
Sarra meminta Adam untuk mengantarnya menemui Alex setelah semalam pria yang mengabdikan hidupnya demi Adam itu melakukan operasi peluru di tubuhnya
Sarra di beritahu Wira kalau keadaan Alex sempat memburuk beruntung ia masih bisa terselamatkan perasaan cemas dan rasa bersalah meliputi Sarra sejak semalam hingga pagi ini dimana Adam baru mengizinkannya untuk melihat sang asisten
''Kak Alex''
Sarra yang memasuki kamar Alex dengan duduk di kursi roda dan infus ditangannya bersama Adam yang mendorong kursi rodanya
pria dingin itu perlahan membuka matanya saat mendengar suara Sarra
''Sarra, kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu dan keponakan ku?''
tanya Alex
Sarra menggenggam tangan Alex dengan mulai berkaca-kaca ia merasa telah berhutang nyawa karna demi melindungi Adam , Alex rela mengorbankan dirinya
''aku baik-baik saja, keponakan Kakak juga baik-baik saja , terima kasih karna Kakak sudah melindungi suami dan keluarga kecil aku tak tau bagaimana membalas semua yang telah kau lakukan demi aku hiks... hiks''
tangis Sarra pun pecah
Alex mengelus rambut Sarra ia memasang senyum di wajahnya untuk membuat Sarra berhenti menangis
''berhenti menangis dan merasa bersalah , semua kulakukan demi untuk melindungi adik-adikku sendiri, dan memang sudah menjadi tugasku dan aku bahagia melihat kalian bahagia''
tutur Alex tulus
''Kakak, lain kali jangan terluka lagi atau aku akan benar-benar marah padamu dan ini perintah dariku''
ucap Sarra dengan mencebikan bibirnya
Alex mengangguk dan menarik hidung Sarra dengan sayannya Adam sekilas nampak kesal namun ia mencoba memahami situasinya
''yang kau lakukan adalah hal bodoh, tapi aku berterima kasih untuk itu hyung , maafkan aku kau terluka untuk melindungiku sampai kapanpun aku akan selalu mengingatnya ''
tukas Adam
''cukup bahagiakan adikku itu saja yang aku inginkan darimu, dan ini perintahku''
titah Alex
''kau!!!
Adam membulatkan matanya saat Alex memberikan perintah namun Sarra tertawa dengan hal itu ahirnya Adam memilih untuk mengalah demi istrinya itu
''hal itu tidak usah kau perintahkan pasti kulakukan kau tau kan bagaimana aku mencintai adikmu ?''
''dasar bucin''
Alex , tertawa bersama Sarra dan Adam dengan semua yang telah terjadi mereka semakin saling memahami dan mengerti akan sifat masing-masing
beberapa hari kemudian Sarra dan Alex sudah kembali ke mansion dan sudah dinyatakan sehat dan bisa kembali beraktifitas namun jangan yang terlalu berat Sarra turun dari mobilnya dibantu Adam yang menggendong bayi mereka
suasana mansion nampak ramai dengan beberapa hiasan balon dan bunga untuk menyambut kepulangan Sarra dan bayinya semua disiapkan Nindiya yang ingin menyambut kepulangan menantu dan cucunya sengaja ia membuat sambutan itu karna rasa bahagianya
Adam juga meminta Kakek Surya, Nenek Larasati, Prasetyo , Sinta, Vino , Rarra, Wira dan Davin untuk datang tak lupa Jenny asisten Sarra yang juga baru keluar dari rumah sakit sebelum kembali ke mansion Sarra juga mengunjungi asistennya pribadinya itu
Pak Yhang, mempersiapkan jamuan dengan lengkap dan mewah atas perintah Tuan Besar Park tak lupa ia juga mengundang beberapa anak yatim untuk ikut mendo'akan baby Rakha dan juga berbagi dengan mereka yang membutuhkan
''sayang, apa kau yang mempersiapkan semua ini?''
tanya Sarra ia merasa bahagia sekaligus terharu disambut semua orang yang ia sayangi dan menyayanginya
''Mama dan Papa, yang membuat ide ini aku hanya membantu sedikit''
jawab Adam
''terima kasih sayang, untuk semuanya aku mencintaimu''
bisik Sarra
''berterima kasihnya nanti saja di kamar, aku tau aku juga sangat mencintaimu''
bisik Adam
Sarra mencubit pinggang Adam dengan apa yang sang suami katakan matanya nampak membulat karna malu dengan pikiran mesum Adam yang tak pernah melihat situasi
''kita tak bisa melakukannya , sampai 2 bulan ke depan , ingat aku masih nifas ''
ketus Sarra
''are you serious???''
Adam membulatkan matanya dengan apa yang dikatakan Sarra yang tersenyum lebar sembari mengangguk
''kalau kau tak percaya kau boleh tanya Dokter Wira , dia akan menjelaskannya padamu Tuan Muda jadi selamat berpuasa''
Sarra berbisik ditelinga Adam dengan sedikit menggoda Adam ,ia menggigit telinga Adam sekilas membuat Adam memejamkan matanya dengan sentuhan Sarra yang dibuat sesensual mungkin untuk membuatnya terpancing
Sarra mengambil baby Rakha dari dekapan Adam dan segera menjauh darinya dengan mengedipkan matanya telah berhasil membuat Adam tergoda
Adam menatap Sarra dengan senyum di wajahnya
''dasar kau , tunggu pembalasanku nyonya Mahendra''
teriak Adam
suasana penyambutan Sarra dan bayinya tampak begitu meriah dan juga kekeluargaan semua nampak gembira dan bercengkrama bersenda gurau
baby Rakha nampak terlelap dalam dekapan semua orang yang ingin menggendongnya dan kini terlelap dalam pelukan Nindiya
Adam menarik Sarra ke salah satu sudut mansion dan membawa Sarra untuk meninggalkan acara penyambutannya
''Mas, kenapa membawaku ke sini ada apa? ayo kita kembali aku takut bayi kita menangis''
Sarra melepaskan tangannya dari genggaman Adam
''bayi kita , tidak akan menangis, ia tau situasi Daddynya ''
ucap Adam yang menarik Sarra kedalam pelukannya mengunci tubuh Sarra
''apa maksud Mas?''
Sarra menatap Adam yang menatap nya dengan seringai di wajahnya
''aku merindukanmu sayang, sejak beberapa hari ini aku sangat tersiksa dengan perasaan ini ku mohon biarkan sejenak aku memelukmu seperti ini please''
rajuk Adam
Sarra tersenyum dengan apa yang Adam katakan di tangkupnya wajah sang suami dan mendaratkan ciumannya di bibir Adam
''baiklah bayi besarku , peluk aku sesukamu aku disini untukmu''
ucap Sarra
Adam tersenyum bahagia ia kembali mendaratkan ciuman di bibir Sarra keduanya pun larut dalam ciuman mereka saling ******* dan beradu lidah masing-masing menikmati indahnya cinta mereka Sarra mengalungkan kedua tangannya dileher Adam sementara Adam memeluk pinggang Sarra dengan sama eratnya
kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaan semua orang di mansion Mahendra yang kini di penuhi cinta dan tawa semuanya begitu banyak ujian dalam perjalanan cinta Adam dan Sarra namun keduanya yakin dan percaya pada kekuatan cinta mereka meskipun sakit dan dipenuhi airmata keduanya mampu melewati semuanya dengan bahagia
ahir kisah sampai disini kisah Adam dan Sarra terima kasih untuk semua readers yang selalu setia menunggu up dari author dan selalu memberikan semangat dan motivasi author untuk terus berkarya terima kasih dan sehat selalu untuk semua readers ππππ