
''PRAAAANNGGG''
disebuah hotel terpencil di ibu kota Damon melempar semua botol minuman yang disediakan pihak hotel di kamar miliknya beberapa orang-orangnya nampak tertunduk ketakutan dengan yang dilakukan Damon
''shiiittt''
''Adam, benar-benar ingin menyingkirkan aku rupanya''
Damon begitu murka saat tau semua bisnis ilegalnya hancur di sita pihak kepolisian atas perintah Adam jaringan bisnisnya pun tak jauh berbeda semua investor yang bekerja sama dengan perusahaan Damon memilih meninggalkan Damon karna ancaman Adam
semua aset milik Damon berhasil Adam bekukan juga orang-orang yang berada dalam naungan Damon hilang tanpa jejak baik di dalam maupun di luar negara Adam tak main-main dengan perintahnya untuk mengahancurkan jaringan Damon Draco kini tinggal beberapa orang saja yang masih bersama Damon karna tak memiliki pilihan lain
''Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang, semua bisnis dan semua pengikut kita sudah habis tak tersisa''
ucap asisten pribadi Damon
''aku tidak peduli, meskipun aku akan hancur sekalipun , kali ini aku tak akan menyerah begitu saja, akan ku buat Adam menderita dan bersujud di kakiku ''
geram Damon
asisten Damon menatap sang Tuan dengan seringai diwajahnya terlihat begitu dingin dan membuat siapapun pasti akan ketakutan
''siapkan semuanya , dan aku ingin kalian menculik Sarra bagaimanapun caranya dia harus menjadi milik Damon Draco aku tidak akan pernah rela semua menjadi milik Adam Mahendra , kali ini aku tidak ingin gagal lagi''
Adam membawa Sarra untuk berlibur agar Sarra bisa lebih tenang dan tidak terlalu stres dengan terus menerus memikirkan ancaman Damon terhadapnya
Adam membawa Sarra ke korea ke kediaman orang tuanya atas permintaan Tuan Besar dan Mama Nindiya
dengan pesawat pribadinya bersama asisten Sarra, Jenny dan Alex tentunya untuk sementara waktu Sarra meninggalkan perusahaan dan ia percayakan pada orang-orang Adam untuk menghadle semuanya
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan bagi Sarra , mereka tiba di negara yang terkenal itu disambut para petinggi dan tentunya Tuan Besar Park dan sang Mama
Adam membopong Sarra yang terlelap dengan perut buncitnya semenjak kehamilannya Sarra memang lebih banyak tertidur di banding terjaga entah kapan pun dan dimana pun
''kalian sudah sampai?, oh nampaknya menantu Mama sangat kelelahan ayo , cepat masuk udara sangat dingin tidak baik untuk istrimu''
sambut Nindiya
''iya Mah''
Adam membopong tubuh Sarra memasuki rumah besar nya setelah mengucapkan salam kepada sang Papa di ikuti Alex dan Jenny yang membungkukan badan pada Tuan Besar dan Mama Nindiya
Adam membaringkan Sarra ditempat tidur kamar pribadinya jika ia di korea Adam akan menempati kamar yang selalu di bersihkan dan tetap di jaga kebersihannya oleh Nindiya
Adam membersihkan dirinya terlebih dahulu usai membaringkan Sarra
beberapa saat kemudian Adam keluar dari kamar dan menemui kedua orangtuanya yang telah menunggunya di meja makan bersama Alex dan Jenny
Adam menarik kursi untuk ia duduki di samping sang Mama dan Tuan Besar di tengah-tengah mereka
''mana Sarra sayang? apa istrimu belum bangun juga?''
tanya Nindiya
''Sarra , memang susah untuk bangun semenjak ia mengandung Sarra lebih banyak tidur entah kapan dan dimanapun''
ucap Adam
membuat kedua orangtuanya menatap heran dengan apa yang Adam katakan
''apa itu tidak berpengaruh pada kesehatan nya ?''
timpah Tuan Besar
ungkap Adam
''syukurlah kalau begitu Mama harap Sarra dan cucu Mama selalu sehat sampai ia melahirkan nantinya''
''amiin''
Adam mengaminkan ucapan sang Mama di ikuti Alex dan Jenny
''apa kalian sudah tau kalian akan memiliki seorang putri apa seorang putra nantinya ?
kembali Tuan Besar bertanya
''anda akan memiliki jagoan Tuan Besar ''
kali ini Alex yang ikut berbicara
''apa ? hahaha.... bagus... bagus aku akan punya jagoan kembali kau memang hebat putraku ''
Tuan Besar begitu bahagianya dan tertawa senang begitu semua orang dan mereka berbincang sembari menikmati makan malam mereka dengan gembira
''oh ya Lex, apa kau sudah mennmukan Damon ? dimana sekarang dia?
tanya Adam disela-sela perbincangannya tentang Sarra
''dia sekarang sedang dalam pengejaran anak buah kita , Tuan Muda tenang saja semua sudah sesuai dengan keinginanmu ''
jawab Alex
''kau yang terbaik Lex''
puji Adam
''bagus kau membawa Sarra kemari, Mama tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada menantu Mama karna masalah Damon ''
tutur Nindiya
''terima kasih Mah, Pah atas pengertian kalian dan kasih sayang kalian pada istriku''
ucap Adam tulus
''kau ini, kalian putra dan putri kami tentu saja kami sangat menyayangi kalian ''
timpah Tuan Besar
''Mas Adam''
tiba -tiba Sarra memanggil Adam , Adam menoleh kearah Sarra yang sedang menuruni tangga dengan cepat Adam beranjak mendekati Sarra memapahnya
''kau sudah bangun?''
tanya Adam yang melihat Sarra sudah segar seperti habis mandi , Sarra mengangguk akan pertanyaan Adam
''apa kau lapar ?''
Sarra kembali mengangguk , Adam membawa Sarra kembali ke meja makan dan membantu Sarra untuk duduk bersama menikmati makan malam Tuan Besar dan Mama Nindiya begitu bahagia ahirnya kesempatan untuk berkumpul bersama anak dan menantunya itu bisa terwujud
Tuan Besar dan Mama Nindiya begitu memanjakan Sarra dan tak membiarkan Adam yang biasa melayani Sarra kini tergantikan oleh kedua orangtuanya meskipun kesal Adam tapi bahagia Alex dan Jenny tertawa geli melihat expresi sang Tuan Muda