MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Berkuda



Setelah selesai mandi, Zafano dan Anel pergi ke meja makan untuk makan malam.


"Sayang kamu lapar banget ya" tanya Zafano melihat istri nya makan dengan lahap.


"lya aku sangat lapar honey, ini semua gara-gara kamu. Membuat ku merasa lemas dan lapar" ucap Anel. Zafano yang mendengar perkataan Anel hanya tersenyum.


"Makan lah yang banyak biar kuat, kita nanti akan berolahraga panas lagi" jawab Zafano tersenyum.


"Dasar mesum, aku tak mau lagi. Badan ku terasa remuk dan lemas setelah itu" ucap Anel menggeleng-geleng.


"Tapi kamu juga menikmati dan menyukai nya bukan? kamu sekarang terlihat agresif saat main" goda Zafano tertawa.


"Ho...ney..nyebelin" ucap Anel merasa kesal karena di goda suami nya dengan perkataan itu memang benar adanya.


"Sayang, kamu mau kemana" ucap Zafano saat melihat istri nya pergi meninggalkan nya di meja makan sendirian.


"Mau ke kamar, udah gak ***** makan" jawab Anelketus.


" Sayang jangan marah dong "ucap Zafano membujuk istrinya supaya tidak marah dengannya saat berada di dalam lift.


Saat sudah berada di dalam kamar Anel langsung mendudukan bokong nya di atas ranjang bersender dengan kepala ranjang sambil bermain hp.


" Sayang, tolong bicara lah. Jangan diam kan ku, aku tau aku salah aku minta maaf" mohon Zafano menatap istri nya yang sedang sibuk bermain hp.


"Maka nya jadi orang jangan nyebelin. Untuk malam ini hingga seminggunya tidak ada jatah untuk mu" tegas Anel.


Membuat Zafano menggerutuki kebodohan diri nya karena telah berani menggoda istri nya dengan perkataan tadi hingga harus menanggung nasib tidak mendapat jatah nya di pagi dan malam hari.


"Sayang, jangan dong. Nanti Zafano junior gak jadi-jadi." ucap Zafano.


"Aku takut dan malu jika aku hamil lagian aku masih kuliah juga masa depan ku masih panjang" jawab Anel ketus.


"Kenapa takut dan malu, kamu itu punya suami. Jadi jangan takut untuk hamil sayang, untuk kuliah aku membolehkan mu dan tak melarang mu. Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah mu hingga S3 nanti, aku juga mengijinkan mu asal setelah itu kamu tak boleh bekerja cukup di rumah saja merawat, menemani dan mengurus aku dan anak-anak kita." jelas Zafano.


"Tapi aku juga tak mau hamil saat masih kuliah. " ucap Anel.


"Apa salah nya jika kamu hamil saat masih kuliah. Di luaran sana ada banyak wanita yang hamil saat masih kuliah. Mereka senang-senang aja dan tidak masalah" jelas Zafano.


"lya, aku ta.." ucap Anel terpotong.


"Sudah lah jangan di bahas lagi, mending kita tidur sudah malam" ucap Zafano sedikit keras. Karena merasa sedikit marah dengan keputusan Anel. Dan dia juga mengurungkan niat nya untuk mengatakan tentang honeymoon mereka kepada Anel.


--


Anel dari terbangun dan melirik pada jam dinding yang menunjuk kan pukul 05.00 WlB. Dengan keadaan lampu yang masih remang, dia menggapai ponsel milik nya. Melirik wajah tenang Zafano yang tengah tertidur, "Maaf kan perilaku tadi malam, honey" lirih nya. Dengan senyum yang tiba-tiba menggembang, Anel mengarahkan ponsel nya pada wajah Zafano, memotret wajah tampan yang sempurna tanpa lecet sedikit pun secara diam-diam.


"Tidurlah lagi" ucap Zafano membuat Anel terkejut, wajah masih tenang dengan kelopak mata yang masih tertutup.


"Kamu bangun, honey" tanya Anel lirih. Dengan perlahan kelopak mata Zafano terbuka, menggeserkan badannya mendekat Anel.


"Sorry, jika aku mengganggu tidur mu" ucap Anel.


Bukannya menjawab, Zafano memeluk tubuh Anel dengan hangat, dekapannya begitu nyaman dengan sentuhan halus di bahu Anel.


" Pagi nanti kita akan bersenang-senang, tidur lah yang cukup" lirih Zafano tersenyum manis. Dengan terpaksa Anel pasrah menyimpan kembali ponsel nya, menyelimuti tubuh mereka berdua dan memaksa diri nya untuk tidur kembali.


Zafano kembali terbangun saat sinar matahari menerobos melalui celah tirai. Pandangan nya turun pada sosok gadis mungil nan cantik tengah meringkuk di atas dadanya. Gadis cantik yang sudah beberapa hari menjadi istrinya dengan rasa cinta yang dalam kepada nya.


"Morning sayang" ucap Zafano hangat, Anel perlahan bergerak membuka kedua kelopak matanya melihatkan manik mata indah miliknya. Senyuman yang selalu tampil itu membuat Zafano tak tahan untuk tidak mencium dan menerkam tubuh nya.


"Bersiaplah, kita akan berkuda di sisi kediaman ini" ucap Zafano, seketika mata itu melebar dengan raut wajah yang tak percaya.


"Beneran di sisi kediaman milik keluarga mu ini ada kandang kuda? ku kira saat itu kamu bercanda" tanya Anel.


Zafano mengangguk pelan dengan senyum yang begitu manis mempesona.


"Aku tau kamu ingin menaiki kuda setelah sekian lama kamu sudah tak menaiki kuda" ucap Zafano.


"Aku sudah menyuruh mereka untuk menyiapkannya" sambungnya.


"Kamu memang perhatian, terimakasih" ucap Anel tersenyum memajukan wajahnya perlahan, dengan senang hati Zafano menyambutnya. Morning kiss yang memang sudah mereka lakukan secara rutin selama ini begitu juga dengan morning s**, tapi pagi ini Zafano pasrah tak mendapatkannya karena ulah diri nya sendiri.


Anel turun dari atas ranjang turun pergi ke walk in closet membuka salah satu lemari yang isinya penuh baju miliknya sendiri.


"Menurut mu, aku pakai baju yang mana honey" ucap Anel.


"Kemaja kotak warna biru dengan celana panjang" jawab Zafano. Anel pun mengangguk dan pergi ke kamar mandi lalu di susul oleh Zafano.


Jangan lupa beri author hadiah,like and vote ya....


Biar author lebih semangat lagi buat up nya..