
Pagi menjelang sepasang suami istri masih betah berada di tempat tidur Adam membuka matanya terlebih dahulu sebelum Sarra yang masih terlelap di dadanya dengan keadaan tubuh polos tanpa sehelai benang pun pria itu mengulas senyum bahagianya mengingat pergulatannya semalam Sarra begitu membuatnya terlena dan mabuk akan tubuh indah istrinya itu kini
''kau sangat cantik sayang, aku beruntung memilikimu ''
gumam Adam dengan mengecup kening Sarra
tubuh Sarra menggeliat perlahan saat merasakan bibir lembut Adam menyentuh keningnya
''sayang, kau sudah bangun?''
Sarra dengan muka bantalnya Adam tersenyum tipis ia membenahi rambut yang jatuh menutupi wajah sang istri
Cuppp
''selamat pagi istriku cantik, .... morning kiss biasakan setiap pagi kita akan melakukannya''
tutur Adam setelah memberikan ciuman di bibir Sarra membuat Sarra merona juga bahagia
''pagi juga.... ''
Sarra pun melakukan perintah Adam dengan mencium pipi suaminya itu Adam tersenyum bahagia
''jangan hanya di pipi, tapi disini dan disini ''
Adam menggoda Sarra dengan menunjuk pipi kanan dan kiri nya dahi dan jug bibirnya Sarra membulatkan matanya dengan permintaan Adam
''jangan macam-macam ''
tukas Sarra
''aku tidak macam-macam hanya satu macam ''
bisik Adam dengan kembali menarik tangan Sarra dan membawanya untuk menyentuh sesuatu di bawah sana yang sudah kembali meminta untuk masuk kembali ke lembah kenikmatannya
Sarra membulatkan matanya sekaligus dengan wajah yang semerah tomat kembali teringat saat mereka melewati malam pertama mereka
''jangan sekarang, tubuhku masih sakit ''
Sarra dengan wajah tertunduk Adam menarik tangan Sarra membawa istrinya itu ke dalam pelukannya
''maafkan aku , telah membuatmu merasa kesakitan tapi aku tak bisa menahan diriku saat aku berada di sisimu , kau terlalu menggoda sayang''
''emmhh... tidak apa-apa lagi pula sudah kewajibanku sebagai istri memberikan hak kepada suamiku , kau suamiku juga pemilik hati dan ragaku aku bahagia bisa menyerahkan kesucianku untukmu ''
ungkap Sarra
Adam kembali mengecup kening Sarra dalam dekapannya Sarra memejamkan matanya menikmati kasih sayang Adam untuknya yang begitu besar
''aku ingin mandi ''
ucap Sarra beranjak dari pelukan Adam dengan membelitkan selimut ke tubuh polosnya wanita kesayangan Adam itu turun dari tempat tidurnya namun
''a-aww''
Sarra meringis kesakitan Adam segera memangku tubuh Sarra
''kau kenapa?''
''i-itu aku sa-sakit, aku tidak bisa berjalan ''
''hahahaa.... '''
Adam terbahak dengan apa yang Sarra katakan melihat Adam terbahak Sarra pun kesal ia memukuli dada Adam
''semua ini karna kau ... aku jadi seperti ini''
kesal Sarra
''baiklah, maaf kan aku biar aku yang akan membantumu untuk membersihkan diri''
Adam membopong Sarra ke kamar mandi ia mendudukan tubuh Sarra di wastafel sementara ia menyiapkan air hangat di bathtub untuk Sarra mandi
Sarra melihat Adam yang dengan telaten membantunya untuk membersihkan dirinya suaminya itu menuangkan sabun juga aromaterapy di bathtub agar Sarra merasa rilex
''airnya sudah siap, kau bisa berendam sebentar agar kau merasa segar nantinya''
Adam membantu Sarra untuk masuk ke bathtub dan melepas selimut yang membalut tubuh Sarra
Adam meninggalkan Sarra untuk santai sejenak dengan berendam di bathtub dengan air hangat ia sendiri memutusakan untuk mandi di bawah Shower dengan air hangat juga beberapa saat kemudian Adam selesai ia pun keluar dari kamar mandi ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya
netra matanya menangkap sesuatu di tempat tidur terdapat bercak darah di atas sprei putih itu yang menjadi saksi kesucian Sarra untuknya Adam mengulas senyum bangga juga bahagia dengan itu
( I Love You Sarra Lim istriku )
gumam Adam dengan perasaan bahagia yang tak bisa untuk di gambarkan dengan kata-kata.
Sarra Lim Mahendra