My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Rencana Damon



Adam memasuki kamarnya setelah Jenny mengantarkan makan malam untuk Sarra dan mengatakan kalau Sarra sudah tertidur ada rasa sesal dihatinya untuk pertama kalinya Sarra merajuk setelah lama mereka berumah tangga


Adam membaringkan tubuhnya di samping Sarra yang terlelap dengan posisi terlentang mengenakan gaun tidur sutra yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah untuk sesaat Adam menelan salivanya sendiri dengan pemandangan di depan matanya itu


ia sempat berpikir untuk menyentuh Sarra namun ia kembali teringat sang istri yang tengah merajuk akan lebih parah lagi ahirnya kemarahan Sarra jika ia melakukan hal itu Adam membenahi rambut Sarra yang menutupi wajah sang istri


''maafkan Mas, bukan Mas tak mempercayaimu ataupun meragukan cintamu untukku , tapi ketakutanku yang membuat Mas melakukannya maaf... Mas terlalu mmencintaimu Mas takut kehilanganmu ''


ucap Adam berbisik tak ingin Sarra terbangun dari tidurnya terlihat Sarra seolah tidak nyaman dalam tidurnya yang selalu terlihat gelisah Adam mengelus perut Sarra dengan sayangnya untuk berhenti menendang didalam sana


''hallo my boy, jangan buat Mommymu kesusahan maafkan Daddy yang telah membuat Mommy mu marah ayo sekarang tenanglah dan biarkan Mommy beristirahat ''


ucap Adam dan seperti mengerti apa yang sang Daddy katakan bayi di perut Sarra berhenti menendang dan bergerak Adam tersenyum bahagia seolah menemukan kenyamanannya Sarra memeluk tubuh Adam dengan erat dan menelusupkan kepalanya di dada Adam


apa yang dilakukan Sarra membuat Adam senang sekaligus tersiksa pasalnya sesuatu yang sedari ia tahan kembali bergejolak apalagi kini tubuh Sarra begitu menempel di dadanya Sarra memeluknya bak guling dan kedua aset kembar Sarra nampak menyembul terlihat menggoda membuat Adam semakin tersiksa


''shittt''


tangan Adam sudah tak bisa lagi untuk di kendalikan dengan perlahan ia menggeser tubuh Sarra dan menarik tali gaunnya dengan mudah tampaklah kedua gunung kembar Sarra yang sintal menggoda dengan cepat Adam melahap kedua aset milik Sarra itu


Sarra yang terusik karna sentuhan Adam pun terbangun dan mendapati Adam tengah asyik mencumbunya


''aahh... Mas... ''


Sarra menngkup wajah Adam yang sedang mencumbunya


''maafkan Mas, karna sudah mengganggu tidurmu Mas, sudah mencoba menahannya tapi Mas tak bisa kau terlalu menggoda ''


lirih Adam


''tidak apa-apa , aku istri Mas, sudah kewajiban ku untuk melakukannya ''


tukas Sarra dengan senyum di bibirnya Adam menatap Sarra ketakutan nya akan Sarra yang akan marah rupanya tidak terjadi


''itu artinya apa kau sudah memaafkan Mas?''


''tentu saja , aku mengerti apa yang Mas lakukan maafkan aku karna aku tadi sempat marah pada Mas''


jawab Sarra


''maafkan Mas, Mas terlalu takut kehilangan mu karna Mas sangat mencintaimu''


tutur Adam


''aku juga sangat mencintaimu mu , aku hanya ingin Mas dalam hidupku bukan yang lain hanya Mas Adam sultan tampanku pemilik hati , jiwa dan ragaku hanya Mas Adam ''


Sarra dengan mendaratkan ciumannya di bibir Adam yang bahagia dengan penuturan Sarra ia pun membalas ciuman Sarra dengan rakusnya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk memasuki tubuh sang istri yang sedari tadi membuatnya tersiksa


''aahh... Mas.... aahhh''


lenguh Sarra saat Adam menciumi leher indahnya hingga meninggalkan beberapa jejak kepemilikan Sarra pun membalas kecupan Adam sama dilehernya dan sama seperti Adam yang menggebu-gebu Sarra pun di buat liar dengan sentuhan -sentuhan Adam keduanya saling memberi dan saling menerima suara ******* mereka pun terdengar memenuhi kamar kedap suara mereka


erang Adam dengan bertumpu pada lutut dan tangannya ia memasuki tubuh Sarra yang meremas rambut Adam saat sang suami menikmati kedua puncak bukit kembarnya membuat Sarra semakin di dera kenikmatan


''emhh... Mas.... aahh... aahh''


Sarra mengalungkan kedua tangannya di leher Adam , dengan bibir kembali saling memagut dan lidah bertautan keduanya terus berpacu mencari kenikmatan yang membuat mereka terbang melayang ke langit ketujuh


sementara Adam dan Sarra tengah asyik bercinta berbeda dengan Damon Draco yang kini tengah menyusun rencana untuk menculik Sarra dengan sisa anak buahnya yang masih setia mengikutinya Damon berada di sebuah rumah di tepi pantai dengan penjagaan ketat


Damon berencana untuk membawa Sarra ke rumah itu dengan rencana yang sudah ia siapkan dengan matang belakangan ini setelah beberapa bulan ia bersembunyi dari kejaran Adam dan orang-orang Alex


''siapkan semuanya jangan sampai gagal , aku tidak ingin sampai gagal Sarra harus aku miliki apapun caranya''


Damon pada orang-orangnya


''baik Tuan ''


( "Sarra aku sudah lama menunggumu ,kali ini aku akan membuatmu jadi milikku")


Damon dengan seringai di wajahnya membuat siapapun takut dengan tatapan dingin nya begitupun anak buahnya yang bergidik ngeri melihat sang Tuan


pagi cerah menyapa Sarra sudah terbangun baru saja ia keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri Adam yang baru saja terbangun berbalut selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya setelah pergumulannya bersama Sarra semalam ia tersenyum melihat Sarra yang tengah tengah berpakaian di hadapan Adam tanpa sadar kalau Adam sudah terbangun


Sarra nampak kesulitan untuk memakai gaunnya dan menarik retsleting di belakang punggungnya Adam segera membantu Sarra dan menarik retsletingnya


''kenapa tidak memintaku membantumu hemm?''


Adam sendari mengecup pipi Sarra


''ku kira Mas belum bangun terima kasih, aku kesusahan karna my boy yang semakin besar dan aku tak bisa bebas bergerak ''


tukas Sarra dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk Adam mengambil handuk di tangan Sarra dan ia yang mengeringkan rambut Sarra menyisir dan mengeringkan nya dengan menggunakan hairdryer


''astaga Mas pakai celanamu ''


Sarra menutup wajahnya dengan kedua tangannya Adam hanya tersenyum melihat Sarra yang malu karna melihat dirinya


''kenapa? disini hanya ada istriku tidak ada orang lain ''


tukas Adam


''ih Mas ini... ''


Sarra mengerucutkan bibirnya yang nampak lucu bagi Adam dan membuatnya gemas dengan cepat ia mencium bibir Sarra


''morning kiss my wife''


Sarra membalas ciuman Adam dengan bahagia karna sikap Adam yang selalu sabar dan perhatian padanya membuat Sarra selalu merasa nyaman dan di cintai