
"Sebenernya ada apa sih Zaf, kamu kalau mau curhat buruan curhat, aku mau pulang dan ingin tidur. Besok kerja kalau berangkat telat aku juga takut dan malu sama ayah" ucap Raka.
"Iya tuh, buruan certia nya. Aku juga mau pulang istirahat dan nutup nih cafe" sambung Daniel.
"Ka, Niel...Anel minum pil KB tanpa sepengetahuan ku padahal Anel banget kalau aku,ayah,bunda,mamah,papah ingin sekali. Anel secepatnya hamil dan punya anak" jelas Zafano.
"Mungkin dia belum siap Zaf buat hamil dan punya anak, lagian Anel masih muda" ucap Raka.
"Bener tuh kata Raka, emang kamu tau alasan Anel minum pil KB" ucap Daniel.
"lya, alasannya sama yang di ucapin sama Raka dan dia ingin meneruskan S2 nya di NewYork tapi aku tak setuju karena pekerjaan ku banyak disini. Aku tidak rela berpisah jika Anel tinggal sendiri di NewYork dan aku disini " jawab Zafano.
"Kalau kamu udah tau, kenapa Anel kamu paksa" ucap Raka.
"Ya karena aku ingin punya anak sekarang. Emang apa salah ku jika aku ingin segera punya anak darinya. Kalau gitu sia-sia aku ML sama dia sehari 3 kali " ucap Zafano.
"What? sehari 3 kali? kamu gila Zaf" ucap Raka dan Daniel barengan.
"Kamu pikir ML kayak minum obat sehari 3 kali, apa jangan-jangan kamu Hypersex" tanya Raka.
"Enggak aku gak hypersex" jawab tegas Zafano.
"Bohong kamu" ucap Daniel.
"Aku gak bohong Daniel, Raka. Aku begitu supaya cepet punya anak lagian ML tuh enak juga" ucap Zafano tanpa di fliter.
"Yaudah, kamu kan udah tau juga alasan istri mu. Mending kalian bicara kan secara baik-baik sama Anel" ucap Daniel.
"Sekarang kamu pulang, tenangin pikiran mu. Kasihan Anel pasti cemas dan nungguin kamu pulang" ucap Raka.
"Nanti aja deh aku pulang, aku masih kesal sama Anel.Aku masih malas ketemu sama dia" jawab Zafano.
"Kamu nggak boleh gitu Zaf, Anel juga istri mu kasihan dia kamu tinggal di rumah sendirian. Pasti dia juga cemas." ucap Raka.
"Bener tuh, mending kamu pulang Zaf. Takutnya Anel nyariin kamu di sepanjang jalan dan takutnya Anel kenapa-kenapa, kamu sendiri tau kan kalau Anel tuh cantik banyak yang suka. Kalau hubungan mu seperti ini terus renggang malah banyak pelakor atau pebinor ngrusak rumah tangga kalian, emang kamu mau?" ucap Daniel.
"Tidak, Raka, Daniel, Aku pulang dulu. Thank udah nemenin aku, nasehatin aku, ngingetin aku, nyadarin aku dan lain-lain." ucap Zafano.
"Iya Zaf, good luck" ucap Raka dan Daniel.
"Thanks Rak...Niel.." ucap Zafano.
Zafano pun cepat-cepat pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Zafano melihat Anel tertidur di kursi ruang tamu. Membuatnya lega karena tidak ada terjadi apa-apa pada Anel.
Zafano pun langsung menggendong tubuh Anel, menuju ke dalam kamar dan perlahan-lahan membaringkan tubuh Anel ke atas kasur dan ikut berbaring di sampingnya.
Pagi hari pukul 04:57 Anel terbangun dan di lihat nya dia sudah berada di dalam kamarnya dan tidur di samping suami nya.
"Kok aku ada disini bukan nya tadi malam aku tidur di sofa ruang tamu, apa Honey yang memindahkan ku ke sini dan apa dia sudah memaafkan ku" ucap Anel sambil memandangi wajah tampan suaminya.
Cup
Anel pun segera turun dari ranjang dan membasuh mukanya lalu turun ke bawah untuk memasak di dapur membuatkan sarapan untuk dirinya dan Zafano. Setelah selesai memasak Anel kembali ke kamarnya untuk mandi dan menyiapkan pakaian untuk suaminya pergi ke kantor. Sesampainya di dalam kamar di lihatnya Zafano masih tertidur, Anel pun segera mandi dan berganti baju lalu membangunkan suami nya.
"Honey...bangun udah pagi" ucap Anel membangunkan Zafano sambil mengoyangkan tubuhnya.
"Hmm" deheman Zafano bangun, sambil membuka matanya secara perlahan dan mengerakan tubuhnya.
"Honey, mandi lah sudah aku siapkan air buat kamu mandi dan pakaiannya. Aku tunggu kamu di meja makan dan sekali lagi aku minta maaf" ucap Anel tapi tidak di jawab Zafano malah langsung pergi ke dalam kamar mandi. Anel yang melihat perilaku suaminya itu hanya bisa menghela nafas dan bersabar itu juga karena kesalahannya.
"Maaf kan juga aku sayang, aku begini juga karena mu dan aku ingin kamu sadar akan posisi mu sekarang" guman Zafano saat sudah berada di dalam kamar mandi. Sebenarnya Zafano sudah mulai memaafkan Anel dan dia mencuekan Anel karena dia ingin memberikan pelajaran pada istrinya supaya Anel sadar akan posisinya yang telah menjadi seorang istri. Istri yang harus menghormati suaminya dan juga memenuhi keingan suaminya.
Zafano pun turun saat sudah berpakaian rapi untuk pergi ke kantor. Zafano sampai meja makan di lihatnya Anel yang telah menunggu dirinya duduk di meja makan.
"Honey, ayo sarapan" ucap Anel saat melihat Zafano berjalan menuju meja makan. Dengan segera Anel mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk di berikan pada Zafano.
"Honey, ini makanannya" ucap Anel sambil menaruh piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk di depan Zafano, tapi Zafano pun hanya diam tanpa menjawab ucapan Anel. Suasana di meja makan itu hening tanpa ada obrolan hanya bunyi sendok dan garpu yang saling bersautan.
Hening
Hening
Hening
"Honey, hari ini aku libur kuliah dan ingin main kerumah mamah boleh tidak seka.. " ucap Anel karena dirinya merindukan Wilna,William, Emelly dan semua orang yang ada di kediaman Stanley.
"Pergilah dengan diantar sopir, aku tak ada waktu untuk mengantarkan mu" ucap Zafano sedikit ketus.
" Kamu akan aku jemput nanti malam setelah pulang dari kantor" sambung Zafano cuek.
"lya Honey" jawab Anel sembari mencium tangan Zafano.
-----
Kini Anel sudah berada di perkarangan rumah Miligan. Berjalan masuk ke dalam rumah.
"Mamah...mamah...Anel yang cantik datang..." teriak Anel saat sudah berada di dalam rumah tepatnya ruang tamu.
"Ishh kamu ya dek, kalau datang suka teriak-teriak" ucap Emelly berjalan ke arah Anel lalu memeluknya. Karena saat dirinya sedang asik menonton drakor di ruang keluarga dia di berisikan oleh suara kedatangan Anel. Emelly dan Dion setelah menikah ,mereka tinggal di rumah keluarga Stanley atas permintaan Wilna. Karena dia tidak ingin merasakan kesepian dan tak ada teman mengobrol lagi, sebab dulu dia selalu di temani Anel karena Emelly sibuk bekerja dan memilih tinggal di apartemen tapi sekarang Anel sudah menikah dan tinggal di kediaman Stanley. Oleh karena itu Emelly di suruh Wilna untuk tinggal di kediaman Miligan saja dan tidak boleh tinggal sendiri.
"Mama kemana kak, kok kak Emelly yang datang" ucap Anel cemberut.
"Emang gak boleh ya kalau kakak nyamperin kamu dan meluk kamu." jawab Emelly.
"Boleh dong kak, aku kangen kakak tau" ucap Anel.
"Sama dong kakak juga kangen banget sama adik cantik kakak ini" jawab Emelly.
"Yang pasti lebih kangen kamu tuh mamah...mamah kangen banget sama kamu" ucap Wilna datang tiba-tiba datang dari arah samping.