My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Ngidam



Keesokan harinya Sarra terbangun dalam pelukan sang suami Sarra menatap wajah Adam yang terpejam di hadapannya tangan Sarra terulur mengusap wajah sang suami perlahan


alis tebal bulu mata yang lentik hidung mancung dab kulit putihnya membuat Sarra tersenyum dengan ketampanan yang dimiliki sang suami


''bagaimana mungkin ,ada laki-laki setampan dirimu suamiku, aku sangat mencintaimu ''


gumam Sarra dengan mendaratkan ciuman nya di bibir Adam tanpa sadar kalau Adam sebenarnya sudah terbangun Adam menahan tengkuk Sarra dan memperdalam ciuman mereka Sarra membulatkan matanya namun ia juga malah menikmati ciuman itu


''kau mulai nakal ?apa kau masih menginginkan ku lagi setelah semalam ?''


tanya Adam sembari mengerlingkan matanya Sarra tertunduk dengan wajah yang bersemu merah karna ia ketahuan sedang memuja suaminya


''tidak, bukan begitu a-aku... awww''


Sarra mengaduh membuat Adam terkejut melihat hal itu


''sayang kau kenapa?''


panik Adam


Sarra tersenyum dan menarik tangan Adam dan menaruh tangan Adam di perut buncitnya nampak sang bayi sedang bergerak aktip didalam sana


Adam tersenyum bahagia saat tangannya bisa menyentuh pergerakan bayinya


''dia kuat sekali menendang disana, apa terasa sakit ?''


cemas Adam


''tidak, hanya sesekali saja aku sangat menikmati kehamilan ini Mas, aku bahagia''


ucap Sarra


Adam membelai wajah sang istri dan mendaratkan sebuah kecupan di keningnya


''Mas , senang kalau kau bahagia teruslah bahagia sayang''


tutur Adam


Sarra mengalungkan kedua tangannya di leher Adam yang tanpa mengenakan pakaian itu menampilkann dada bidang sang suami Sarra tersenyum manja


''Mas, aku menginginkan sesuatu ''


Sarra mulai dengan manjanya


''apa itu katakanlah ?''


Adam dengan memeluk Sarra dengan tangan mulai menjelajah kesana kemari dan menciumi Sarra


''emmm... Mas, aku ingin makan masakan yang di buat Papa ''


ucap Sarra , membuat Adam menghentikan aktifitasnya mencumbu Sarra yang menatap Adam sembari tersenyum dengan wajah memelasnya


''apa ini keinginan my boy?''


Adam mengelus perut Sarra dan sang istri mengangguk perlahan


''rupanya anakku ini ingin mengerjai kakeknya ya , baiklah Daddy akan mengabulkan keinginan mu sayang ''


ucap Adam


''tapi ada syaratnya ''


seketika Sarra terdiam dengan apa yang dikatakan Adam , Adam tertawa dengan reaksi Sarra dengan cepat ia kembali meraih tubuh Sarra dan mengungkungnya kembali dalam kungkungannya


''puaskan dulu suamimu ini , karna kau sudah membuat junior terbangun sedari tadi ''


bisik Adam ditelinga Sarra yang membuat rona merah di wajah Sarra semakin memerah dengan permintaan Adam tanpa basa-basi lagi Adam kembali merasuki tubuh sang istri di pagi hari dengan penuh hasrat yang menggebu -gebu membuat Sarra mendesahkan namanya meraih kenikmatan dunia yang selalu berhasil membuatnya terbang melayang ke langit ketujuh


sesuai dengan janji Adam pada Sarra , pukul 9 pagi Adam dan Sarra meninggalkan Hotel kembali kerumah besar dengan para pengawal mereka


Tuan Besar Park di buat terkejut dengan permintaan Sarra saat Adam menghubunginya tadi


Tuan Besar yang sedang meting pun memutuskan untuk kembali ke rumah karna ia tak ingin mengecewakan keinginan menantunya ditemani Nindiya , Tuan Besar mulai memasak makanan untuk Sarra yang duduk memperhatikannya di meja pantri bersama Adam yang menikmati kopi sembari memeriksa beberapa email yang masuk di handphonenya


''Sarra, kau ingin Papa memasak apa sayang?''


tanya Nindiya


''Sarra , ingin Papa memasak apa saja asal kan Papa yang memasaknya ''


ucap Sarra dengan suara pelan dan tertawa tipis ia merasa malu dengan permintaannya yang meminta sang mertua untuk memenuhi keinginannya


Tuan Besar, dan Nindiya tersenyum senang mendengar penuturan menantu mereka itu dengan cekatan Tuan Besar mulai memotong sayuran dan meracik bumbu di bantu Nindiya yang mengarahkan suaminya itu



''Sarra, ini beberapa menu yang Papa bisa , semoga kau suka, sekarang ayo makanlah ''


ucap Tuan Besar dengan menyajikan hasil masakannya di hadapan Sarra yang terlihat berbinar


Sarra bertepuk tangan dengan gembira saat makanan yang ia tunggu sudah tersaji dan terlihat menggugah selera itu tak hanya Sarra , Adam pun di buat terpana dengan hasil masakan sang Papa


''yeayyy... ini pasti sangat lezat , terima kasih Pah''


Sarra dengan senyum bahagianya ia mulai menikmati makanannya karna sedari pagi ia memang belum sarapan karna hanya ingin makan masakan Tuan Besar Park


''iya nak, syukurlah kalau kau menyukai masakan Papa''


tukas Tuan Besar


''emm... ini lezat sekali , sayang kau coba juga ''


Sarra mengasongkan makanan dari sumpitnya ke mulut Adam


Adam menerima suapan Sarra dan memang makanan yang di buat sang Papa sangat lezat


''kau benar sayang ini memang sangat lezat , aku tidak menyangka Papa jago masak''


puji Adam, Tuan Besar dan Nindiya tertawa senang melihat menantu dan putra mereka bahagia dengan hal kecil yang mereka lakukan


''jangan terlalu memuji , ayo Sarra makanlah yang banyak ''


Tuan Besar kembali menaruh beberapa lauk di mangkuk Sarra


Sarra mengangguk dan memakan makanan yang tersaji dengan lahapnya suasana semakin bahagia dengan kedatangan Alex bersama Jenny yang turut makan atas perintah Nindiya wanita paruh baya itu kini bahagia karna sang suami sudah banyak berubah dan bersikap bijaksana juga penuh kasih sayang terhadap siapapun