My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Sarra semakin aneh



Setelah Adam berangkat ke kantor bersama Alex Sarra membereskan semua piring bekas sarapan seperti biasanya ia juga pergi ke taman bunganya dimana selama ini ia hias dengan berbagai tanaman bunga baik dihalaman mansion ataupun di roptoop Sarra sendiri yang mengatur dibantu Pak Yhang dan tukang kebun untuk mengisi waktunya selama Adam tidak ada di rumah


tanpa Adam tau Sarra sendiri memiliki usaha onlineshop yaitu toko perhiasan rancangannya sendiri dan sudah memiliki banyak peminat dan cukup terkenal di beberapa negara yang memesan secara langsung melalui akun media sosial Sarra dengan nama SL Diamonds Jewelry


Sarra berada di roptoop dengan laptop ditangannya sembari berbaring di gazebo Sarra tengah memeriksa akun dan beberapa pesanan di online shopnya


Sarra tersenyum saat memeriksa tabungannya yang semakin bertambah selain hasil penjualan perhiasannya juga uang dari Adam tentunya yang semakin menambah pundi-pundinya


lama Sarra di gazebo membuat wanita itu tertidur tanpa terasa hingga menjelang siang


Pak Yhang tidak berani memasuki kamar Tuannya itu waktu menunjukan waktunya makan siang sehingga ia memutuskan untuk memanggil Sarra yang tidak biasanya melewatkan waktu makan siangnya seperti biasa


pria paruh baya itu menjadi cemas setelah beberapa kali ia mengetuk pintu Sarra tidak membuka pintu ataupun menjawab panggilannya pintu kamar pun terkunci dari dalam


Pak Yhang memutuskan untuk menghubungi Adam


tak lama Adam menjawab panggilan Pak Yhang


πŸ“²'' Pak Yhang , ada apa?''


jawab Adam yang tengah memeriksa berkas dimeja kerjanya Adam beranjak dari kursinya dengan cepat ia menyambar jas dan kunci mobilnya keluar dari ruangannya saat Pak Yhang menceritakan tentang Sarra


Adam berlari dengan panik dan tergesa-gesa membuat para karyawan menatapnya heran dan hal itu diketahui Alex yang sedang berada di lobi


''Tuan, anda mau kemana?''


tanya Alex


''Lex, kau hendle semua pekerjaan kantor Sarra membutuhkan ku sepertinya dia sakit lagi Pak Yhang baru saja menghubungiku''


jawab Adam dengan berlari


Alex mengangguk dan membiarkan Adam berlalu meninggalkan kantor , 20 menit kemudian Adam tiba di mansion ia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tak membutuhkan waktu lama baginya untuk sampai ke mansion dengan perasaan cemas Adam memasuki mansion menuju kamarnya dimana para pengawal, pelayan dan Pak Yhang nampak panik di depan pintu mengetuk-ngetuk pintu


''kalian kenapa tidak mengambil kunci cadangan nya ?''


tanya Adam panik


''Tuan, kami sudah mengambilnya tapi sepertinya Nona mengunci pintunya dari dalam kami tidak bisa memasukan kunci cadangannya''


jawab Pak Yhang


''kalau begitu dobrak saja''


Adam pun memerintahkan pengawal untuk mendobrak pintu kamarnya rasa cemasnya semakin menjadi setelah mendengar penuturan mereka


BRAAAKKKK


pintu kamar pun terbuka dengan di dobrak para pengawal Adam


Adam langsung memasuki kamar mencari keberadaan Sarra di kamar mewah itu namun tak ada sosok Sarra


''sayang .... dimana kau .... sayang aku pulang''


''Tuan muda, Nona ....


ucap salah satu pengawal yang melihat Sarra tengah berada di roptoop dan tertidur di gazebo


Adam menghela napas lega segera ia menghampiri Sarra diikuti yang lainnya


Adam mendapati Sarra tertidur dengan pulasnya dan laptop di pangkuannya Adam tersenyum melihat Sarra yang bisa-bisanya tertidur dengan lelapnya sementara semua orang panik mencemaskannya


''kalian keluarlah istriku baik-baik saja , ia sedang tertidur, Pak Yhang suruh tukang untuk memperbaiki pintunya''


titah Adam para pelayan dan pengawal pun keluar dari kamar itu juga Pak Yhang kini tinggalah Adam yang duduk di samping Sarra yang tak menyadari kedatangannya dan malah semakin terlelap Adam membenahi rambut Sarra yang menutupi wajahnya


''dasar kau ini, membuatku dan semua orang cemas kau malah terlelap ada apa sebenarnya denganmu , apa mungkin kau sedang mengandung sayang''


gumam Adam dengan mengecup kening dan bibir Sarra sekilas tiba-tiba ia melihat laptop di pangkuan Sarra dan melihat isi laptop Sarra yang masih standbye di akun onlineshop nya Adam membulatkan matanya saat melihat itu juga desain perhiasan Sarra yang sudah terkenal baik dalam dan luar negri


Adam tak menyangka jika sang istri memiliki bakat desain dalam hal perhiasan juga telah membuka toko yang sudah besar dan meiliki nama


''SL Diamonds Jewelry'' nama yang familiar aku sampai tidak tau apa yang kau kerjakan selama ini maafkan aku sayang ''


Adam mengecup kembali kening Sarra ia merasa bersalah karna kurang membagi waktunya bersama Sarra dan waktunya habis dengan pekerjaannya selama ini


Adam memeriksa tabungan Sarra ia kembali dibuat terkejut dengan nominal yang tertera didalamnya uang bulanan darinya juga masih utuh dan uang Sarra sendiripun semakin bertambah


''sayang , mau kau apakan uang sebanyak ini?''


lirih Adam


''untuk masa depan anak-anak kita nanti''


tiba-tiba suara Sarra membuat Adam terkejut Sarra memeluk Adam dengan senang nya karna sang suami ada disisinya Adam membalas pelukan Sarra


''kenapa kau tertidur disini?, kau tidak tau semua orang panik karnamu ?''


tutur Adam lalu menceritakan yang terjadi hingga ia pulang untuk melihatnya Sarra tertawa sekaligus merasa tidak enak hati karna perbuatannya semua orang menjadi cemas


''maaf, aku tidak tau tapi aku merasa ngantuk sekali tadi dan disini aku merasa sangat nyaman''


ucap Sarra dengan menelusupkan wajahnya kedalam pelukan Adam


Adam menganngkat dagu Sarra


''kita pergi ke Dokter kau harus diperiksa supaya kita tau apa yang terjadi denganmu ''


ucap Adam, Sarra mengangguk tanda setuju


''tapi nanti saja aku ingin tidur lagi , aku ingin kau menemaniku tidur saat ini disini dengan memelukku aku suka bau tubuhmu ahhh... nyamannya''


Sarra menelusupkan wajahnya kedada Adam yang menatap Sarra heran dengan tingkahnya yang semakin aneh namun mau tidak mau Adam menuruti keinginan Sarra siang itu Adam menemani Sarra yang terlelap dalam pelukannya dan ia pun ikut terlelap di sana benar kata Sarra kalau suasana di roptoop memang sangat nyaman