My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Cemburu part 2



Adam tak menyangka Sarra akan datang dan melihatnya tengah bersama Merry dengan posisi yang membuat siapapun akan salah paham dimana Adam tengah menarik rambut Merry namun Merry malah memeluk tubuh Adam


Sarra dan Alex di buat terkejut dengan apa yang dilakukan Adam


Sarra memberikan paper bag yang ia bawa kepada Alex dengan perasaan kesal juga sakit hatinya ia meninggalkan kantor Adam dengan berlari tanpa memperdulikan panggilan Adam


Adam mendorong tubuh Merry hingga tersungkur ke lantai dan beranjak untuk mengejar Sarra bersama para pengawal dan Alex


''kenapa kau tak memberitahuku kalau istriku akan kemari''


kesal Adam pada Alex


''maaf Tuan muda, Nona datang tiba-tiba ia ingin memberikanmu kejutan dengan membawakanmu makan siang''


tutur Alex


''dan kalian sukses membuatku terkejut''


geram Adam


''kau sendiri kenapa kau bersama wanita genit itu? seharusnya kau sadar kau sudah punya istri''


Alex kini yang berubah kesal pada Adam yang seolah menyalahkannya kata-kata Alex membuat Adam semakin kesal


''kau... ah sudahlah, bantu aku kejar istriku''


Adam pun kembali mengejar Sarra yang memasuki lift dengan menuruni tangga di ikuti Alex dan para pengawal kehebohan di perusahaan itu membuat karyawan menatap CEO mereka yang tengah berlari-lari penasaran


Sarra keluar dari lift yang membawanya ke lobi kantor dengan mengusap air matanya dengan kasar ia berlari keluar kantor tak berapa lama Adam keluar dari tangga darurat diikuti Alex dan yang lainnya terlihat Sarra baru saja keluar dari pintu masuk kantor


''Sarra , tunggu dulu ... tunggu ''


teriak Adam namun tak di indahkan Sarra rasa kecewa dan juga cemburu telah memenuhi pikiran dan hatinya


''Nona.... Nona Sarra tunggu dulu dengarkan penjelasan Tuan Nona''


teriak Alex


yang berhasil mencegat jalan Sarra dengan napas terengah pria itu berdiri di hadapan Sarra di ikuti Adam dan para pengawalnya


''sayang, dengarkan aku semua yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan , kau-kau salah paham dia bukan siapa-siapaku ''


Sarra mengusap air matanya dengan kasar di tatapnya Adam dan juga Alex beserta pengawalnya yang terengah mengejarnya kembali ia mengingat apa yang baru saja terjadi persaan kesal dan cemburunya mengalahkan egonya


''Pak supir''


Sarra memanggil supirnya dan tak lama supirnya datang dihadapannya Adam di buat bingung dengan apa yang akan dilakukan istrinya itu


''berikan kunci mobilnya padaku ''


Sarra mengambil kunci mobilnya dari tangan supir pribadinya dan bermaksud untuk meninggalkan Adam namun suaminya itu menghalangi pintu mobil Sarra dengan tubuhnya


Sarra menatap tajam Adam seperti kucing liar


''minggir ''


Sarra membentak Adam membuat nyali pria itu menciut begitu juga Alex dan para pengawal yang tak berani mendekat melihat kemarahan Nyonya mereka untuk pertama kali


Sarra dengan kecepatan tinggi mengendarai mobilnya meninggalkan Adam dan yang lainnya di parkiran kantor itu Adam yang panik pun segera menuju mobilnya untuk mengejar Sarra


''Lex , bereskan wanita sialan itu di kantorku jangan sampai aku mendapatinya berada di kantorku lagi terserah apapun yang akan kau lakukan''


titah Adam meninggalkan Alex untuk mengejar Sarra ,Asisten pribadi Adam itu hanya bisa mengacak- ngacak rambutnya sendiri karna kesal dengan Adam


''( semoga kau selamat dari amukan macan mu Bos) "


Guman Alex dan di dengar para pengawal yang diam-diam tertawa dengan tingkah mereka yang takut akan kemarahan Sarra


Sarra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tak tau arah dalam pikirnnya yang ada hanyalah ingin menghindari Adam sejauh mungkin rasa kesal juga amarah menguasai hatinya


''kau keterlaluan Mas..... ''


teriak Sarra kembali ia teringat semua tentang Adam kebaikan juga perhatian, kasih sayang dan cinta yang Adam berikan membuat Sarra perlahan bisa menguasai emosinya mobilpun kini melaju dengan perlahan


Adam yang mengikuti Sarra dari belakang terlihat panik juga cemas saat sang istri membawa mobil dalam keadaan emosi perasaan takut juga cemas meliputi dirinya namun ia bisa bernapas lega saat mobil Sarra berjalan perlahan dan melaju ke arah pantai


''( sayang maafkan aku) ''


lirih Adam dengan tetap mengikuti mobil Sarra secara perlahan