
Adam ahirnya memutuskan untuk memanggil Dokter Wira ke mansion karna Sarra yang tak mau bangun dari tidurnya sejak tadi siang Adam membopong tubuh Sarra dan membaringkannya di tempat tidur kamar mereka
Sore hari Dokter Wira pun datang bersama dengan Alex yang pulang dari kantor mereka berpapasan di halaman mansion
''Wira, ada apa kau kemari ? jangan bilang kalau Bigbos yang menyuruhmu kesini?''
tanya Alex yang mulai mencemaskan Sarra ia teringat akan Adam yang mendadak pulang tadi siang
''kau benar memang Bigbos yang menyuruhku kesini ia memintaku memeriksa Sarra ''
tukas Wira dengan berjalan bersama Alex memasuki mansion dimana mereka disambut Pak Yhang
''Dokter, anda langsung saja Tuan Muda sudah menunggumu dari tadi''
ucap Pak Yhang
''baiklah terima kasih Pak Yhang''
Dokter Wira pun berlalu bersama Alex menuju kamar Adam
dengan menggunakan lift agar lebih cepat sampai Alex mengetuk pintu kamar Adam begitu mereka sampai
Adam membukakan pintu kamarnya
''kau lama sekali sih, dari tadi aku menyuruhmu untuk datang, dan malah datang hampir malam begini ''
kesal Adam
''maaf aku aku harus melakukan operasi cesar pasienku barusan ''
ungkap Wira
''ada apa dengan Sarra Tuan muda?
timpah Alex cemas
''entahlah Lex, seharian ini dia aneh sepanjang hari ia terus tertidur dan tak mau bangun ''
tutur Adam dan menceritakan kejadian hari ini pada kedua orang sahabatnya itu membuat Alex dan Wira menatap Adam tak percaya dengan yang mereka dengar
Dokter Wira segera memeriksa mulai dari tekanan darah juga denyut nadi Sarra, Dokter muda itu mengeluarkan stetoskop dari tasnya
''biar aku yang memegangi stetoskopnya jangan kau ''
tiba-tiba Adam mengambil stetoskop dari tangan Dokter Wira membuat sang Dokter menggelengkan kepalanya
''dasar bucin ''
gumam Wira yang menatap Adam dengan sedikit kesalnya
''dia istriku, aku tak ingin pria manapun menyentuhnya selain aku, kau juga kenapa tidak membawa asisten atau perawat perempuan ?''
ketus Adam
''karna pasien ku tidak ada yang aneh seperti mu ''
tukas Dokter Wira
''kau mau ku pecat ?''
Adam melototi Dokter itu dengan ancamannya Alex mengheula napas melihat perdebatan mereka
''kalian mau berdebat terus atau memeriksa Adikku ?''
ucapan Alex memecah ketegangan diantara Adam dan Wira ahirnya sesuai keinginan Adam, Wira memeriksa kembali Sarra
''bagimana ? apa yang terjadi dengan istriku?''
tanya Adam cemas
''seperti yang kau pikirkan , selamat bro istrimu memang tengah mengandung , usia kehamilannya baru memasuki usia 3 minggu ''
ungkap Dokter Wira apa yang di ucapkan Wira membuat Adam bersorak gembira ia memeluk Alex yang turut bahagia mendengar kabar bahagia tersebut juga Wira
''selamat Tuan Muda, kau akan menjadi seorang Ayah , dan aku menjadi paman ''
tukas Alex bahagia
Adam mengangguk senyum kebahagiaan terus tersungging di bibirnya ia menghampiri Sarra yang begitu lelap dalam mimpinya
''tapi kenapa dia tidur terus Wir?''
Adam kembali cemas
''itu hal normal bagi wanita hamil, ada yang hanya tiduran sepanjang waktu seperti istrimu ada juga yang tidak bisa tidur sama sekali itu semua tergantung pembawaan c bayi masing-masing yang berbeda-beda, kau harus sabar dimana mood wanita hamil juga yang lebih sensitip dan berubah-ubah nantinya ''
jelas Wira
apa yang dilakukan Sarra membuat Adam membelalakan matanya begitu juga Alex dan Wira yang mengulas senyum mereka
''sepertinya istrimu menyukai aroma tubuhmu Tuan Muda''
kembali Wira berbicara
''benarkah, beberapa waktu yang lalu dia bilang suka dengan aroma tubuhku katanya membuatnya nyaman dan menghilangkan mualnya''
tutur Adam
''baiklah aku kembali ke rumah sakitmu dulu Tuan Muda , istrimu baik-baik saja untuk lebih jelasnya kau bawa dia kerumah sakit ''
tukas Wira dengan membereskan peralatannya dan pamit pada Adam
''emm... terima kasih karna kau sudah memberikan aku kabar baik aku akan memberikan bonus padamu juga posisi sebagai wakilku di rumah sakit''
ucap Adam membuat Wira membelalakan matanya tak percaya dengan yang ia dengar saking senangnya ia bersorak dan melayangkan tinjunya ke udara
''yess... tanks bro'' maksudku Tuan Muda''
Wira membungkukan tubuhnya di hadapan Adam
Alex menepuk bahu Wira
''kau ini , Dokter tapi sikapmu seperti bukan Dokter kau masih pecicilan aku heran kau bisa jadi Dokter dengan sipatmu ini''
ledek Alex membuat Wira melotot dan Adam terbahak dengan apa yang Alex katakan untuk pertama kalinya Wira dan Alex melihat Adam tertawa terbahak di buat tertegun namun juga mereka ikut bahagia melihat sahabat mereka kini bahagia karna Sarra
usai pemeriksaan Wira pamit dari mansion dan kembali bertugas ke rumah sakit Adam tetap berada di samping Sarra yang memeluknya jam 8 malam Sarra terbangun karna ia mulai merasa lapar ia menggeliatkan tubuhnya Adam memperhatikan Sarra dengan mengukir senyum di wajahnya
''ya ampun ini sudah malam , aku tidur berapa lama?''
Sarra membenahi rambutnya berbicara sendiri Adam mengguyar kembali rambutnya denga gemas
''kau tidur hampir sepanjang hari ini sayang ?''
''apa?''
Sarra membelalakan matanya tak percaya antara malu dan juga bingung akan dirinya yang semakin aneh
''Mas ... ada apa denganku ? baiklah aku akan memeriksakan diriku besok ''
ucap Sarra
''jangan panik kau baik-baik saja , Dokter sudah memeriksa mu tadi saat kau tertidur ''
Adam memeluk Sarra dan meletakan wajahnya di ceruk Sarra
''apa yang Dokter katakan sayang ?, tidak ada penyakit yang aku derita kan ?''
Sarra mulai berpikiran yang bukan-bukan Adam tersenyum melihat kepanikan di wajah sang istri
''kau baik-baik saja sayang, kau justru sudah memberikanku kabar gembira ''
Adam dengan mengelus-elus perut rata Sarra beberapa kali membuat Sarra tertegun dengan yang dilakukan Adam
''Mas... katakan apa yang kupikirkan ini benar , a-aku hamil Mas?''
tanya Sarra pada Adam dengan perasaan bahagia juga terharu
Adam menganggukan perkataan Sarra
''iya sayang, kau tengah mengandung bayiku ,bayi kita buah cinta kita''
Adam dengan mengecup kening Sarra
Sarra begitu bahagia ia merasa terharu dengan semua yang terjadi kini ia diberikan anugerah terindah dalam hidupnya menjadi seorang ibu
''Mas katakan kalau ini bukan mimpi , aku hamil Mas aku hamil''
Sarra memeluk Adam dengan mata berkaca-kaca saking bahagianya
''kau tidak sedang bermimpi ini kenyataan, terima kasih kau sudah memberikan kebahagiaan terindah dalam hidupku sayang, terimakasih kau sudah mau mengandung anaku membuatku menjadi pria sempurna terima kasih aku sangat mencintaimu dan semakin mencintaimu juga my boy ''
Adam mencium bibir Sarra sekilas lalu turun ke perut sang istri yang masih rata itu di ciuminya perut Sarra dengan menyingkap gaun Sarra dengan penuh perasaan sayangnya Adam menciumi perut Sarra
''Mas, aku lapar ''
tiba-tiba Sarra memecah keasyikan Adam dengan menciumi perutnya antara malu dan juga lapar wajah Sarra berubah memerah Adam beranjak dan tersenyum melihat Sarra yang tertunduk malu ia semakin di buat gemas dengan tingkah sang istri
''baiklah ayo kita makan , Mas akan menemanimu ''
ajak Adam sembari beranjak dari tempat tidur dan menarik tangan Sarra untuk keluar menuju lantai bawah