
''Mas... Mas Adam jangan pergi Mas,jangan tinggalkan aku Mas...
Sarra memeluk tubuh Adam yang berlumuran darah dan luka di perut juga darah segar dipelipis Adam
Sarra histeris memeluk tubuh Adam yang semakin melemah
''maafkan Mas, tak bisa lagi untuk melindungimu Mas sangat mencintaimu ...
Adam dengan terengah
Sarra menggelengkan kepalanya menolak apa yang Adam katakan dengan airmata berlinang Sarra memeluk Adam darah segar membasahi pangkuan dan tangannya Alex bersimpuh di sisi Adam menangisi sang Bigbos
''Mas.... Mas Adam tidak.... Mas''
Sarra terbangun dari tidurnya dengan keringat membasahi pelipisnya Adam yang mendengar erangan Sarra bergegas kembali ke kamar Sarra menghambur memeluk Adam yang masuk bersama Alex
''Mas, kau baik-baik saja kan ?''ka-kau tidak terluka kan ?''
Sarra memeriksa tubuh Adam dari ujung kepala hingga kaki dan memutar tubuh Adam tampak ia begitu panik juga cemas Adam menarik Sarra ke dalam pelukannya
''aku tidak apa-apa , aku baik-baik saja kau hanya bermimpi aku disini dihadapanmu''
tutur Adam sembari menciumi Sarra
pria itu memberi isyarat pada Alex agar meninggalkan ruangan itu Alex pun paham maksud Adam
Alex mengambil handphone disaku celananya dan menghubungi anak buahnya
''siapkan semuanya?''
titah Alex
ia pun menutup kembali panggilannya dan menatap dari luar kamar Adam yang tengah memeluk Sarra ia mengheula napasnya dengan berat
( akan ku pastikan orang itu akan menerima akibatnya karna telah membuatmu ketakutan Nona )
gumam Alex pria itu pun berlalu meninggalkan ruangan Adam
Adam ahirnya memutuskan untuk kembali ke mansion bersama Sarra yang masih tidak tenang karna mimpi buruknya
sesampainya di mansion Sarra langsung berlari memasuki kamarnya meninggalkan Adam begitu saja
Pak Yhang yang menyambut kedatangan mereka di buat cemas dengan Sarra yang terlihat sedih dan tanpa berkata-kata seperti biasanya yang selalu bersikap ramah
''Tuan, ada apa dengan Nona ?''
tanya Pak Yhang, Adam menceritakan kejadian dikantor hari ini membuat Pak Yhang terkejut
''seharusnya aku tak membawanya ke kantor Pak Yhang , kalau tau akan seperti ini sehingga istriku jadi ketakutan dan terus-terusan di hantui kecemasan ''
lirih Adam
''Tuan jangan cemas, Nona pasti akan baik-baik saja ''
tutur Pak Yhang
Adam mengangguk dan beranjak menuju kamar menyusul Sarra
pria itu memasuki kamar dan mendapati Sarra yang tengah menangis di tempat tidur mata Sarra sudah sembab karna terlalu lama menangis
Adam melepas jas dan membuka beberapa kancing kemejanya ia menggulung tangan nya sebatas siku membuat ia terlihat Cool dengan kemeja pas body berwarna putih ditubuhnya
''sayang jangan menangis lagi, kumohon aku tidak suka melihatmu menangis, lihatlah matamu sudah membengkak karna terlalu lam menangis ''
Adam menangkup wajah Sarra ia mengecup kedua mata Sarra dengan penuh kasih sayang membuat Sarra semakin tersedu
''jangan mencemaskan aku , aku akan baik-baik saja aku akan menjaga diriku untukmu ini janjiku untukmu aku tidak akan terluka walaupun hanya sedikit''
tukas Adam
''berjanjilah untuk menjaga dirimu untukku, jangan terluka jangan membahayakan dirimu aku tak bisa melihatmu terluka, aku akan mati jika kau terluka ''
Sarra tanpa berhenti berbicara membuat Adam tersenyum melihat kecerewetan sang istri yang menghawatirkannya
''kenapa Mas Adam malah tertawa eemmhhh... ''
''sudah cukup bicaranya jangan bicara lagi tentang hal buruk, cukup nikmati saja saat ini apa yang akan aku berikan untukmu ''
bisik Adam di telinga Sarra dan menjilati telinga sang istri membuat tubuh Sarra merinding dengan apa yang dilakukan Adam
Adam menyingkap rambut Sarra kesamping dan menciumi leher Sarra perlahan tangan Adam membuka kancing gaun Sarra satu demi satu hingga tak menyisakan satu helai benang pun di tubuh indah sang istri
Sarra membuka kancing kemeja Adam satu persatu tangannya kerkelana kesana kemari menyusuri tubuh berotot sang suami yang kini bermain di kedua bukit kembarnya dengan penuh hasrat
''ahh.... emmmhhhh.... sayang.... ''
Sarra melenguh dan meremas rambut Adam menekannya supaya lebih dalam menyesapnya tangan Adam tak diam begitu saja dengan lihai nya ia memainkan jari-jarinya di bawah sana membuat Sarra semakin meracau tak karuan
Adam mencumbu Sarra tanpa terlewat satu inci pun hingga meninggalkan beberapa jejak kepemilikan Adam turun kebawah dan menyesap madu Sarra dengan rakusnya
Sarra meremas rambut Adam dan menjeritkan nama sang suami saat rasa nikmat mulai menderanya
''kau sungguh nikmat sayang''
Adam bangkit dan berdiri di hadapan Sarra menuntun tangan Sarra dan meminta Sarra untuk memberinya kenikmatan yang sama
Adam memegangi rambut Sarra yang tengah menikmati lolipopnya dengan penuh hasrat
Adam mengerang saat Sarra begitu membuatnya dibuai kenikmatan
''kau membuayku tergila-gila sayang''
erang Adam dengan cepat ia memasuki tubuh sang istri yang bertumpu pada tempat tidur Adam membuat Sarra mendesah dengan memasuki tubuh sang istri dari belakang Sarra menjerit kala Adam semakin mempercepat gerakannya dan memegangi pinggangnya
''aahhh.... Mas..... emmmm.... aahh... ahhh''
suara ******* dan erangan mereka membahana menghiasi kamar mereka untung saja kamar mereka kedap suara jadi siapapun tak akan ada yang mendengar suara mereka saat bercinta
sementara itu Alex telah mengetahui siapa pengirim kado berdarah itu yang tak lain adalah Merry dengan beberapa pengawal bersamanya Alex mendatangi lokasi syuting Merry sang model terkenal
Flashback on
Alex menghubungi anak buahnya dan mendapati kabar kalau Merrylah yang mengirimkan paket itu ke kantor dengan menyewa jasa kurir
Alex memerintahkan untuk memblok lokasi syuting Merry saat itu juga dengan cepat Alex mendatangi tempat Merry berada
Flasback off
Merry menatap Alex tanpa rasa takut terhadapnya sama sekali
Alex pun menatap Merry tak kalah tajam dan dingin nya
''kau berani menganggu Tuanku maka tanggung akibatnya''
mulai dari saat ini karirmu akan hancur ''
ancam Alex
''kau pikir aku takut dengan ancamanmu , kau tidak akan bisa berbuat apa pun aku memiliki orang-orang penting yang akan membantuku ''
Merry dengan percaya diri
''baiklah kita lihat siapa yang akan mau membantumu''
Alex mengeluarkan handphonenya dari saku jasnya
''lakukan sekarang , kita lihat bagaimana wanita tidak tau malu ini akan menyelesaikan bom yang akan meledak ''
ucap Alex sambil berlalu pergi dari hadapan Merry dengan senyum sinis penuh arti, Merry menatap Alex dengan perasaan bingung
''aaaaaa.... Nona coba kau lihat ini''
asisten Merry berteriak saat ia menerima notif tentang berita Merry sebagai model internasional yang memiliki hubungan spesial dengan beberapa pria berpengaruh di industri hiburan dan juga petinggi di korea
Merry membelalakan matanya tak percaya dengan semua yang terjadi ia mengingat ancaman Alex dan mengumpat Alex
''brengseekk''
geram Merry karirnya hancur dalam sekejap mata akibat ulahnya sendiri