
Sarra membuat Adam kelabakan pasalnya ia menginginkan Alex untuk memasak spageti dan juga dibikinkan rujak buah yang harus Adam sendiri yang mencari buah-buahan segarnya untungnya ditaman belakang mansion Adam terdapat berbagai macam buah yang selama ini di kelola Pak Yhang dan tukang kebun
Pak Yhang memang sangat terampil ia rajin menanam berbagai buah juga sayuran di halaman belakang mansion yang memang sangat luas untuk mengisi waktu luangnya pria paruh baya itu hampir setengah umurnya ia abdikan untuk keluarga Mahendra
Sarra menunggu Adam dengan duduk di meja pantri memperhatikan Alex yang sedang memasak untuknya
''Kak, aku ingin kau memberikan kejunya yang banyak diatas spagetinya ya ehhmmm ... rasanya pasti sangat enak''
Sarra bersorak ria sendiri Alex tersenyum melihat Sarra
''baiklah sesuai keingan Adikku yang bawel ini , Kakak buatkan yang spesial''
tukas Alex
tak lama Adam kembali dengan keranjang yang penuh dengan aneka buah-buahan bersama Pak Yhang dibelakang mengikuti Sarra beranjak menyambut Adam dan meraih keranjang dari tangan Adam
''wah... banyak sekali , Mas cepat buatkan aku sambal rujaknya yang pedas ya ''
celoteh Sarra
Adam mengangguk dan beranjak ke arah pantri bersama Alex yang tengah memasak spageti, Adam mulai meracik bumbu rujak untuk Sarra dengan level pedas sedikit ia kurangi ia tak ingin Sarra sampai sakit perut karna makan rujak tengah malam
Sarra begitu antusias melahap spageti dan rujak buatan Alex dan Adam dua pria tampan itu dia tak berkedip dengan Sarra yang memakan rujak tanpa merasa kepedasan sama sekali
Sarra menawarkan Adam untuk mencoba rujak buatan nya namun Adam menolak karna pria itu tak menyukai makanan pedas namun Sarra memaksa
''Mas, cobalah sedikit ini enak sekali ,Mas pasti akan suka''
Sarra sembari menyodorkan irisan buah mangga muda dengan sambal rujaknya Adam melototi Sarra dan menolak Sarra mulai terlihat murung dan mulai berkaca-kaca melihat itu Adam pun terpaksa memakan potongan buah tersebut Sarra kembali tersenyum
''uhuk... uhuk ..., ini pedas sekali juga asam apa kau tidak salah makan ini, sayang hentikan jangan memakannya lagi''
tutur Adam
Sarra dan Alex tertawa melihat Adam yang kepedasan
''sayang memang beginilah rasa rujak , asam , manis , pedas , tidak mau aku masih ingin memakannya sampai habis''
tukas Sarra dengan semangatnya ia kembali melahap rujak juga spagetinya Alex menepuk bahu Adam
''biarkan saja itu keinginan anakmu, Sarra sedang ngidam jangan melarangnya kalau kau tak ingin istrimu sedih''
ucap Alex
''Kak Alex , kau terbaik terima kasih dan spageti buatan mu lezat sekali , Mas Adam terima kasih untuk rujaknya dan mau memetik buahnya juga ''
Sarra dengan mengulas senyumnya sekilas dan kembali menikmati makanannya ,apa yang dikatakan Sarra dan Alex membuat Adam terdiam dan membiarkan Sarra menikmati makanannya tanpa melarangnya lagi
selesai dengan makan malamnya Sarra kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya karna sedari siang ia habiskan untuk tidur, sementara Adam dan Alex masih tetap di meja makan dengan menikmati kopi
''Lex , sepertinya aku harus segera menyelesaikan masalah antara aku dan Papa, aku tak ingin Sarra terus-terusan hidup dengan ketakutan atas semua penyerangan yang Papa lakukan''
Adam menghela napasnya perlahan Alex menatap Adam dengan pemikiran yang sama dengan Bos nya itu
''apa yang akan Tuan Muda lakukan ?, jangan mengambil keputusan yang gegabah yang akan membuat Sarra dan dirimu kembali dalam bahaya ingat sekarang ada seorang anak diantara kalian pikirkan baik-baik''
Alex memberikan pendapatnya , apa yang dikatakan Alex benar adanya Adam terlihat berpikir
Adam memberikan perintah pada Alex untuk memberitahukan keluarga Sarra
''bagaimana dengan saudaranya Rarra dan Vino ?apa aku juga harus mengundang mereka juga ?
tanya Alex
''undang saja aku sudah tau semua yang terjadi pada pria brengsek itu dari Ayah mertua yang ingin memulai hidup barunya dengan membawa Rarra dari rumah ''
''baiklah Tuan muda, sudah larut malam anda juga harus beristirahat''
ucap Alex yang beranjak pamit untuk beristirahat juga
''emm... oh ya Lex, terima kasih untuk hari ini ''
tukas Adam dengan mengadu tos dengan Alex yang sudah mendampinginnya sejak bertahun-tahun itu Alex mengangguk dan berlalu meninggalkan Adam
setelah menghabiskan kopinya Adam pun berjalan meninggalkan pantri menyusul Sarra ke kamar mereka dengan memasuki lift
Sarra baru saja selesai berganti pakaian setelah selesai mandi seperti biasa Sarra berganti pakaian dengan lingeri yang Adam belikan dan memenuhi lemari pakaiannya
''sayang kau mandi malam -malam begini?''
tanya Adam dengan menarik tangan Sarra dan mendudukannya di pangkuannya Sarra melingkarkan kedua tangannya di leher Adam dan mengecup bibir Adam sekilas
''habisnya aku merasa gerah, seharian aku malah tidur ''
Adam tersenyum dan mengecup bibir Sarra
''tidak apa-apa kata Wira , itu hal biasa bagi wanita hamil jadi jangan cemas, jaga dirimu juga my boy, kalian adalah harta paling berharga bagiku aku sangat mencintai kalian ''
tutur Adam , Sarra mengangguk dengan apa yang dikatakan sang suami ia mengelus wajah Adam dengan menatapnya
''kenapa kau menyebut nya my boy, kita kan belum tau jenis kelaminnya sayang, usia kehamilanku baru 3 minggu''
''entahlah hanya perasaanku mengatakan kalau yang tengah bersemayam disini adalah jagoan ''
Adam sembari mengelus perut rata Sarra dan menyandarkan kepalanya di dada Sarra yang terbuka sekilas pria itu juga mengecup dada Sarra
Sarra mengelus rambut Adam dengan perasaan bahagianya tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang wanita yang begitu di cintai dan dimanjakan seorang suami mereka akan menjadi ratu oleh lelaki yang benar-benar mencintai dan menghargai wanitanya
''I love you''
bisik Sarra , Adam tersenyum dan mengecup bibir Sarra dengan penuh kelembutan
''I love you too my wife''
Adam dan Sarra kembali saling memagut mesra dan saling menumpahkan rasa bahagia juga cinta yang membuncah di hati mereka ciuman itu lama-lama semakin menuntut untuk melakukan lebih
''Mas, aku menginginkanmu ''
lirih Sarra , dengan tatapan sendunya ia mulai melepas kancing kemeja Adam satu demi satu Adam membenahi rambut Sarra yang tergerai dan jatuh di wajahnya sembari tersenyum menatap Sarra
''Of course baby I'm yours''
Adam membiarkan Sarra untuk menikmati dan mencumbunya malam itu Sarra benar-benar berubah agresip mungkin karna hormon kehamilannya Adam pun dibuat melayang dengan sentuhan -sentuhan Sarra