
Sarra meminta Jenny untuk mengantarnya ke kantor Adam setelah berpamitan pada Sinta dan Rarra , pertemuannya dengan Damon membuat Sarra menjadi tidak tenang
sementara Adam yang mendapat kabar Sarra tengah menuju kantornya bergegas keluar dari ruangannya untuk menemui Sarra yang kini sudah sampai di lobi kantor bersama Jenny dan para pengawal yang menjaga nya
Adam melangkah dengan terburu-buru di ikuti Alex di belakangnya Bos mafia itu nampak begitu panik memikirkan sang istri dan ancaman Damon terhadapnya Adam menekan tombol lift untuk ke lantai bawah namun saat lift terbuka Sarra sudah berada di sana
dengan langkah cepat Adam memburu tubuh Sarra yang menjatuhkan dirinya kepelukan Adam dan memeluknya dengan erat
''Mas ''
Adam memeluk tubuh Sarra dengan sama eratnya juga menciumi sang istri dengan rasa khawatirnya namun kini ia merasa lega Sarra baik-baik saja
''syukurlah kau baik-baik saja , Mas begitu mencemaskan mu sayang''
ucap Adam
''aku baik-baik saja Mas, tapi aku takut Mas, dia ingin membunuhmu aku takut dia benar-benar melakukan ancamannya ''
tutur Sarra dengan menangkup wajah Adam dengan mata mulai berkaca-kaca
''tidak, dia tak akan pernah bisa membunuhku dia bukan tandingan seorang Adam Mahendra, yakinlah pada suamimu ini ''
ucap Adam mencoba menenangkan Sarra
''benar apa yang dikatakan Tuan Muda, Nona kau jangan cemas ada aku juga Wira, Davin dan anak buah kami yang tak kau ketahui untuk menjaga Bigbos dan Bigbos sendiri dia adalah panutan dan guru kami Nona ''
Alex ikut meyakinkan Sarra
''Kakak tidak bohongkan ?''
Sarra menatap Alex yang segera menganggukan kepalanya Adam menarik Sarra kedalam pelukannya kembali
''kau sudah dengarkan apa yang dikatakan Kakakmu , jadi jangan khawatir lagi jangan sampai kau stres akibat memikirkan ancaman Damon ingat my boy ''
Adam mengelus wajah Sarra yang mengangguk menuruti apa yang dikatakan sang suami , Adam membawa Sarra masuk ke ruangan nya di ikuti Alex dan Jenny yang membawakan makanan untuk Sarra yang belum sempat untuk makan tadi karna kedatangan Damon
''taruh saja di meja Jen, kau boleh beristirahat biar aku yang akan melayani istriku ''
titah Adam
''baik Tuan Muda''
Jenny meninggalkan Adam berdua bersama Sarra begitu juga Alex yang kembali ke ruangannya sendiri Adam membawa Sarra untuk duduk di pangkuannya Adam menyelipkan rambut Sarra kebelakang telinga Sarra dan mengecup bibir Sarra sekilas
Adam juga mengelus-elus perut Sarra menyapa jagoan kecilnya
''hello my boy, kau pasti lapar didalam sana, baiklah hari ini Daddy akan menyuapi kalian ''
''kelihatannya Mommy sangat kelaparan sekali ''
Adam tertawa dengan tingkah Sarra yang begitu lahap menerima setiap suapan dari tangannya dengan tetap memangku tubuh Sarra di pangkuannya
''aku memang lapar sekali sejak tadi, gara-gara orang tadi aku melupakan makanan favoritku''
Sarra berbicara dengan mulut penuh membuat Adam tertawa gemas
beberapa saat kemudian Sarra selesai dengan makannya dan duduk santai di sofa besar yang ada di ruangan itu
Adam kembali ke meja kerjanya sementara Sarra duduk dengan mengemil makanan dan menonton drakor dari hpnya
Adam nampak menggelengkan kepalanya dengan apa yang dilakukan sang istri
tak berapa lama Sarra mulai bosan dengan apa yang ia lakukan ia pun beranjak dan menatap Adam yang terlihat sibuk di balik laptopnya Sarra menghela napas pelan ia berdiri di dekat jendela menatap pemandangan pusat kota
Sarra kembali teringat ancaman Damon tadi dengan memejamkan matanya Sarra bertekad untuk melindungi suaminya apapun akan ia lakukan dengan mengelus perut buncitnya Sarra menoleh ke arah Adam yang terlihat tampan saat bekerja itu
Sarra beranjak dan berjalan mendekati Adam tanpa berkata apapun Sarra duduk di pangkuan Adam kembali dan menaruh wajahnya di ceruk Adam
dengan satu tangannya Adam memeluk Sarra dan satu tangannya yang lain tetap fokus di laptopnya
''ada apa sayang?''
Adam di telinga Sarra dan mencium pipi Sarra yang nampak berisi karna kehamilannya
''tidak apa-apa aku hanya merasa sedikit mual dan mengantuk ''
ucap Sarra dengan memejamkan matanya
''apa kau yakin?, bagaimana kalau Mas panggil Wira kesini untuk memeriksamu ''
Adam mulai cemas
''jangan aku hanya ingin Mas memelukku saja ,agar aku merasa nyaman itu saja sudah cukup''
tutur Sarra yang perlahan mulai terlelap dalam dekapan Adam
''baiklah sayang, Mas akan memelukmu dengan senang hati tidurlah ''
Adam mengecup kening dan bibir Sarra yang sudah terlelap ia pun mengulas senyumnya bahagia dengan sikap manja Sarra
tiba-tiba Alex mengetuk pintu dan memasuki ruangan Adam
Alex nampak terkejut melihat Sarra yang tertidur sembari memeluk Adam yang bekerja dengan satu tangannya Adam menaruh telunjuk di bibirnya kepada Alex agar jangan sampai membangunkan Sarra
Alex pun paham dan hanya memberikan isyarat agar Adam menandatangani berkas yang ia bawakan