My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Awal dendam



Adam berbicara dengan Alex saat asisten nya itu kembali ke mansion tengah malam


mereka berbicara serius di ruang kerja Adam


''apa kau sudah melakukan yang aku perintahkan?''


tanya Adam dengan meminum kopi yang Pak Yhang buatkan untuknya


''sudah Tuan, seperti dugaanmu wanita itu memang dalangnya , dan sesuai apa yang kau inginkan karirnya kini sudah hancur dengan bukti-bukti hubungannya dengan beberapa pengusaha dan pejabat kini tengah menjadi pemberitaan hangat di media masa''


tutur Alex


Adam tersenyum puas dengan laporan yang Alex berikan


''bagus , kau memang terbaik Lex''


''itu sesuai dengan balasan yang ia dapatkan karna mengusik wanitaku ''


tukas Adam


Alex mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Adam , pria itu pun memberikan beberapa informasi yang berhasil ia kumpulkan dari orang-orangnya


''Tuan muda, anda harus berhati-hati dengan Tuan besar mungkin tak akan diam saja dengan masalah ini dan bisa saja beliau membantu Merry untuuk keluar dari masalah ini''


Adam mengheula napasnya dengan kasar ia mengingat kembali bagaimana kerasnya sang papa dan apapn harus sesuai keinginannya tidak boleh tidak


''kau benar Lex, Papa tak mungkin diam saja , kau awasi setiap pergerakan yang Papa lakukan juga perketat penjagaan untuk istriku''


timpah Adam


''baik Tuan''


''Sayang''


tiba-tiba Sarra masuk kedalam ruang kerja itu dan menghambur kedalam pelukan Adam


Adam yang terkejut memeluk Sarra dan ia beranjak dari duduknya


''ada apa? kenapa kau terbangun ini sudah malam ''


Adam pada Sarra yang malah menatapnya dengan wajah bahagia


''aku terbangun karna mencarimu, apa benar yang ku lihat di tv barusan kalau dalang dari semua yang terjadi adalah ulah wanita yang hari itu di kantormu ''


tanya Sarra


Adam menoleh ke arah Alex di hadapannya yang tak berani menatap kemesraan tuannya itu


''kau benar, dan berita itu juga benar semua ini berkat Alex yang berhasil menyelidikinya''


ucap Adam


Sarra melirik ke arah Alex


''terima kasih , karnamu aku bisa lebih tenang boleh aku meminta sesuatu darimu ''


ucap Sarra membuat Adam dan Alex saling pandang


''apa itu Nona katakan saja''


jawab Alex


tanya Sarra dengan penuh harap, Alex menatap Adam selama ini hanya Adamlah keluarga yang ia miliki setelah ia kehilangan semua keluarganya dalam sebuah kecelakaan


Alex menatap Sarra dengan perasaan terharu


''baiklah Nona, aku akan menganggapmu sebagai ganti adik perempuanku yang telah tiada''


tutur Alex dengan mata sedikit berkaca-kaca Adam yang tau akan masalalu Alex menepuk pundak Alex


Sarra melompat senang karna Alex mau menjadi saudaranya


''yeayyy, terima kasih , baiklah aku akan memanggilmu dengan sebutan Kakak mulai hari ini ''


Sarra begitu bahagia ia memeluk Alex karna saking senangnya Adam menarik tubuh Sarra yang di peluk Alex


''sudah cukup ,Lex jangan coba-coba kau memeluk istriku ''


sewot Adam


Alex tersenyum mencibir Tuannya itu sementara Sarra menggembungkan pipinya membuat Adam gemas


''dasar bucin''


ledek Alex pada Adam yang melotot padanya


''apa?'' ini di rumah bukan di kantor, dan di rumah kau adalah adik iparku sekarang mengingat kau suami adikku''


timpah Alex


Adam berubah kesal dengan asisten nya itu


''Kakak Alex benar, Mas Adam jangan semena-mena sekarang dia Kakakku''


Sarra dan Alex melakukan tos di hadapan Adam membuat pria itu semakin geram dan kesal


''tunggu balasan ku Lex''


Adam memanggul tubuh Sarra di pundaknya membuat Sarra meronta-ronta namun juga terbahak-bahak dan meninggalkan Alex yang terbahak-bahak sendiri melihat tingkah pasangan suami istri itu


di sisi lain Merry tengah melempar semua benda di apartemen mewahnya di temani asistennya yang histeris melihat kemarahan Merry dibawah pengaruh alkohol


''Nona sadarlah , hentikan semua ini masalahmu tidak akan selesai dengan kemarahanmu hentikan''


tutur sang asisten


''diam kau... aku tak akan tinggal diam dengan apa yang telah mereka lakukan aku bersumpah aku akan membalas mereka lebih kejam dari yang telah mereka lakukan''


bentak Merry


''bagaimana kalau Nona temui Tuan besar, supaya dia mau membantu kita , aku yakin Tuan besar akan mau membantumu Nona ''


kembali asisten itu berkata


Merry menatap sang asisten


''kau benar, Adam tunggu apa yang akan kulakukan padamu nanti, pembalasan selalu pedih Tuan muda''


gumam Merry dengan senyum sinis di wajahnya bersama sang asisten ia pun mulai menyusun rencana untuk berangkat ke korea menemui Tuan besar Papa Adam