
Di salah satu mall terbesar dua wanita cantik nan muda sedang bersenang-senang. Menghambiskan waktunya dengan shopping dan nonton bioskop.Siapa lagi jika bukan Anel dan Cleo sahabatnya. Kini mereka sedang berada di restoran jepang setelah capek mengelilingi mall itu.
"Cle, kamu tadi udah nyoba hubungin Clara? " ucap Anel.
"Udah"jawab Cleo.
"Terus dia bilang apa?"ucap Anel.
"Katanya capek ingin istirahat dan lagi malas untuk keluar rumah" ucap Cleo.
"Kok tumben dia gitu" ucap Anel.
"Tumben gimana kan udah seminggu dia selalu bilang gitu" ucap Cleo.
"lya sih but aku ngrasa tuh ada yang aneh sama dia kek nyembunyiin sesuatu dari kita" ucap Anel.
"lya aku juga ngrasa gitu. Setiap pulang kampus kalau di ajak ngumpul bareng selalu nolak"ucap Cleo.
"Apa kita.. "ucap Anel.
"Haiii.... Sayang"ucap Zafano memotong ucapan Anel.
"Hai Cleo... Anel"ucap Raka.
"Hai kak Raka"ucap Cleo.
"Honey, kamu kok kesini" ucap Anel.
"lya, emang gak boleh ya. Jika suami ingin jemput istrinya untuk pulang bareng" ucap Zafano pura-pura sedih.
"Boleh, maksud ku emang kerjaan Honey di kator udah selesai" ucap Anel.
"Udah, maka nya aku kesini buat jemput kamu. Aku udah kangen banget sama kamu dan baby" ucap Zafano mencium perut Anel.
"Honey dan kak Raka udah makan "ucap Anel.
"Udah tadi makan di kantor di anterin bunda makanan" ucap Zafano.
"lya Nel"ucap Raka.
"Sayang, ayo pulang"ucap Zafano.
"Dan kamu Rak, kamu bareng Cleo saja atau naik taksi" ucap Zafano sembari menoleh ke Raka.
"Iya, pak bosss... "ucap Raka.
"Cle, ayo pulang. Aku nebeng kamu ya sampai kantor hehehe.. "ucap Raka tertawa.
"lya kak"ucap Cleo tersenyum.
Raka dan Cleo bergandeng tangan menyusul Zafano dan Anel yang sudah jalan duluan menuju parkiran.
----
Ke esokan harinya Anel dan Cleo sudah berada di kampus. Mereka duduk di bangku taman di bawah pohon besar.
"Eh Nel, kok si curut telmi belum nongol juga"ucap Cleo pada Anel yang sedang membaca buku.
"Mungkin dia bangun kesiangan atau nggak macet di jalan"jawab Anel.
"Bener juga sih kata mu"ucap Cleo.
"Tunggu aja bentar lagi paling... "ucap Anel.
"Haii.. Guys sorry ya nunggu lama" ucap Clara memotong ucapan Anel. Lalu duduk di kursi depan Anel.
"Hmm, tumben datang telat"ucap Cleo.
"Iyy. ... iya.. tadi macet di jalan makanya telat datangnya"ucap Clara terbata-bata.
"lya gak papa lagian kelas nya belum di mulai"ucap Anel.
"Nel, pinjem laptop nya sebentar dong"ucap Clara.
"Iya" ucap Anel yang sibuk membalas chat suaminya tercinta.
Buughh...
Tak sengaja tangan Clara menyenggol buku Anel hingga jatuh ke tanah. Membuat Anel menoleh ke arah Clara dan tak sengaja ia melihat ada beberapa tanda merah di bagian dada Clara. Saat Clara sedang membungkukan badannya saat mengambil buku Anel yang terjatuh.
"Eekheemm....Clara" ucap Anel.
Membuat Clara dengan cepat mengambil bukunya dan segera kembali duduk dengan tenang. Karena ia sempat melihat Anel yang menatapnya dengan kecurigaan.
"lya, Nel. Ada apa? "ucap Clara.
"Cla, kamu sedang nggak nyembunyiin sesuatu dari kita kan" ucap Anel.
"Nggak, kok Nel. "ucap Clara sedikit gugup.
"Baiklah, kalau gitu tolong jelasin kenapa di dada mu banyak tanda merah" ucap Anel tegas.
Yang di yakininya itu bekas kissmark.
Membuat Cleo yang mendengar, segera menatap Clara dengan tajam dengan ekspresi meminta penjelasan segera. Sedangkan Clara yang di tatap tajam oleh kedua sahabatnya itu hanya bisa diam dan teringat sesuatu.
Flashback on..
"Sayang, tadi malam kenapa chat dan telfon ku gak kamu balas" ucap Clara sambil cemberut.
"Sorry, beb. Tadi malam aku sibuk nyelesain kerjaan jadi ga sempet pegang hp" ucap Daniel sambil menatap Clara.
"Hmm... " ucap Clara.
"Udah dong jangan cemberut lagi, nanti cantik nya hilang" ucap Daniel gemas melihat wajah lucu kekasihnya itu saat cemberut.
"Aku janji nanti kamu sepulang dari kampus. Aku jemput dan ku ajak pergi ke suatu tempat yang romantis" ucap Daniel membujuk Clara.
Dengan segera Clara memanyunkan bibirnya kedepan. Membuat Daniel tergoda untuk mencium nya.
Cup..
Daniel mencoba berpindah tempat dan kembali menyium bibir Clara dengan posisi sekarang berada di atas tubuh Clara.
Ia mencium dan me*lum*t bibir Clara dengan ganas...
"Hmmppp... Sayang apa yang kamu lakukan" ucap Clara.
"Menciumi mu dan menginginkan mu " ucap Daniel.
"Tapi... " ucap Clara terpotong karena mulutnya kembali di bungkam oleh Daniel dengan mel*m*ti bibirnya.
Membuat Clara pasrah dan menikmati ciuman yang di berikan oleh kekasihnya itu. Tangan Daniel tak hanya diam begitu saja, ia menyibak rok pendek Clara yang sepaha dan mengelus-elus paha Clara mencoba memberikan sensi pada gadisnya itu. Karena sudah tak sabar ia mengangkat kaos yang di kenakan Clara ke atas hingga melihatkan benda kenyal favorit Daniel yang masih terbungkus br*. Daniel pun segera mengeluarkan nya dan menghisapnya, membuat sang pemilik merasakan sensansi luar biasa dan mendes*h. M*rem*s -r*m*snya dan menciumi nya tak lupa Daniel meninggalkan tanda merah di sana.
"Shhh.. Sayang ku mohon berhenti" ucap Clara karena ia mendengar banyak mobil yang membunyikan klaksonnya tanda bahwa lampu sudah berwarna hijau.
"Aku masih menginginkan ini.. mmmppp... lagian tadi malam kita ga melalaikannya "ucap Daniel yang masih bermain di sana.
"Iya, tapi ini udah lampu hijau nggak enak sama yang lain. Nanti kalau aku udah pulang dan berdua aku janji bakal ngasih kamu "ucap Clara.
"Baiklah, janji ya beb" ucap Daniel lalu mengigit kecil put*ng Clara.
Membuat sang empunya meringis kesakitan....
"Auuchh" ucapnya mencubit lengan Daniel.
Membuat Daniel tersenyum"Haha...sorry beb" ucap Daniel kembali duduk di kursi pengemudi.
Dan Clara yang sibuk memperbaiki baju nya dan dandanan nya yang berantakan karena ke kasihnya.
Flashback off....
"Shiit kenapa aku lupa nutupin juga sih, dan kenapa juga Anel tadi nglihat saat aku nunduk. Isssh ini semua karena kak Daniel"gerutu Clara dalam hati.
"Heh... Cla kok kamu diam aja sih. Bukannya jawab dan jelasin ucapaan Anel" ucap Cleo sewot.
"Apa kamu udah nggak nganggep kita sahabat mu lagi hahhhh" sambungnya.
"Eee.. Itu tanda merah bekas kerokan aku tadi malam. Iya aku minta buat di kerokin sama mamih tadi malam karena masuk angin" ucap Clara.
"Kok cuma di dada doang leher mu nggak"sarkas Cleo.
"Karena aku ga minta di kerokin di leher" ucap Clara setenang mungkin.
"Kamu habis ngapain kok bisa masuk angin sih" ucap Anel.
"Kelamaan berendam di kolam renang hehehe... " ucap Clara tertawa.
"Oohh" jawab Anel.
Tapi masih membuat Anel dan Cleo tak yakin dengan jawaban Clara yang begitu saja. Waktu kuliah pun segera di mulai membuat mereka bertiga segera masuk ke kelas masing-masing.
"Anel kamu percaya sama omongan Clara" bisik Cleo pada Anel.
"Nggak juga, coba kita selidikin . Apa yang terjadi ama tuh bocah" ucap Anel.
"Okk" ucap Cleo.
Sedangkan Clara yang sudah berada di dalam kelasnya merasa lebih tenang.
"Untung aja Anel percaya sama omongan aku, lega banget sekarang. " guman Clara.
-
-
.
.
.
.
.
Hello para Reader's nya author yang tercinta, jangan lupa di like, komen, vote dan beri hadiahnya yang buaanyaakk yaaaa... π
bye.... byee..π.. sampai ketemu di cerita selanjutnya.... jangan bosen-bosen nunggu lama ya ππ.
Makasihhhh....