My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Keluarga seutuhnya



Sarra terbangun pagi -pagi sekali karna suara berisik dikamarnya ia membuka matanya perlahan ia terkejut dengan suasana kamarnya yang ramai di penuhi semua orang dimana ada Prasetyo, Sinta,Kakek Surya, Nenek Larasati, Rarra dan Vino tengah berdiri dengan membawa kado dan bunga ditangan mereka masing-masing Adam dan Alex berada diantara mereka


''surprise''


semua serempak membangunkan Sarra


wanita kesayangan Adam itu pun tersenyum bahagia dengan berangsur duduk bersandar di tempat tidur


''Ayah, Ibu''


Sinta dan Prasetyo menghampiri memeluk sang putri memberikan ucapan selamat atas kehamilan Sarra


''selamat ya sayang, kau harus lebih menjaga dirimu jangan terlalu lelah ingat kau sedang mengandung saat ini''


ucap Sinta


''selamat sayang, putri Ayah akan menjadi Mommy tercantik di dunia''


timpah Prasetyo


''terima kasih Ayah, Ibu, Sarra senang kalian kesini''


Sarra dengan bahagianya memeluk Ayah dan Ibunya bergantian dengan Kakek Surya dan Nenek Larasati


''Kakek, Nenek, Sarra sangat senang kalian bisa kemari Sarra sangat merindukan kalian ''


Sarra dengan memeluk Kakek yang sangat ia sayangi itu dengan mata berkaca-kaca


''cucuku, Kakek juga sangat merindukan mu , Kakek senang kau hidup bahagia dengan Tuan Muda dan sekarang kau akan memberikan Kakek seorang cicit Kakek sungguh bahagia''


ucap Kakek Surya


''Kakek harus tetap sehat agar bisa bermain dengan cicit Kakek nantinya, Sarra sayang Kakek juga Nenek ''


Sarra dengan kembali memeluk Kakek Surya


''jaga kesehatan dan pola makan mu sayang dan jangan sampai kau kelelahan atau stres''


timpah Nenek Larasati


Sarra mengangguk paham Kakek dan Nenek, Sarra mengecup dan memeluk Sarra dengan sayangnya mereka kepada cucu mereka satu-satunya itu Sarra menatap Rarra dan Vino yang menatapnya dari kejauhan


''Ra, Vino''


panggil Sarra keduanya menghampiri Sarra dengan tertunduk semua orang begitu menyayangi Sarra membuat Rarra merasa bersalah karna sikapnya selama ini dimana Sarra tak pernah membalasnya sedikitpun meskipun ia sudah sangat keterlaluan


''hai Sarr, selamat ya atas kehamilanmu ''


sapa Vino basa basi


Adam yang berdiri didekat jendela beranjak menghampiri Sarra dan duduk disamping Sarra merengkuh dan menciumi puncak kepala sang istri Sarra yang tau apa yang dirasakan Adam menggenggam tangan Adam dan menciumi tangan Adam memberikan ketenangan pada pria itu


''terima kasih Vin, semoga kalian juga cepat menyusul ''


ucap Sarra ramah apa yang dikatakan Sarra membuat Rarra semakin tertunduk


''Kak Sarra, selamat atas kehamilanmu , dan jika bisa tolong maafkan kesalahanku padamu Kak, aku minta maaf''


Rarra dengan suara pelan dan terbata apa yang dikatakan Rarra membuat semua orang terkejut terutama Sarra ditatapnya sang adik yang selama ini membencinya itu


''bisakah aku mendengar kata-kata itu sekali lagi adikku''


Sarra dengan menatap Sarra dan menahan tangisnya ia tak ingin menangis karna Adam tidak suka melihatnya menangis dengan merentangkan kedua tangannya Sarra menatap Rarra


semua orang menatapa kedua kakak beradik itu ikut terharu Prasetyo dan Sinta juga menghampiri dan memeluk kedua putrinya yang selama ini tak pernah akur


''maafkan Rarra Kak, Rarra banyak melakukan kesalahan pada Kakak, Rarra terlalu egois pada Kakak, padahal Kakak begitu baik dan tak pernah sedikitpun membenciku maafkan Rarra Kak... hik.. hiks''


Rarra dengan tersedu menangis memeluk Sarra yang menghapus airmatanya ia tak pernah menyangka Rarra akan bisa menerimanya sebagai saudara


''sudah jangan menangis lagi Kakak sudah lama memaafkanmu, Kakak selalu menyayangimu kita kan saudara kau sudah dewasa Kakak harap kau bisa bahagia dengan Vino ''


ungkap Sarra dengan memeluk Rarra


''iya Kak, Vino sangat baik ia sangat sabar menghadapiku aku bahagia Kak, bersamanya aku sangat mencintainya ''


''aku juga mencintaimu ''


timpah Vino dan hal itu membuat mereka semua menatap Vino sama halnya Rarra ia kini bisa bahagia kata-kata cinta yang selama ini ia tunggu dari Vino ahirnya terucap juga


Rarra tersenyum dan mengangguk perlahan


''Sarra , do'amu juga sudah terkabul Rarra tengah mengandung usia kehamilannya sudah berjalan 3 bulan ''


kembali Vino berkata Sarra menatap Rarra dan memberikan selamat begitu juga yang lain Prasetyo dan Sinta tak kalah bahagianya mereka kini bisa bahagia dan tenang kedua putri mereka telah akur juga dengan cucu yang akan datang dari putri mereka masing -masing


''semoga keluarga kita selalu dilimpahi kebahagiaan Mas ''


gumam Sinta tak kuasa menahan air mata bahagianya


''amiin ''


Prasetyo merengkuh bahu Sinta semua orang nampak begitu bahagia


''sudah , jangan membuat wanitaku menangis lagi''


Adam melepaskan pelukan semua orang pada Sarra


''hanya aku yang boleh memeluk istriku ,kalian sudah membuatnya menangis''


Adam memeluk Sarra untuk dirinya sendiri semua orang nampak tersenyum dan menggelengkan kepala mereka dengan keposesifan Adam


''huh... dasar bucin akut''


dan suara tawa pun pecah memecah suasana kamar yang tadinya haru menjadi ceria dengan tingkah Adam


Sarra memeluk Adam


''terima kasih I love you''


bisik Sarra di telinga Adam


''jangan hanya padaku tapi pada Kakak laki-lakimu itu juga''


Adam melirik Alex , Sarra mengangguk dan mengecup pipi Adam sekilas


''Kak Alex terima kasih''


sahut Sarra , sang asisten mendekati Sarra dan mengguyar rambutnya


''sama-sama teruslah bahagia''


Sarra mengangguk kebahagiaan yang bertubi-tubi tengah dirasakan Adam juga Sarra begitu juga semua orang yang kini turut merasakan kebahagiaan