My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Tragedi



Sarra menepis tangan Damon dengan kasar sekuat tenaganya


''jangan pernah bermimpi melakukannya Damon Draco, kau tidak akan pernah bisa dan kau tidak akan mampu menghapus Adam dihati, di pikiran dan di jiwaku bahkan disetiap hembusan napasku hanya akan ada nama Adam camkan itu''


Sarra dengan amarahnya Damon pun mulai kalap dengan apa yang Sarra katakan


''PLAAAAKKK''


Damon menampar Sarra hingga kembali jatuh tersungkur ke tempat tidur nampak darah segar di sudut bibir Sarra


''heh... cinta, kau bilang kau mencintaiku tapi kau mampu melukaiku cinta macam apa yang akan kau berikan padaku Damon hanya ada ketakutan yang kurasakan untukmu aku membencimu Damon aku aku membencimu... hiks... hikss''


Sarra menangis dengan sesegukan Damon di buat bingung dengan apa yang ia lakukan ia menatap tangannya yang gemetar telah memukul wanita yang ia cintai itu


''maafkan aku sayang... maafkan aku, kau yang memaksaku memukulmu''


Damon mencoba mendekati Sarra namun Sarra beranjak dengan ketakutan ia tak sadar gaun yang ia kenakan tersingkap hingga menampilkan sebagian paha nya dan hal itu memancing ***** Damon yang menatapnya seperti singa lapar


''tidak... ja-jangan lakukan itu kumohon''


Sarra menangkup kedua tangannya saat Damon berusaha mendekatinya dengan membuka satu per satu kancing kemeja di tubuhnya Sarra semakin ketakutan


( "Mas Adam... dimana kau? cepatlah datang tolong aku Mas... ya Tuhan selamatkan aku dan bayiku")


dalam hati Sarra tak henti berdo'a dan memanggil nama Adam


Damon merangsek maju mendekati Sarra


''jangan sentuh aku , ku mohon aku sedang mengandung , kumohon kasihanilah bayiku jangan lakukan itu ku mohon ''


Sarra menangis dan menangkup kedua tangannya di hadapan Damon namun sayang Damon sudah di rasuki ***** yang membuatnya kalap apa lagi tubuh indah Sarra terpampang di depannya walaupun dalam keadaan mengandung


Damon menarik blazer yang Sarra kenakan hingga terlepas dari tubuh Sarra yang memakai gaun tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup memperlihatkan asetnya dan punggung yang terbuka


''akan ku buat kau menjadi milikku ''


''Tidaaaaakkk''


Sarra menjeritkan nama Adam di saat Damon berusaha memaksakan kehendak nya pada Sarra tiba-tiba pintu kamar di gedor dengan kencang oleh asistennya


Damon segera beranjak dan membuka pintu Sarra menggunakan kesempatan itu untuk kembali memakai blazernya


''ada apa?''


bentak Damon


''maaf Tuan , ki-kita diserang dan rumah ini sudah terkepung Adam, dan Alex juga semua anak buahnya bersama Wira dan Davin yang ikut membantunya''


''Mas Adam''


Sarra yang mendengar apa yang dikatakan asisten Damon pun segera beranjak untuk keluar dari kamar itu namun Damon berhasil mengcekal tangannya


''kau mau kemana? tidak semudah itu dia bisa mengambilmu dariku''


ucap Damon


''lepaskan aku brengsekk''


Sarra meronta-ronta menahan sakit tangannya akibat cengkraman Damon


Damon mendorong tubuh Sarra kembali tersungkur ke tempat tidur dan mengunci Sarra di kamar itu


Sarra memegangi perutnya yang terasa sakit karna tersungkur


''aawwww.... tidak... my boy , bertahanlah demi Mommy dan Daddy , Daddy sudah datang sayang.. aaahhhwww''


Sarra dengan napas mulai terengah-engah merasakan sakit yang hebat di perutnya ia mulai kontraksi akibat benturan di perutnya ia meremas sprei tempat tidurnya


''Mas.... Mas... Adam aku disini... ''


Sarra mencoba menahan sakit yang ia rasakan berjalan menuju pintu kamar yang terkunci dari luar


sementara di lantai bawah Damon kini tengah berhadapan dengan Adam keduanya saling menatap tajam


''dimana istriku ?''


tanya Adam , Damon hanya tersenyum sinis ditatapnya Adam dengan penuh kebencian


''kau pikir aku akan menyerahkan nya dengan begitu mudah setelah aku bersusah payah sampai sejauh ini ?''


geram Damon


''brengsekkkk''


''bugghh... buggghhh.... ''


Adam dan Damon mulai saling adu kekuatan pukulan dan tendangan mereka layang kan sama-sama kuat dan sama-sama terlatih Alex juga tak tinggal diam ia pun ikut adu jotos dengan asisten Damon dan beberapa anak buah Damon sementara Davin dan Wira berusaha mencari-cari dimana Sarra berada


teriak Adam


''heh... kita lihat saja... siapa yang akan mati disini ''


Damon tak kalah sengitnya ia mengeluarkan semua kemampuannya


''Bigbos jangan buang-buang waktu cepat kita habisi saja bajingan tengik ini''


sahut Alex


saat Adam dan Alex beradu punggung dengan kedua tangan memasang pukulan untuk di layangkan pada lawan mereka


''kau benar, waktuku lebih berharga daripada harus melayani mereka''


geram Adam


dengan cepat Adam melayangkan tinju dan pukulannya pada anak buah Damon bersama Alex sebagai pelindung dengan tepat dan cepat namun mematikan


Damon semakin terdesak dengan serangan-serangan yang Adam keluarkan semua anak buahnya berhasil Adam dan Alex lumpuhkan ia segera mengeluarkan pistol dari balik bajunya untuk menembak Adam


namun hal itu terlihat oleh Alex dengan cepat ia menendang tubuh Damon hingga tersungkur ke lantai


''BRRUUUKKK''


tubuh Damon jatuh tersungkur naas ia melihat senjata yang tergeletak di lantai dan kembali mengarahkannya pada Adam


''matilah kau brengseekkk''


''dorr.... dooorrrr.... doorrrr''


suaran letusan pistol terdengar membahana di ruangan itu


GREEEPP


Adam memeluk tubuh Alex yang jatuh di pelukannya Alex mengahalau peluru ke tubuh Adam dengan tubuhnya darah segar nampak membasahi perut dan bahunya demi melindungi Adam


Adam membelalakan matanya syok dengan yang dilakukan Alex untuknya


''Tidaaaaakkk.... hyuuuuungg''


Adam berteriak histeris suara tembakan itu membuat semua orang terkejut Wira dan Davin yang sedang mencari Sarra pun memutuskan untuk kembali ke lantai bawah


''tidak sebaiknya kita berpencar kau cari Nona, aku akan melihat apa yang terjadi dengan Bigbos ''


tukas Wira


''baiklah, aku setuju''


sahut Davin


Keduanya memutuskan untuk berpencar di rumah besar dengan penjagaan yang ketat dimana-mana itu


Davin berjalan dengan senjata ditangannya menyusuri lorong kamar satu persatu hingga di salah satu sudut kamar yang paling atas ia mendengar rintihan dan jeritan Sarra


''Sarra''


Davin bergegas berlari ke arah pintu kamar itu dimana Sarra mengetuk-ngetuk pintu


Davin mencoba membuka pintu kamar namun di kunci itu


''Sarra, ini aku Davin , apa kau baik-baik saja?''


panggil Davin


Sarra yang bersimpuh di balik pintu mencoba menjawab Davin nampak keringat dingin mulai membasahi pelipisnya menahan sakit akibat kontraksi


''Davin, tolong aku... aku di sini bayiku tolong selamatkan bayiku''


rintih Sarra


Davin yang mendengar jawaban Sarra pun segera menembakan senjata di tangannya ke arah pintu untuk membuka kunci pintu


''menjauh dari pintu, aku akan membuka pintunya''


titah Davin


Sarra menuruti perintah Davin dengan bersusah payah ia menggeser tubuhnya dan pintu pun terbuka oleh Davin


''Sarra''


Davin menghambur memeluk Sarra yang terlihat kesakitan


''Davin, bayiku tolong selamatkan bayiku ''


Sarra dengan terengah-engah menahan sakit di perutnya ia meremas baju Davin dengan kuatnya Davin berusaha memeriksa denyut nadi dan keadaan Sarra hancur hatinya melihat wanita yang diam-diam ia cintai itu terlihat kesakitan dan menderita