My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Teror



Adam mencoba menenangkan Sarra yang ketakutan dengan kado yang dikirim tanpa ada yang tau siapa pengirimnya Alex mengumpulkan semua karyawan dan stap di aula besar kantor MAHENDRA CORPORATION


''katakan siapa diantara kalian yang memberikan kado itu kepada Tuan dan Nona Sarra''


bentak Alex dengan melempar kado berdarah itu kelantai semua mata tertuju pada kado itu yang kini berceceran di lantai Alex tampak begitu geram membuat siapapun takut menatap sang tangan kanan Bigbos itu


para pengawal Adam juga menjaga ketat aula anak buah Alex memeriksa ruang cctv bersama security


''Pak Alex , kami benar-benar tidak tau, kado itu dari siapa Pak, lagi pula waktu kami berkumpul tadi kotak kado itu sudah ada di meja resepsionis kami pikir mungkin kiriman dari seseorang jadi kami satukan dengan kado yang kami berikan ''


ungkap salah satu karyawan dengan ketakutan untuk menatap Alex


''itu benar Pak Alex, kami tidak mungkin berani berbuat seperti itu terhadap Tuan dan Nona Sarra yang begitu baik pada kami''


timpah karyawan lainnya


Sarra masih ketakutan di samping Adam yang memeluknya dengan erat bayangan kado berdarah itu terpampang jelas dimatanya ia takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Adam ''


''Mas... aku takut Mas, kita tidak tau siapa mereka dan apa mau mereka, Mas ... aku takut mereka berbuat sesuatu padamu Mas''


Sarra mengguncang tangan Adam yang memeluknya Adam kembali menenangkan Sarra dengan memeluk dan menciumi puncak kepala sang istri


''sayang, jangan mencemaskan sesuatu secara berlebihan, aku akan baik-baik saja kau jangan khawatir ''


tutur Adam


''Mas... aku takut , mereka bisa saja nekat dan berbuat hal yang tidak kita duga''


Sarra kekeh


''kau lupa siapa aku sayang, tenanglah ada Alex dan juga para pengawal apa kau meragukan kemampuanku?''


Sarra mengeleng pelan dan menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Adam


beberapa saat kemudian pengawal dan security tiba dan memberikan laporan tentang penemuan mereka saat melihat rekaman cctv


''Pak Alex , mereka benar tidak seorang pun yang tau siapa pengirim paket itu karna yang mengirim adalah jasa kurir dari pengiriman sepertinya ini sudah direncanakan ''


lapor pengawal Adam


Alex mengangguk paham begitu juga Adam


titah Alex membuat para karyawan dan stap membubarkan diri tinggalah Adam , Sarra dan Alex di aula itu beserta para pengawal


''Lex , aku minta selidiki terus masalah ini dan meting hari ini kau atur kembali , Sarra sepertinya masih ketakutan aku akan membawanya ke ruanganku untuk beristirahat''


ucap Adam


''sesuai yang kau perintahkan Tuan''


Alex membungkukan sedikit badannya bersama pengawal dan security Alex menyelidiki kembali siapa pengirim kado tersebut kantorpun kini di jaga ketat dan tidak sembarang orang bisa memasuki kantor


sementara Adam membawa Sarra kembali ke ruangannya ia membuka pintu kamar untuk ia gunakan beristirahat jika ia menginap di kantor dulu sebelum menikah



Sarra di buat terkagum-kagum dengan interior kamar itu


''kau suka?''


tanya Adam yang masih memeluknya dengan erat Sarra mempererat pelukan Adam di tubuhnya


''iya aku suka, suasana begitu tenang , aku merasa lebih baik berada disini ''


tutur Sarra


''baiklah kalau begitu beristirahatlah aku akan menemanimu , sebelum kau tertidur pekerjaanku hari ini cukup banyak''


ucap Adam


Sarra mengangguk akan apa yang dikatakan Adam suaminya itu ia beranjak menuju tempat tidur dan Adam duduk di sampingnya membelai rambutnya juga mengelus -elus punggung Sarra


Sarra menatap Adam entah mengapa ia begitu mencemaskan Adam ia tak ingin terus mengingat kado berdarah tadi tapi rasa cemas masih memenuhi pikirannya tak ingin membuat Adam cemas ia pun mencoba untuk menutupi kegelisahannya dengan tertidur


Adam mengecup kening Sarra beberapa saat setelah Sarra tertidur ia membenahi rambut yang terurai di wajah sang istri


( akan ku pastikan kau selalu aman dalam lindunganku sayang, Papa aku tau ini pasti ulah mu kau ingin membuat istriku ketakutan aku tak akan diam saja)


dalam hati Adam ia sadar akan teror yang dikirim adalah dari sang Papa yang sedari dulu tak pernah menyukai Sarra


setelah dirasa Sarra terlelap Adam memutuskan untuk kembali ke meja kerjanya diluar kamar itu untuk memeriksa laporan dan berkas-berkas yang menumpuk