafano tengah makan bersama .


"Cleo, lihat di sana itu Anel dan pak Zafano sedang makan bersama. Kita gabung aja yuk sama mereka" ucap Clara saambil menunjuk ke arah meja Zafano dan Anel yang mereka duduki untuk makan.


"Ayo, kita ikut gabung bersama mereka" jawab Cleo, mengikuti langkah kaki Clara menuju meja Zafano dan Anel.


"Anel ...pak Zafano" ucap 2Cl barengan, membuat Anel dan Zafano metap mereka.


"Eh..kalian habis darimana" tanya Anel saat melihat kedua temannya berada didekatnya.


"Habis shooping beli baju dan make up, terus kesini mau makan. Eh ..malah lihat lo dan pak Zafano sedang makan bareng jadi kita hampirin lo" jawab Clara tersenyum. Sedangkan Zafano hanya cuek dan diam saja menikmati makanannya.


"Yaudah, duduk sini aja gabung sama kita" ucap Anel.


"Gak ganggu kalian kan " jawab Cleo.


"Nggak, ya kan pak" ucap Anel menatap Zafano. Zafano yang melihat Anel menatapnya hanya mengangguk.


"Kalau gitu kita duduk " ucap Clara.


Lalu Cleo memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Clara. Makan siang bersama, mereka gunakan sambil mengobrol dan bercanda bersama sampai selesai makan. Anel, dan 2Cl pun menumpuk piring bekas makan mereka jadi satu dan mengelap meja, sedangkan Zafano pergi untuk membayar makanan yang mereka makan tadi. Setelah Zafano kembali ke meja dimana Anel dan 2Cl berada. Dia mengajak Anel untuk pulang dan 2Cl pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.