MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Balap kuda



Setelah selesai bersiap dan sarapan. Zafano dan Anel keluar dari dalam rumah menuju kandang kuda yang berada di sisi bagian barat kediamaan Stanley. Disana selain ada lapangan untuk berkuda juga ada arena pacuan untuk balap kuda yang di buat seperti hutan.


"Honey, apa ini kandang kuda milik mu. Ini sungguh luas sekali untuk ukuran kadang kuda berada di kediamaan" ucap Anel kagum saat berada di lapangan berkuda sambil melihat kandang kuda yang berada di kediamaan Stanley sangat luas.


"lya sayang, ayo kita masuk untuk mencari kuda buat mu" ucap Zafano.



"Honey, ini indah dan mewah sekali kandang kuda nya" ucap Anel berdecak kagum saat sudah masuk ke dalam dan melihat bilik ruangan kuda yang berjejer-jejer.


"Berapa banyak kuda yang di miliki oleh keluarga mu" ucapnya lagi.


"Cuma sedikit 25 ekor kuda" jawab Zafano.


"Woow, 25 ekor kuda. Kamu bilang sedikit itu termasuk sudah banyak tau." ucap Anel.


"Hehehe...kamu mau kuda yang mana" ucap Zafano.


"Kuda hitam itu yang terlihat begitu gagah " jawab Anel sembari menunjuk kuda itu.


"Benar Harcules kuda milik ayah itu sangat gagah sekali" ucap Zafano.


"Harcules milik ayah? kalau gitu tidak jadi" jawab Anel sedikit lesu saat tau itu milik ayah Rendi. Dia tak berani untuk menaiki nya dan takut di marahi Rendi saat tau kudanya di naiki diri nya.


"Kenapa tidak jadi? bukankah tadi kamu bilang ingin menaiki Harcules" ucap Zafano.


"Iya, tapi saat tau itu milik ayah. Aku tak berani dan takut ayah marah" ucap Anel pelan dan berhati-hati.


"Omo sayang...cuma karena itu kamu tak jadi. Dengerin aku sayang, semua barang atau apa pun itu yang di miliki oleh ku, ayah Rendi dan bunda Ratna dalam garis besar keluarga Stanley berarti itu juga milik mu dan kamu berhak memakai nya sesuka mu" jelas Zafano menatap Anel yang juga menatap diri nya.


"Makasih...Honey" ucap Anel lalu mencium bibir Zafano yang juga di balasnya dengan *******.


"Ayo kita keluar kan Hercules dari kandang nya" ucap Zafano.


"Tapi aku takut" cicit Anel.


"Udah tak usah takut kamu pegang kepala nya dan di elus- elus" jelas Zafano.


Anel pun mempratekannya, benar saja Hercules hanya diam dan menikmati sentuhan Anel yang begitu nyaman.


"Sayang, seperti Harcules mulai menyukai mu lihat lah dia begitu senang saat kamu pegang" ucap Zafano.


"lya honey" jawab Anel.


"Sayang lihat sini, aku foto"teriak Zafano, Anel pun melihat kearah Zafano.


Cekrek..


Gambar Anel berhasil Zafano ambil dengan pose Anel tadi memandang ke arah Zafano dengan salah satu tangan nya berada di bagian hidung Harcules seperti mengelus-mengelus nya.



"Sayang, naik lah kita berkuda bersama dengan menaiki kuda masing- masing" ucap Zafano.


"Iya Honey aku juga rindu menaiki kuda sendiri" jawab Anel. Zafano pun membantu Anel menaiki Harcules sebelum dia menaiki kuda milik nya.


Mereka berdua berkeliling di arena pacuan balap kuda yang di buat seperti hutan. Menunggangi kuda secara bersampingan.


"lya Honey, pemandangannya sangat indah dan udara nya segar" jawab Anel.


"Bagus lah, jika kau suka kita akan sering-sering berkuda di sini dan berbalap kuda" ucap Zafano.


"Baiklah, siapa yang takut" jawab Anel.


" Mari kita balap kuda siapa yang sampai duluan di pohon besar itu, dia pemenangnya"tantang Anel.


"Okay, tapi yang kalah harus mengabulkan keinginan yang menang" jawab Zafano.


"Boleh, pasti nanti aku yang menang" ucap Anel percata diri.


"Jangan terlalu percaya diri tuan putri, pasti aku yang menang" ucap Zafano tertawa.


"Hitungan ke tiga, baru boleh berjalan dengan cepat."ucap Anel dan diangguki Zafano.


"Satu...dua...tiga.." hitung Zafano dan Anel barengan.


Kuda mereka berlari dengan kencang dan saling mengejar untuk sampai finish.


"Haha...anda akan kalah tuan putri" teriak Zafano saat sudah berada di depan Anel.


Anel yang melihat dan mendengar perkataan Zafano pun menghentakan tali nya supaya kuda nya bisa berlari lebih kencang lagi hingga berhasil mendalapi Zafano.


"Hahaha...seperti nya aku yang akan menang pangeran" teriak Anel merasa senang yang sebentar lagi sampai finish.


Sedangkan Zafano melihat Anel akan mendekati finish, dia mencoba untuk mengendalikan kuda nya untuk berlari lebih kencang mendahului Anel. Kuda mereka pun saling mengejar satu sama lain untuk mendahului sampai di tempat finish. Balap kuda antara zafano dan Anel, berhasil di menangkan oleh Zafano. Dengan pasrah Anel nanti harus menuruti permintaan Zafano sebagai pemenang.


"Bagaimana tuan putri bisa kau lihat sendiri. Aku pemenang nya jadi kau harus menuruti permintaan dari ku" ucap Zafano tersenyum smirk.


"Iya..iya..sekarang apa yang kau ingin kan, pangeran" ucap Anel sedikit ketus.


"Hahaha...keinginan ku sangat mudah kok. Aku ingin kau mengabulkannya dan tak ada penolakan. Seperti yang selalu ku bilang aku tak suka penolakan" ucap Zafano merasa senang.


"lya..iya cepat kata akan aku kabulkan "jawab Anel.


"Baiklah, aku ingin kau membolehkan ku untuk menjamahi mu lagi mulai nanti malam dan kau harus memuaskan ku setiap saat"ucap Zafano tersenyum.


"Engg.." ucap Anel terpotong.


"lngat tak ada penolakan, sayang" ucap Zafano.


"Hmm..baiklah" jawab Anel singkat.


Anel yang merasa kesal pun melampiaskan kekesalannya dengan menunggangi kuda berkeliling mengelilingi pohon-pohon di sana. Sedangkan Zafano dia duduk di bawah pohon menikmati suasana yang begitu indah dengan melihat Anel yang berlari kesana kemari menunggangi kuda, sesekali dia memotretnya untuk di simpan di galeri ponsel nya.



Setelah capek berkuda Anel memutuskan untuk menghampiri Zafano mengajak nya untuk pulang ke rumah dan segera ingin makan karena perut nya sudah kembali laper dan haus.


"Honey, ayo pulang aku sudah laper dan ingin istirahat." ucap Anel.


"Baiklah, kita pulang" jawab Zafano.


Mereka pun kembali ke kandang kuda dan pulang ke rumah. Di dalam perjalanan mereka saling berbincang, sesekali Zafano menggombali Anel dengan kata-kata romantis yang dapat membuat Anel baper dan semakin cinta pada suami nya yang tampan itu.