My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Cemburu



Adam tiba di kantor ia memarkirkan mobilnya di area khusus untuknya di ikuti para pengawal yang setia mengikutinya kemana pun


pria tampan nan gagah itu memasuki kantor MAHENDRA CORPORATION



bangunan mewah milik Adam itu adalah pusat kantor Adam di indonesia perusaan Adam sendiri tersebar di seluruh penjuru dunia di kelola orang-orang kepercayaan Adam dan di awasi ketat oleh Alex


tak jarang Adam juga sering bepergian meninggalkan ibu kota untuk memeriksa perusahaan -perusahaannya yang lain


selain bidang perhotelan Adam juga memiliki bisnis di bidang Teknologi, otomotif, expore import, pertanian , pertambangan hingga jual beli senjata dan memproduksinya sendiri secara legal ia tak ingin mempunyai masalah di kemudian hari dengan bisnisnya semua orang tau siapa dirinya dan jatidirinya sebagai seorang Bos Mafia yang ditakuti namun juga di segani


Adam memasuki ruangan kantornya di lantai paling atas dan para pengawal akan setia menjaganya di balik pintu semua karyawan yang bekerja di bawah naungan perusahaan Adam merasa senang bisa bekerja dengan Bos tampan dan juga baik hati itu


walaupun terkesan dingin dan juga arogan tapi mereka juga memiliki ketakutan tersendiri salah sedikit saja maka resiko besar akan mereka tanggung.


Alex memasuki ruangan Adam dan memberikan laporan juga beberapa berkas yang harus Adam periksa dan di tanda tanganni


Alex meletakan semua berkas ditangannya di meja Adam


''sebanyak ini yang harus ku periksa?''


Adam membelalakan matanya kepada Alex saat tumpukan berkas itu memenuhi meja kerjanya


sang Asisten hanya mengulas senyum dan berlalu pergi dari ruangan Adam


''kau kejam Lex , aku masih pengantin baru dan kau memberikan aku berkas yang begitu banyak dasar kau ini''


teriak Adam pada sang Asisten yang tak menggubrisnya sedikitpun dan hanya mengacungkan kedua jarinya sebagai tanda permintaan maaf Adam yang melihat itu hanya mengheula nafas dengan panjang


''tunggu pembalasanku Alexander''


gumam Adam yang mulai memeriksa berkas-berkas di mejanya itu.


waktu pun beranjak tanpa terasa Adam sibuk dengan pekerjaannya di sela kesibukannya ia menatap foto Sarra di layar handphonenya sebagai wallpaper yang menghiasi benda pipih itu


''baru beberapa jam saja kita berpisah aku sudah merindukanmu ''


lirih Adam dan kembali berkutat dengan pena di tangannya


di sisi lain di perusahaan Prasetyo kini ia tengah di sibukan dengan beberapa proyek yang beberapa waktu lalu Adam perintahkan pada setiap kolega bisnis untuk bekerja sama dengannya awalnya mereka hanya mematuhi Adam karena takut dengan ancaman Bos mafia itu dan terpaksa setuju


namun kini mereka secara pribadi senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Prasetyo yang memliki ide-ide bagus bersama Vino yang ikut membantu Prasetyo menjalankan perusahaan setelah kehancuran perusahaan milik keluarganya ia tak ingin lagi berurusan dengan Adam


berbeda dengan rumah tangganya sendiri yang selalu di warnai dengan pertengkaran bersama Rarra sampai saat ini Vino masih mencintai Sarra dan Vino menyalahkan Rarra atas perpisahannya bersama Sarra


Rarra sendiri sibuk dengan karir modelnya dan cuek dengan Vino sebagai istri ia jauh dengan Sarra hal itulah yang semakin membuat Vino menjauhi Rarra


Prasetyo dan Sinta pun yang tau akan rumah tangga anak mereka tak bisa berbuat apa-apa karna itu adalah pilihan dan privasi Rarra dan Vino walaupun mereka tinggal satu rumah selama ini


''Vino, apa tidak sebaiknya kau mencoba untuk memperbaiki hubungan kalian , jangan biarkan masalah kalian berlarut-larut ''


tutur Prasetyo yang tengah membahas proyeknya bersama Vino


''untuk saat ini biarlah seperti ini dulu Yah, Vino masih butuh waktu, tak mudah bagiku menerima Rarra , karna dia aku kehilangan wanita yang aku cintai meskipun aku juga bersalah dalam hal ini, tapi saat aku tau kalau Rarra sengaja mengatur rencana agar aku berpisah dengan Sarra aku semakin kesal dan merutuki kebodohanku ''


ungkap Vino


Prasetyo yang telah memaafkan Vino pun hanya bisa memberi nasihat sebagai seorang Ayah dan juga pria ia mengerti posisi yang Vino alami Prasetyo menepuk bahu Vino


tutur Prasetyo bijaksana membuat Vino mengangguk tanda mengerti ia senang karna Prasetyo memahami dirinya berbeda dengan Bramantyo sang Ayah yang selalu mengekangnya selama ini


di mansion Sarra tengah mempersiapkan makanan yang akan ia antar ke kantor Adam ia ingin memberikan kejutan untuk sang suami manjanya dengan suka cita Sarra mempersiapkan makanan kesukaan Adam


setelah di rasa siap Sarra bersiap-siap dengan berganti pakaian dan juga merias wajahnya secantik mungkin


Sarra meminta supir yang Adam perintahkan untuk mengantar kemanapun Sarra pergi juga para pengawal untuk menjaga keamanan Sarra di luar rumah



sementara itu dikantor Adam tengah di buat pusing dengan kedatangan Merry seorang model papan atas yang di pilihkan Papa Adam menjadi istri Adam sudah lama Adam tau dan mencoba menghindari wanita sexy itu namun Merry seolah tak menghiraukan penolakan Adam karna merasa di dukung Papa Adam


''siapa yang mengijinkan mu masuk ke ruanganku ''


bentak Adam


pada Merry yang kini duduk di depan meja kerjanya tanpa rasa malu dengan penampilan sexy memperlihatkan paha dan belahan dadanya dengan maksud membuat Adam tergoda


''ho... ayolah Dam, sampai kapan kau akan terus menerus menolakku , suka atau tidak kita sudah dijodohkan ''


tukas Merry dengan beranjak dari duduknya dan mendekati Adam kursinya


''bukankah sudah ku bilang kau jangan terlalu banyak berharap , aku hanya mencintai satu wanita di dunia ini''


tutur Adam acuh seperti biasanya pada Merry tanpa menoleh ataupun menatap Merry yang bergelayut manja di bahunya


''aku tau, tapi aku juga wanita yang tidak akan menyerah begitu saja kau membuatku tertangtang untuk menaklukanmu , aku akan membuatmu bertekuk lutut dikakiku Adam Mahendra ''


bisik Merry di telinga Adam


''dan aku pastikan usahamu akan sia-sia''


Adam menjambak rambut Merry hingga wanita itu mendongak menatapnya dan hanya tersenyum. dengan yang di lakukan Adam terhadapnya


sementara di lobi kantor suasan nampak heboh dengan kedatangan Sarra dan para pengawal pribadinya di sambut Alex yang kebetulan berada di lobi semua karyawan nampak heran dengan kedatangan Sarra


untuk pertama kalinya dan juga rasa kagum dengan tampilan dan cantiknya Sarra tak banyak yang tau siapa Sarra karna memang Adam belum mengumumkan pernikahan mereka pada publik


''Nona, kau disini?


tanya Alex


''iya Lex aku ingin menemui suamiku, apa ia ada?''


tanya Sarra


Alex yang melihat paper bag berisi makanan untuk Adam pun mengerti kedatangan Sarra yang ingin mengantarkan makanan untuk Adam karna waktu menunjukan waktu makan siang


''ada Nona, Bigbos ada di ruangannya , mari saya antar''


tutur Alex di ikuti Sarra dan para pengawal memasuki lift pribadi Adam menuju ruangan kantor Adam


Sarra dan Alex keluar dari lift beberapa saat kemudian para pengawal yang berjaga di pintu ruangan Adam nampak terkejut dengan kedatangan Sarra dan Alex tanpa mengetuk pintu Alex membuka pintu di ikuti Sarra dari belakang mereka di buat terkejut dengan apa yang mereka lihat


''Mas Adam''