
Adam dan Alex bergegas ke tempat kejadian begitu menerima panggilan dari Jenny dengan para pengawal Adam tentunya mereka tiba di lokasi penyerangan Sarra
Adam begitu syok mendapati semua pengawal Sarra sudah tak bernyawa hanya Jenny yang masih bisa bertahan dengan luka tembak di bahu dan kakinya Alex merengkuh tubuh Jenny yang berlumuran darah di pelipisnya
''Jen, apa yang terjadi ? bagiamana semua bisa terjadi ?''
cemas Alex
''Tuan Muda, maafkan aku , aku gagal melindungi Nona mereka ber-berhasil membawanya demi aku Nona menyerahkan dirinya ''
ungkap Jenny dengan terbata-bata Adam semakin terpukul mendengar penuturan Jenny
kedua tangannya terkepal rahang di wajahnya pun terlihat mengeras amarah terlihat jelas dimana sang bos mafia itu
''Damon Draco aku bersumpah aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri''
teriak Adam, Alex membopong tubuh Jenny untuk segera membawanya ke rumah sakit sementara Adam bergegas menuju markas besarnya di ikuti pengawalnya dan sebagian pengawal mengurus rekan mereka yang sudah tiada dan menjadi korban Damon untuk melindungi Sarra
dengan amarah yang memuncak Adam berganti pakaian dengan pakaian serba hitamnya dan mempersiapkan senjata yang persiapkan di balik tubuhnya
tak berapa lama Alex , Wira, dan Davin tiba tampak jelas Davin begitu mencemaskan Sarra begitu tau kabar penyerangan Sarra dari Alex
tanpa menunggu persetujuan Adam mereka pun segera mempersiapkan diri untuk membantu Adam menyerang Damon dan menyelamatkan Sarra
''Lex, lacak dimana keberadaan Sarra dari cincin pernikahan kami, Sarra selalu memakainya''
titah Adam
''baik Tuan Muda''
dengan keahliannya di bidang hacker dan dunia computer Alex berhasil menemukan lokasi Sarra berada saat ini
''mereka membawa Nona ke sebuah rumah di pinggiran kota , tempat yang cukup bagus untuk bersembunyi, tapi cukup bagus juga karna mereka memilih tempat yang cukup bagus untuk mengubur mereka ''
ucap Alex dengan seringai di wajahnya
Adam dengan tatapan dinginnya menutup mata dan mencoba mengingat Sarra saat ini kecemasan nampak terlihat diwajahnya yang terpejam Davin menepuk bahu Adam
''yakinlah, Sarra akan baik-baik saja , ayo cepat kita berangkat jangan buang-buang waktu lagi Sarra pasti menunggumu''
tutur Davin
Adam mengangguk apa yang dikatakan Davin , dengan cepat ke 4 pria itu meninggalkan markas besar bersama para pengawal mereka juga persenjataan lengkap di tubuh mereka
Alex juga memerintah untuk semua anak buah Adam di setiap sudut kota untuk bersiap menyerang Damon
di tempat lain Sarra di bawa ke sebuah kamar gelap dalam keadaan tak sadarkan diri karna bius tubuh Sarra di baringkan di tempat tidur
Damon tertawa puas karna berhasil membawa Sarra
''kerja bagus, cepat siapkan semuanya malam ini juga aku akan membawa wanitaku keluar dari indonesia''
titah Damon
''maaf Tuan, tapi saat ini kita tak bisa keluar dari sini, ini tempat paling aman untuk kita saat ini semua akses untuk keluar dari indonesia sudah di jaga ketat Alex baik darat maupun laut ''
ungkap asisten Damon
''shittt''
Damon mengepalkan tangannya susah payah ia membawa Sarra ia tak ingin sampai Adam berhasil menemukan nya
''kau yakin tempat ini aman?
''saya yakin Tuan , karna tempat ini tak akan bisa terlacak oleh siapapun kecuali ada penghianat diantara kita atau Nona itu mengaktipkan gps di handphonenya dan Tuan tenang saja wanita itu tidak membawa apapun bersamanya kami sudah menghancurkan handphonenya tadi''
''kerja bagus, pergilah biarkan aku sendiri dan wanitaku''
titah Damon
''kau sangat cantik Sarra Lim , sekarang kau dalam genggamanku ''
gumam Damon sembari mengelus wajah Sarra yang mengernyit dan mulai tersadar Sarra membuka kedua matanya ia terkejut mendapati dimana dirinya berada sebuah kamar asing yang ia tempati dan Damon di hadapannya dengan memegangi perut buncitnya Sarra berusaha untuk duduk
''kau?a-apa yang kau lakukan padaku? apa maksudmu menculikku?''
Sarra dengan ketakutan mencoba untuk tenang menatap Damon
''hahaha... mata yang sama tatapan yang sama juga amarah yang sama tapi aku suka apalagi dengan matamu itu''
tutur Damon dengan meraih rambut Sarra yang terurai dan menciuminya Sarra menarik rambutnya dengan kasar
''jangan coba-coba untuk menyentuhku kalau tidak kau akan menyesal''
Sarra dengan tatapan tajamnya
''apa kau pikir suamimu akan bisa menemukanmu di tempat ini? tidak mungkin tempat ini jauh dari manapun kau tau? maka jangan mencoba untuk melawanku atau kau sendiri yang akan menyesal''
seringai Damon
Sarra mulai berkaca-kaca rasa takut juga cemas kini menjadi satu dalam dirinya namun ia yakin Adam pasti akan datang untuk menyelamatkannya dan ia harus bisa bertahan sampai saat itu tiba nantinya
''aku tau siapa suamiku , dia pasti akan datang untukku''
Sarra dengan tatapan tajamnya
''berhenti bicara tentang suamimu itu lupakan dia , karna mulai saat ini kau milikku dan tak akan ku biarkan kau kembali bersamanya camkan itu''
geram Damon
''hah.... apa kau sudah gila? aku istri seseorang dan aku tak mungkin menjadi milikmu, dan tidak akan mungkin aku sedang mengandung anak dari suamiku ''
teriak Sarra dengan beranjak dari tempat tidur dengan tangan mengelus perut buncitnya amarah terlihat jelas di wajah Sarra
''aku tak peduli, kau dan bayimu akan menjadi milikku lupakan Adam , dan terimalah aku menjadi suamimu ''
tukas Damon
''kau benar-benar sudah gila, aku tidak sudi menjadi istri orang gila sepertimu ''
Sarra mencoba untuk berlari ke arah pintu namun langkahnya di cekal Damon
''minggir jangan halangi aku''
Sarra semakin geram dengan apa yang dilakukan Damon yang seolah acuh dengan semua yang ia katakan
''aku tidak akan membiarkan kau lari begitu saja setelah apa yang aku lakukan sampai sejauh ini, semua ini aku lakukan karna aku sangat mencintaimu Sarra , kau wanita yang aku inginkan kau begitu sempurna untukku kau tidak pantas dengan Adam kau akan bahagia bersamaku ''
Damon dengan merangsek maju kearah Sarra yang mulai mundur langkah demi langkah
''tidak, aku tidak sudi menjadi istrimu aku hanya menginginkan Mas Adam dia hanya dia''
Sarra mulai histeris dan menangis
''kau wanita bodoh, demi pria itu kau rela mati aku tidak peduli suka atau tidak kau akan tetap jadi milikku Damon Draco dan akan ku buat kau melupakan Adam Mahendra''
bentak Damon , Sarra jatuh terduduk di tempat tidur dengan airmata berlinang membasahi pipinya ia terus menyebut nama Adam di dalam hati dengan yakin akan sang suami yang akan datang menolongnya seperti biasa
Damon mendekati Sarra dan mencengkram wajah Sarra
''akan ku buat kau jadi milikku''