My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Awal baru




Adam membawa Sarra ke apartemen miliknya yang terletak dipusat kota pengawalan ketat selalu Adam terapkan kemanapun ia pergi demi keamanan sang istri


Sarra begitu terpukau akan suasana apartemen yang mewah dan tertata dengan rapi walapun jarang di tempati tapi Adam selalu menyuruh orang-orangnya untuk merawat apartemen miliknya


''sayang apa kau suka dengan tempat ini?


tanya Adam sembari memeluk Sarra dari belakang dan meletakan wajahnya diceruk Sarra yang berdiri memandangi pemandangan kota juga laut yang terlihat jelas dari balik jendela sekilas Adam mengecup pipi Sarra


''aku suka Mas, disini terasa nyaman juga tenang terima kasih Mas selalu membuatku nyaman dan terlindungi''


ucap Sarra


''Mas ingin kau selalu bahagia, jangan pernah bersedih hanya itu yang Mas inginkan dalam hidup ini kebahagiaanmu adalah yang paling penting senyummu membuat Mas bahagia''


tutur Adam tulus


Sarra membalikan tubuhnya menghadap Adam dan kedua tangan nya memeluk tubuh Adam ia menjatuhkan dirinya di pelukan sang suami yang begitu mencintainya itu


''aku tau, mulai saat ini aku akan bahagia untukmu dan untuk semua orang yang menyayangiku juga bayi kita''


Sarra mempererat pelukannya pada Adam yang juga memeluknya erat dan menciumi kepala Sarra ia bahagia mendengar ungkapan Sarra


''baiklah jangan terlalu lelah kau baru pulang dari rumah sakit sebaiknya kau istirahat dulu, ayoaku tunjukan kamar kita di lantai atas kau pasti akan suka''


Adam menarik tangan Sarra dengan bergandengan keduanya menuju lantai atas apartemen mewah Adam yang memang secara khusus di desain oleh nya sendiri



begitu memasuki kamar Adam kembali memeluk Sarra dengan erat dan mendaratkan ciumannya di bibir Sarra


''aku sangat merindukanmu sayang ''


Adam kembali mendaratkan ciumannya di bibir Sarra yang membalas ciumannya tak kalah panasnya dengan dirinya Adam memeluk pinggang Sarra dan Sarra mengalungkan kedua tangannya di leher Adam keduanya terus berpagut mesra saling melepaskan rindu


Sarra membuka mulutnya membiarkan Adam mengabsen isi mulutnya saling bertaut lidah mengecap rasa yang semakin lama semakin menuntut lebih


Adam menggiring Sarra hingga ke tempat tidur dengan bibir saling bertautan Adam melepas retsleting gaun Sarra dan melepaskannya perlahan sementara Sarra membuka kancing kemeja Adam satu per satu menampakan tubuh atletis Adam


keduanya hanyut dalam sentuhan-sentuhan yang membuat mereka terbuai dan melayang menikmati sensasi nikmat yang mereka rasakan Adam begitu memuja Sarra hingga ia sendiri semakin di buat tergila-gila


Sarra mengguyar rambutnya sendiri saat merasakan tubuhnya di dera rasa nikmat pelan tapi Adam membuatnya semakin merasa dicintai dan di inginkan


''ehhmmm....sayaaang.... aaahhh''


Sarra meremas sprei di sampingnya saat Adam memasukinya Adam memacu dirinya diatas tubuh Sarra dengan bertumpa pada lutut dan kedua tangannya sekilas ia mengelus perut Sarra dan mengecup perut Sarra


Adam mencumbu Sarra malam itu dengan penuh kerinduan dan hasrat yang mengebu setelah lama ia menahannya kini ia merasakan kembali kehangatan dan cinta dari Sarra


beberapa saat kemudian Adam beranjak melepaskan pelukan Sarra yang terlelap usai pergulatan mereka Adam membenahi rambut Sarra yang berantakan di wajahnya sekilas ia mengecup kening sang istri yang telah memberinya kepuasan itu


''dasar putri tidurku''


Adam juga mengelus perut rata Sarra kemudian ia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya


setelah usai membersihkan diri Adam keluar dari kamar menuju lantai bawah dimana Alex, Wira dan Davin sudah duduk menunggunya


''kalian sudah datang ?''


tanya Adam yang kemudian duduk diantara mereka di sofa single dengan bertumpang kaki


''iya kami datang membawa barang keperlauan kalian juga beberapa berkas yang harus Tuan muda periksa''


sahut Alex


timpah Wira sembari melirik Davin yang hanya diam tanpa kata


''emm baiklah, terima kasih''


Adam mengambil sofdrink di meja yang di bawakan Alex dan meminumnya


''Tuan Muda, aku sudah melalukan yang kau minta dan sesuai dugaan Nona ikan sudah memakan umpan kita ''


ucap Alex dengan senyum misteriusnya Adam tersenyum mendengar hal itu


''bagus , kita hanya tinggal menunggu ia masuk perangkap apa benar ia di bantu Damon Draco?


tanya Adam


''benar menurut informan kita Merry menjadi kekasih Damon Draco saat ini mereka berada di Jerman''


jawab Alex


''Tuan Muda , apa tidak berbahaya kita melakukan ini , kau harus ingat saat ini Nona tengah mengandung juga ia masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu''


tiba-tiba Davin ikut menimpali pembicaraan Alex dan Adam membuat ke 3 pria itu menatap Davin dengan penuh curiga terutama Adam yang beberapa waktu lalu merasa Davin berubah sikap


''maaf bukan maksudku untuk ikut campur aku hanya mencemaskan pasienku sebagai seorang Dokter''


Davin menghindari tatapan Adam


''terima kasih, aku mengerti jangan sungkan, tadinya aku juga cemas akan hal itu tapi Sarra yang ingin melakukan ini , aku hanya ingin ia bahagia ''


tukas Adam


''Adikku pasti sudah memikirkan rencana ini dengan matang , jadi jangan terlalu cemas ''


Alex menimpahi perkataan Adam


ke 4 pria itu kembali berbincang dengan santai sembari menikmati sofdrink mereka dan beberapa cemilan tiba-tiba Sarra turun dari lantai atas memanggil-manggil Adam dengan memakai kemeja putih yang Adam kenakan tadi membuat Sarra terlihat begitu seksi


Adam membelalakan matanya namun ia tak bisa berbuat apa-apa saat Sarra dengan manjanya duduk di pangkuannya bergelayut manja


''Mas kenapa ninggalin aku sih ?aku mencari-cari Mas tadi''


Sarra menangkup wajah Adam dan mencium bibir sang suami di hadapan Alex , Wira dan Davin yang melihat Sarra dan Adam mereka jadi gugup sendiri berbeda dengan Alex yang nampak biasa saja dengan kemesraan suami istri itu


''ada Alex , Wira dan juga Davin jadi Mas menemui mereka dulu maaf Mas membuatmu mencari Mas''


ucap Adam


Sarra mengangguk dan kembali menelusupkan wajahnya di pelukan Adam


''aku masih ingin tidur tapi karna mual aku terbangun ''


tukas Sarra


''apa sekarang kau baik-baik saja mumpung ada Wira biar kau diperiksa''


Adam panik mendengar Sarra mual-mual


''sekarang sudah tidak lagi , aku hanya ingin menghirup aroma tubuhmu saja dan mualku jadi hilang''


Sarra kembali menelusupkan wajahnya di pelukan Adam


Adam membiarkan Sarra menghirup aroma tubuhnya dan terlelap di pangkuannya Alex , Wira dan Davin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka dengan tingkah manja Sarra saat ini