My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Ancaman



Wira segera kekediaman keluarga Lim setelah mendapat panggilan dari Adam saat ia keluar dari ruangannya ia berpapasan dengan Davin


''kenapa kau terburu-buru sekali? apa ada masalah darurat?''


tanya Davin


Wira terdiam dengan pertanyaan Davin ia bingung harus menjawab apa Davin yang tau diamnya Wira pasti ada sesuatu yang terjadi pada Sarra


''apa ini tentang Sarra?''


kembali Davin bertanya dan pertanyaan Davin pun di iyakan Wira dengan mengangguk


''baiklah cepat kau pergi , dan beritahu aku jika ada masalah serius ''


Davin menyuruh Wira untuk segera pergi


Wira pun bergegas meninggalkan Davin yang berdiri menatap kepergiannya


(kuharap tidak terjadi sesuatu yang buruk padamu Sarra")


lirih Davin


sementara itu Adam nampak cemas duduk di samping tempat tidur Sarra yang belum sadarkan


diri Prasetyo, Sinta , Rarra dan Vino juga tampak mencemaskan Sarra


''Vin, ada apa dengan Kak Sarra, kelihatannya ia sangat syok dengan berita kematian wanita itu''


Rarra yang duduk di sofa memeluk Vina yang mencoba menenangkannya


''jangan cemas , Tuan Muda pasti akan menangani masalah ini, kau juga jangan terlalu banyak berpikir ingat dengan baby kita ''


Vino mengecup kening Rarra


''iya sayang''


tukas Rarra


tak berapa lama Wira pun tiba dengan diantar para pengawal Adam , Dokter itu segera menghampiri Adam dan Sarra


''ada apa ?apa yang terjadi dengan Nona Sarra?''


tanya Wira


Adam melepas pelukannya dari tubuh Sarra dan beranjak


''Sarra pingsan , saat melihat kabar kematian Merry tadi di tv ''


ucap Adam


'' baiklah aku akan memeriksanya''


Wira pun mengheula napas melihat kondisi Sarra yang tak sadarkan diri kemudian ia mengeluarkan alat-alat dari dalam tasnya untuk memeriksa Sarra


seperti biasa Adam yang akan memegangi stetoskop nya ia tak mengijinkan siapapun untuk menyentuh tubuh sang istri semua menatap heran dengan keposesifan Adam


beberapa saat kemudian Wira selesai memeriksa Sarra


''bagaimana istriku baik-baik sajakan?''


cemas Adam


''Nona Sarra, baik-baik saja hanya saja ia sedikit tertekan dengan pemikirannya mungkin belakangan ini, dan itu tidak baik untuk kondisinya dan dan bayi kalian sebaiknya kau bawa istrimu kesuatu tempat dan jauhkan dari masalah yang menganggu pikirannya ''


ungkap Wira, Adam mengheula napas panjang menatap Sarra yang terbaring mendengar penuturan Wira pria itu kembali mengingat kematian Merry dan ancaman Damon pada Sarra tempo hari


''Wira, kau jaga istriku aku takut ia sadar dan mencariku, ada yang harus aku urus, aku tidak bisa terus menerus membiarkan masalah Damon dan Merry menganggu istriku''


titah Adam, Wira mengangguk paham maksud sang Tuan Muda, begitu juga dengan Prasetyo dan Vino yang menatap Adam saling memberikan isyarat tanda mengerti


pinta Adam , kedua mertuanya itu mengangguk mengerti maksud Adam , Prasetyo menepuk bahu Adam agar sang menantu lebih tenang untuk meninggalkan Sarra.


Adam meninggalkan Sarra dikediaman Lim sementara ia bersama Alex sekarang di rumah besar tempat ia dan seluruh anak buahnya kini tengah berkumpul di aula besar markas bawah tanah milik Adam


''aku meminta kalian untuk berkumpul disini ada sesuatu yang harus kalian lakukan ''


Adam dengan tatapan dinginnya


''apa itu Tuan Muda?''


tanya salah seorang anak buah Adam


''perintahkan seluruh orang-orang kita di seluruh kota baik di dalam dan di luar negara untuk melenyapkan semua bisnis dan para pengikut Damon Draco aku tidak peduli apapun dan bagaimanapun kalian akan melakukannya''


Adam menatap dingin semua anggota mafianya Alex menatap Adam yang tanpa expresi dan terlihat begitu menyeramkan semua ini pasti karna yang Sarra alami pikirnya


''aku tidak ingin dia terus mengusik wanitaku, dan buat dia menyesal karna menginginkan wanita Adam Mahendra''


teriak Adam dengan kekesalannya, apa yang dikatakan Adam membuat Alex dan semua orang terkejut pantas saja sang Bigbos begitu marah rupanya Damon menginginkan wanita yang dicintai Bos mereka itu


''baik Tuan Muda , kami mengerti anda tenang saja kami akan hancurkan semua jaringan Damon Draco kami akan membuat dia menyesal dan membawanya kehadapanmu''


semua orang-orang itu serempak patuh dengan perintah Adam


Alex menepuk bahu Adam agar ia bisa lebih tenang Adam mengangguk


''terima kasih''


gumam Adam


apa yang Adam ucapkan tak hanya didengar Alex namun yang lainnya yang terkejut dengan apa yang di ucapkan Bigbos mereka untuk pertama kalinya mengucapkan terima kasih pada mereka semua


''jangan menatapku ''


kembali Adam menatap semua orang-orangnya yang kembali menunduk dengan pemikiran tentang Adam yang berubah lebih manusiawi daripada sebelumnya yang selalu bersikap arogan dan kejam


sesuai dengan apa yang dikhawatirkan Adam , Sarra terbangun dan histeris mencari-cari Adam yang tak ada disampingnya Prasetyo dan Sinta mencoba menenangkan Sarra yang panik bersama Wira , Vino dan Rarra


''Yah, dimana suamiku?, kumohon cari dia Yah aku takut terjadi sesuatu padanya ''


Sarra panik ia mengingat ancaman Damon pada dirinya


''sayang, suamimu hanya keluar sebentar dia pasti akan segera kembali percayalah pada kami''


ucap Sinta


''iya nak, tunggulah dan tenangkan dirimu ingat kau sedang mengandung tidak baik untuk bayimu jika kau terus-terusan merasa cemas''


timpah Prasetyo


Sarra menggeleng-gelengkan kepalanya menolak semua kata-kata Ayah dan Ibunya Rarra yang juga menghawatirkan kondisi sang kakak ikut berbicara


''Kak, tenanglah , Tuan Muda pasti baik-baik saja ia bersama Tuan Alex dan para pengawalnya ''


Rarra dengan menepuk bahu sang kakak semua orang berusaha membuat Sarra tenang namun sia-sia saja Sarra kekeh ingin agar Adam segera kembali ia meraih handphonenya mencoba menghubungi Adam namun panggilan Sarra tak kunjung terhubung membuat Sarra semakin kalut


''Nona , kumohon tenangkan dirimu , demi bayimu kalau tidak suamimu akan membunuhku nantiny karna tak bisa menjagamu dengan baik''


Wira yang cemas dan ketakutan akan kemarahan Adam nantinya


Sarra terdiam ia hanya bisa menangis di dalam kekalutannya akan Adam dimana kini pikirannya terus berkecamuk dengan ancaman Damon pada dirinya Sarra pun mulai terisak melihat Sarra menangis Wira dan yang lainnya semakin khawatir dan panik


''aku disini sayang''


suara Adam memecah suasana di kamar Sarra semua orang menatap kedatangan Adam yang cepat mendekati Sarra yang akan turun dari tempat tidurnya Sarra memeluk Adam dan air matanya pun tumpah didada Adam rasa cemas dan ketakutannya pun lenyap dengan kedatangan pria yang amat ia cintai itu