My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Kejujuran Adam



pagi menjelang saat Sarra masih terlelap bergulung selimut tanpa Adam di sisinya pria itu bangun pagi-pagi sekali untuk menemui Vino di ruang bawah tanah


''pagi Tuan ''


sapa Alex dan para penjaga di ruang bawah tanah itu


''pagi , bagaimana. keadaan pria itu ?


tanya Adam yang menyuruh penjaga untuk membuka pintu dimana Vino di sekap


Adam berdiri di hadapan Vino yang terdiam dengan tubuh penuh luka


''kau sadar dengan kesalahanmu Tuan Bramantyo?''


''kenapa kau tidak membunuhku saja sesuai dengan julukanmu sebagai seorang mafia dan pembunuh berdarah dingin''


ujar Vino


''heh... kau pikir aku tak akan melalukan itu?hanya karna istriku mencegahku bukan berarti aku akan mengampunimu , siapapun yang sudah mengusik ketenangan ku aku pastikan ia akan hancur ''


sinis Adam dengan raut wajah dingin tenang dan tak terbaca


''apa yang kau inginkan dariku sebagai ganti kebebasanku ''


tukas Vino


''mudah saja, kau harus menikahi Rarra adik Sarra karna kau sudah berulang kali menidurinya dan juga kau harus mengembalikan semua dana yang kau dan Ayahmu ambil dari perusahaan Ayah istriku''


timpah Adam membuat Vino menatap nya tak percaya dengan apa yang ia dengar


''apa Sarra yang memintamu melakukan ini?''tanya Vino


''jangan kau sebut nama istriku dengan mulut kotormu panggil dia dengan sebutan Nyonya Mahendra''


bentak Adam


''heh... apa dia tau siapa dirimu yang sebenarnya? aku yakin dia akan menjauhimu saat ia tahu siapa dan apa pekerjaanmu dibalik julukan mu sebagai seorang Sultan tampan tidak lebih dari pria dingin dan juga kejam ''


ucapan Vino membuat Adam tertohok namun ia tetap berusaha tenang dihadapan pria itu


''itu urusanku bukan urusanmu , yang harus kau lakukan turuti semua perintahku kalau kau masih menginginkan nama Bramantyo ada di muka bumi kecuali kau ingin hancur dengan senang hati aku akan dengan mudah melakukannya hanya dengan satu panggilanku semua akan hancur tanpa jejak''


ungkap Adam


Vino mau tidak mau ahirnya menuruti keinginan Adam dan berjanji akan menikahi Rarra juga mengembalikan semua Aset yang ia ambil dari perusahaan Prasetyo


Adam memerintahkan Alex untuk mengantarkan Vino ke kediamannya


''awasi terus gerak geriknya dan tempatkan beberapa orang-orang kita di perusahaan juga di kediaman Bramantyo jangan buat kecurigaan aku yakin mereka tidak akan begitu saja patuh pada keinginanku''


ucap Adam


''baik Tuan''


usai menemui Vino pria itu segera kembali ke kamarnya dengan menggunakan lift dari ruang bawah tanah menuju lantai atas dimana kamar utama yang ia tempati berada bersama Sarra Adam membuka pintu kamar pria itu mendapati Sarra masih tertidur bergulung selimut dalam keadaan tubuh masih polos Adam membenahi rambut Sarra yang jatuh di wajahnya


Adam tersenyum mengingat percintaan mereka semalam yang begitu panas juga Sarra yang begitu posesif terhadapnya ia juga senang melihat beberapa jejak di leher dan memenuhi dada Sarra


''emmmhh... ''


Sarra menggeliatkan tubuhnya saat Adam mengecup bibirnya sekilas ia tersenyum menatap sang suami


''morning kiss my wife''


bisik Adam membuat Sarra tersipu namun juga bahagia


''morning too my husband''


Sarra membalas ciuman Adam kembali dan menelusupkan wajahnya di pelukan Adam seolah ia merasa nyaman dalam pelukan pria itu Adam mengelus punggung Sarra yang terbuka namun ia sedikit terkejut merasakan tubuh Sarra yang panas karna demam


''sayang kau demam , tubuhmu panas?''


cemas Adam ia menaruh telapak tangannya di kening Sarra yang tertutupi plester karna luka saat terjatuh kemarin yang di akibatkan Vino


tutur Sarra


''tidak bisa, kau harus tetap di periksa ''


Adam meraih hpnya di meja nakas dan memerintahkan Alex untuk memanggil Dokter pribadinya


''kau tidak berubah sejak dulu pangeran tampanku''


lirih Sarra ucapan wanita itu membuat Adam tertegun ia menatap Sarra tanpa berkedip ia sadar kalau Sarra menyembunyikan sesuatu darinya


''apa maksudmu sayang kau-kau ingat siapa aku ?


tanya Adam penasaran Sarra mengulas senyum tipisnya dan mengatur posisinya untuk duduk bersandar di tempat tidur sambil tersenyum menatap Adam dan mengenggam tangan pria itu yang ia ciumi tangan itu


''aku tau kau adalah pangeran tampanku saat kita masih di desa , saat kau memanggilku dengan sebutan bunga persikku'' panggilan itu hanya pangeranku yang berikan untukku''


tutur Sarra


''dan apa kau tau siapa aku kini dan apa pekerjaanku ?''


tanya Adam dengan penuh rasa khawatir kata-kata Vino kembali terngiang di telinganya bagaimana kalau Sarra tau kebenarannya ia akan meninggalkannya


''aku tau Adam Mahendra sultan tampan dari korea pengusaha terkaya di dunia juga seorang bos mafia dengan julukan Bigbos''


timpah Sarra membuat Adam terkejut tak percaya entah ia harus bersikap bagaimana kini antara senang atau sedih sang istri tau siapa dirinya di tatapnya Sarra


''apa kau tidak keberatan dengan jati diriku ?apa kau akan meninggalkan ku setelah tau semuanya ?''


Sarra menangkup wajah Adam dan mendaratkan ciumannya di bibir sang suami


''kenapa aku harus meninggalkan orang yang aku cintai sejak lama, aku telah lama menunggumu datang membawaku pangeranku , kau meninggalkan keluargamu demi aku gadis biasa tanpa ada yang bisa di banggakan pantas keluargamu membenciku''


lirih Sarra membuat Adam terperangah dan menggelengkan kepalanya akan ucapan Sarra


''tidak kau gadis yang aku inginkan kau yang membuatku bahagia kau juga yang membuatku tersenyum kau anugerah terindah dalam hidupku kemanapun dan sampai kapanpun aku akan tetap mencari dan mengejarmu ''


tukas Adam pasti


''dan aku akan selalu menunggumu berapa lama pun aku tak peduli asalkan itu kau aku tidak peduli dengan statusmu atau apapun yang kucintai hanya karna itu kau pangeran tampanku dan aku tak pernah sedetikpun melupakan janji kita dulu ditaman bunga persik itu ''


ungkap Sarra


''kau masih ingat?''


tanya Adam


''aku tidak akan pernah melupakannya ''


Adam menarik Sarra kedalam pelukannya apa yang ia takutkan kini hilang setelah pengakuan Sarra bahagia dan juga senang menyatu menjadi satu ia dengan mengebu-gebu menciumi seluruh wajah Sarra tanpa terlewat membuat Sarra tertawa geli


''terima kasih kau sudah mau menerimaku juga mencintaiku ''


ucap Adam


''berterima kasihlah pada Alex dia yang sudah memberitahuku tentang semuanya dan siapa dirimu pangeran ku ''


tukas Sarra dengan kembali mendaratkan ciumannya di bibir Adam , pria itu terkejut dan nampak berpikir sejenak tentang Alex


( Alex kau terbaik)


dalam hati Adam


''sayang apa kau mau menggodaku ?''


ucap Adam saat tanpa sadar Sarra memeluk Adam dan selimut yang menutupi tubuhnya melorot ke bawah begitu saja wajah Sarra berubah merona karna malu


''a-aku''


belum selesai Sarra menyelesaikan kata-katanya Adam sudah ******* bibirnya tanpa memberi waktu Sarra untuk bicara dengan napas terengah Adam kembali merasuki Sarra di pagi hari walaupun Sarra dalam keadaan demam namun godaan yang diberikan sang istri membuat Adam lupa segalanya