My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Wanitaku




''wanitaku ''


gumam Adam dan apa yang dikatakan Adam terdengar oleh Merry yang menatap wanita yang nampak asing baginya itu Sarra menghampiri Adam dan menjatuhkan dirinya dalam pelukan sang suami


''sayang , maaf aku terlalu lama''


lirih Sarra , Adam mengangguk perlahan dan memeluk Sarra dengan erat meredam amarah yang mengusai dirinya Merry yang melihat hal itu semakin dibuat geram


''dasar laki-laki munafik kau sama saja dengan laki-laki brengsek diluaran sana , tadi kau menghinaku karna melukai istrimu dan sekarang apa ini?


Merri menatap Adam dengan senyum mengejek Sarra melepaskan dirinya dari pelukan Adam kini ia menatap Merry wanita yang telah membuat luka di hati juga di kehidupannya itu ada dihadapannya seolah tak merasa bersalah


''hey kau tau laki-laki yang kau peluk itu sudah menikah dan istrinya sedang koma di rumah sakit dan kau mau saja menjadi simpanannya dasar ****** ''


''PLAAAAAKKKKK''


Sarra menampar wajah Merry dengan cukup keras membuat wanita itu terdiam seketika Merry berusaha membalas tamparan Sarra namun dengan cepat Sarra menangkap tangan Merry dan tertahan di udara


keduanya saling menatap tajam Sarra kembali mengingat apa yang dilakukan Merry kepadanya begitu juga Merry seolah ia tak asing dengan tatapan mata wanita dihadapannya itu


''jaga mulut kotormu itu , siapa yang ****** disini Nona Merry?''


bentak Sarra apa yang dilakukan Sarra membuat Adam tersenyum tipis Jenny , Alex dan para pengawal bermaksud untuk membantu Sarra namun Adam memberikan isyarat untuk diam ia ingin melihat bagaimana Sarra menghadapi Merry


''siapa kau , su-suaramu ?''


Merry menatap Sarra dengan tatapan menyelidik Sarra menarik tangan Merry dan menekuknya kebelakang membuat Merry kesakitan Sarra mencengkram tangannya begitu kuat


''aaww... lepaskan tanganku sialan ''


rintih Merry


''sakit yang rasakan tidak sebanding dengan sakit yang kau berikan padaku , ini tidak ada apa-apanya dimana hati nuranimu saat kau melukai wajahku hah.... ''


Sarra mendorong tubuh Merri hingga hampir terjerembab ke depan Merry berbalik menatap wanita dihadapannya


''ka-kau Sarra?''


ucap Merry terbata syok dengan kenyataan dihadapannya ia tak menyangka akan bertemu dengan wanita yang ia amat benci itu Sarra mendekati Merry dengan kedua tangan di lipat di dadanya


''benar aku Sarra, Sarra Lim Mahendra wanita yang kau siram dengan air keras kenapa? kau heran aku disini dan bukan dirumah sakit ?''


semua ini rencanaku ''


ungkap Sarra


apa yang dikatakan Sarra membuat Merry semakin syok ia sadar dirinya masuk perangkap yang direncanakan Sarra dan Adam tubuhnya lemas tak bertenaga


''aku tak mengira hanya karna ingin membalas dendam juga menginginkan seorang pria kau tega melakukan semua ini dan menghancurkan hidupmu sendiri, kau wanita kejam ''


geram Sarra


''hahahaha.... baiklah aku memang kejam , aku melakukannya karna aku membencimu Sarra Lim aku sangat membencimu aku berdo'a semoga kau selalu menderita''


''PLAAAAK''


kembali Sarra melayangkan tamparannya pada Merry


''ini untuk apa yang telah kau lakukan padaku ''


''PLAAKKK.... ini karna mencoba menggoda suamiku dan ini''


''PLAAAAKKKK'' untuk bayiku karna kau aku hampir kehilangan dia ''


Sarra menampar Merry beberapa kali Adam menahan tubuh Sarra ia khawatir dengan Sarra yang tengah mengandung ia takut terjadi sesuatu akibat terlalu emosi


''baik Tuan Muda''


Alex dan Jenny membawa Merry dengan paksa wanita itu terus berteriak memaki-maki Sarra dan Adam membuat semua isi kantor menatap Merry tak percaya kalau wanita yang datang itu adalah Merry sang model internasional yang menjadi buronan


Sarra mencoba menenangkan dirinya di bantu para karyawan dengan mengambilkan minum untuk Sarra


Adam nampak begitu cemas dengan keadaan Sarra yang seperti itu


''Tuan Muda , bagaimana kalau saya panggilkan Dokter untuk Nona Sarra''


ucap salah satu karyawan yang kini tau bahwa wanita dalam pelukan Adam itu adalah Sarra istri Bigbos mereka


''tidak usah aku baik-baik saja terima kasih karna kalian sudah mencemaskan aku , sekarang pergilah ke ruangan masing-masing tinggalkan aku bersama suamiku''


ucap Sarra


''baik lah Nona , syukurlah anda baik-baik saja , oh ya Nona anda cantik sekali ''


ucap karyawan itu


Sarra hanya mengulas senyum akan ucapan karyawan itu dan mereka membubarkan diri dari ruangan Adam meninggalkan Adam dan Sarra


Adam membopong Sarra ke tempat tidur diruangan tempat ia beristirahat dan membaringkan Sarra dengan hati-hati


''sayang, benarkah kau baik-baik saja ''


Adam mengelus perut Sarra cemas teringat akan emosi Sarra tadi yang meluap-luap


Sarra menatap Adam dengan mengulas senyum di bibirnya


''aku baik-baik saja jangan cemas my boy juga baik-baik saja ''


tukas Sarra


''Mas tidak mengira kalau kau bisa sekasar itu saat kau marah ''


Adam menggoda Sarra


''jadi jangan coba-coba membuat ku marah, aku hanya melindungi apa yang aku miliki Mas , apa pun akan ku lakukan demi melindungi suami dan bayiku apa pun''


tutur Sarra


Adam mengecup kening Sarra dengan perasaan bahagia nya Sarra memejamkan matanya meresapi kecupan Adam


''disini juga ''


Sarra menunjuk bibirnya sendiri meminta Adam menciumnya Adam tertawa dengan tingkah Sarra yang membuatnya gemas di tariknya hidung Sarra karna gemas


''kau ini manja sekali , kau tau kau membuat Mas gemas''


ucap Adam


Sarra tertawa dengan apa yang dilakukan Adam


''I Love you sultan tampanku ''


bisik Sarra di telinga Adam dengan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami Adam memeluk pinggang Sarra dengan bertumpu pada kedua lututnya ia mendaratkan ciumannya di bibir Sarra


''I Love you bunga persikku wanitaku''


Adam mencium bibir Sarra dengan penuh kelembutan Sarra meremas rambut Adam dan membalas ciuman Adam tak kalah panasnya


keduanya bercumbu di kamar pribadi Adam itu tanpa melihat situasi di luar kantor yang ramai dengan wartawan dan juga karyawan yang membicarakan tentang Sarra yang kini telah memiliki wajah baru dan penangkapan Merry