My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Sarra sakit



demam yang Sarra alami semakin memburuk hingga Sarra terpaksa harus di infus Dokter pun sudah datang dan memeriksa Sarra yang kini terlelap di tempat tidur setelah Adam membantunya membersihkan diri dari percintaan mereka tadi pagi


siang beranjak Adam tengah membuat bubur di dapur mansion dan hal itu membuat Alex dan beberapa pelayan terkejut untuk pertama kalinya nya sang Bigbos turun tangan untuk memasak sendiri


''Tuan muda, biar koki dan kami saja yang memasak bubur untuk Nyonya , anda cukup memberikan kami perintah ''


ucap kepala pelayan yang sudah cukup tua seumuran dengan Kakek Surya itu nampak cemas dengan apa yang akan Tuan mudanya itu lakukan


''tidak apa -apa Pak Yhang, aku ingin membuatnya sendiri untuk istriku''


tukas Adam


''kalian pergilah biarkan Bigbos sendiri yang melakukannya jangan cemas, pergilah dan kerjakan pekerjaan kalian ''


ucap Alex sembari menghampiri Adam para pelayan pun menuruti perintah Alex dan meninggalkan mereka berdua


''mereka lebih patuh padamu daripada perintahku''


sahut Adam dengan memutar spatula di dalam panci bubur yang tengah ia masak Alex hanya mengulas senyum nya


''oh ya Lex, terima kasih kau sudah memberitahu Sarra tentang diriku , ketakutanku selama ini ahirnya hilang setelah Sarra mengetahui semuanya ''


ungkap Adam yang untuk pertama kalinya mengucapkan terima kasih kepada seseorang Alex hanya mengangguk perlahan


''sama-sama Tuan, anda pantas untuk bahagia''


ucap Adam singkat


''kapan kau memberitahu Sarra ?''istriku bilang ia sudah lama tau saat masih tinggal di perkebunan''


kembali Adam bertanya dan Alex pun menceritakan pada Adam saat Sarra bertanya tentang dirinya


Flashback on


hari itu setelah Sarra berbicara dengan Kakek Surya dan Nenek Larasati perihal pernikahannya dengan Adam


Sarra yang akan memasuki kamar berpapasan dengan Alex di ruang tamu


''Lex tunggu ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu ''


panggil Sarra


''apa itu Nona ?''apa ini tentang Tuan? '' maaf Nona saya tidak bisa memberitahu Nona biar Tuan saja yang memberitahu Nona ia yang lebih berhak dari pada saya''


Alex mencoba menghindar dari Sarra


''aku memerintahkanmu untuk memberitahuku semuanya Tuan Alexander, kau lupa siapa aku sekarang?''


Sarra menatap tajam Alex yang berubah menjadi tegas itu dan Alex pun tak bisa menolak perintah dari istrinya Tuannya itu kini


''maaf atas kelancangan saya Nona ''


ucap Alex dengan sedikit membungkukan badannya di hadapan Sarra


''Lex , apa suamiku adalah Adam Mahendra teman kecilku dulu saat aku tinggal di korea?''


tanya Sarra memecah pertanyaan yang selama beberapa hari terus berputar-putar di otaknya dan mengganggu pikirannya Alex menatap Sarra dan mengangguk perlahan


tubuh Sarra sedikit terhuyung Alex mencoba untuk membantu Sarra


''maaf Nona anda baik-baik saja''


cemas Alex


''dia datang, dia menepati janjinya padaku dia benar-benar datang ''


lirih Sarra dengan mata mulai berkaca-kaca


''benar Nona , Tuan Adam adalah cinta masa kecil Nona demi anda ia meninggalkan Tuan besar dan memutus hubungan antara Ayah dan putranya setelah pengusiran yang dilakukan Tuan besar terhadap keluargamu Bigbos memutuskan untuk memberitahu Kakeknya yaitu Kakek Mahendra dan memintanya datang ke korea untuk menjemputnya


Kakek Mahendra sangat marah dengan apa yang dilakukan Tuan Besar kepada Bigbos setelah putrinya yaitu mama dari Bigbos yang ia kurung dan tidak diperbolehkan meninggalkan istana Kakek Mahendra pun membawa Bigbos untuk tinggal di indonesia dengan kepintaran dan kecerdasan Bigbos berhasil membangun usaha dan menjadi perusahaan besar ia juga....


''apa Lex teruskan jangan ada lagi yang ditutupi aku berhak tau siapa suamiku ''


desak Sarra


''nona Tuan memiliki jaringan mafia bawah tanah yang ia pimpin ''


Sarra membulatkan matanya kembali teringat bagaimana Adam melindunginya selama ini tanpa rasa takut juga beberapa orang yang bertugas menjaga desa dan perkehunan itu


''Nona saya mohon , setelah Nona tau semuanya jangan tinggalkan Tuan Nona saya mohon Tuan sangat mencintai Nona ''


tukas Alex cemas


Sarra mengusap air matanya dengan perlahan


dan mengulas senyum di bibirnya


''bagaimana mungkin aku meninggalkan orang yang selama ini aku tunggu Lex?''


sudah lama aku menunggunya Lex aku tak peduli dengan apa pekerjaan dan statusnya yang aku tau dia adalah cinta pertamaku Lex ''


ucap Sarra membuat Alex bisa bernapas lega


Flashback off


Alex selesai bercerita dan Adam pun bahagia dengan penuturan Alex


''terima kasih kau memang yang terbaik Lex entah bagaimana nasibku kalau tidak ada kau ''


ucap Adam


''sama -sama Tuan , berbahagialah '' tutur Alex mereka pun mengobrol sembari Adam menyelesaikan memasaknya


Adam membawa bubur yang ia buat ke kamar dimana Sarra terbaring dengan selang infus di tangan nya Adam menaruh bubur dan obat yang Dokter berikan di atas nakas samping tempat tidur


''sayang bangun makan dulu bubur lalu minum obatnya ''


ucap Adam sembari membenahi rambut Sarra


''emmmhh... tidak ah... aku lelah kepalaku pusing aku ingin tidur saja ''


tolak Sarra


''kau bisa tidur lagi setelah makan dan minum obatnya aku sudah membuatkan bubur untukmu makan lah walau sedikit''


titah Adam


''baiklah suamiku''


Sarra perlahan duduk dibantu Adam yang membantunya dan menyuapi bubur buatannya


''bagaimana enak tidak buburnya?''


tanya Adam penasaran


''enak sekali ini bubur terlezat yang pernah aku makan ''


ucap Sarra yang dengan lahapnya menghabiskan bubur dari tangan Adam membuat Adam tersenyum senang


setelah habis dengan buburnya Sarra meminum obatnya dari tangan Adam


''terima kasih sayang, kau sudah merawatku ''


ucap Sarra dengan mengecup tangan Adam pria itu mengecup kening Sarra


''jangan berterima kasih kau istriku aku tak ingin kau terluka atau sakit , cepatlah sembuh ''


tukas Adam


Sarra mengangguk pelan dan kembali memejamkan matanya untuk kembali beristirahat efek obat dan juga rasa lelah membuat wanita itu cepat terlelap Adam mengecup kening juga bibir Sarra sekilas dan beranjak meninggalkan Sarra untuk memeriksa beberapa berkas yang menumpuk di ruang kerja di kamar yang didesain luas dan mewah itu sehingga Adam bisa terus memantau kondisi Sarra sambil bekerja