
pagi menjelang Sarra membuka matanya perlahan dan menatap wajah Adam yang tengah terlelap memeluknya Sarra memperhatikan wajah Adam dengan bentuk alis tebal hidung mancung kulit nya yang halus juga bulu matanya yang lentik Sarra mengelus bibir Adam ia tersenyum sendiri
''bagaimana mungkin aku bisa jauh darimu, kau membuatku bahagia sebagai seorang wanita , kau adalah kebahagiaanku ''
gumam Sarra sekilas ia mengecup bibir Adam
tanpa Sarra sadari Adam sedari tadi sudah bangun dan mendengar perkataannya Adam membuka matanya dan mengulas senyumnya wajah Sarra berubah semerah tomat karna malu ketahuan sang suami
''aku bahagia jika kau bahagia, tetaplah bersamaku apapun yang akan terjadi di masa depan nanti kau harus tetap di sampingku''
lirih Adam
Sarra mengangguk tanda mengerti Adam menarik Sarra kedalam pelukannya dan menciumi puncak kepala Sarra dengan bertubi-tubi
''hari ini aku harus kekantor ada meting penting yang harus aku hadiri, sayang kau ikut aku kekantor saja ''
usul Adam
Sarra yang berada di atas dada Adam mendongak kepalanya menatap sang suami yang mengelus-elus punggungnya
''baiklah dimansion juga aku bosan karna tidak ada yang bisa aku lakukan ''
ucap Sarra
Adam kembali mencium bibir Sarra yang berada di atasnya
''sebelum kita ke kantor aku ingin kau memberiku energi di pagi hari''
tukas Adam sembari beranjak membopong tubuh Sarra menuju kamar mandi untuk mandi bersama dan juga ritual bercinta mereka yang Adam lakukan di kamar mandi tanpa bisa ia lewatkan begitu saja
pukul 8 tepat Adam dan Sarra meninggalkan Hotel dan di kawal para pengawal mereka Alex sudah standbye di lobi Hotel menjemput Adam dan Sarra yang akan langsung menuju kantor
sesampainya di kantor Adam dan Sarra disambut para stap dan karyawan dengan ucapan selamat atas pernikahan mereka yang kini sudah diketahui publik para karyawan nampak begitu kagum dan memuji Sarra yang begitu cantik dimata mereka selain ramah juga Sarra memang baik hati pada setiap orang
Sarra mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan bunga yang di berikan para karyawan di tangannya kini penuh denga berbagai macam bunga dan juga kado Sarra meminta pengawalnya untuk membawakannya keruangan Adam
''terima kasih semuanya , kalian sungguh baik selamat bekerja dan semangat''
ucap Sarra dengan sedikit membungkukan badannya memberi semangat pada semua karyawan
Adam membawa Sarra keruangannya di ikuti Alex dan para pengawal yang membawakan beberapa bunga dan kado untuknya
''sayang, kau beruntung memiliki karyawan yang begitu baik padamu ''
Sarra dengan mencium wangi bunga-bunga itu satu persatu Adam memeluk Sarra tanpa mempedulikan kehadiran Alex yang sedang merapikan beberapa berkas untuk meting nanti
''itu karna aku baik pada mereka , aku akan berlaku pada yang baik padaku , dan aku akan jauh lebih kejam jika ada yang berani mengusik atau mengganggu kehidupannku ''
tutur Adam
''Aissshhhh'', suamiku seram sekali ''
''lucunya istriku kau membuatku gemas sayang''
Adam menarik tengkuk Sarra dan ******* bibir Sarra begitu saja
Alex yang berada di ruangan itu pura-pura tak melihat apa yang dilakukan kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu
''setidaknya lihat dulu ditempat kalian berada ada orang lain tidak jangan bermesraan seenaknya saja''
kesal Alex ahirnya pria dingin itu mengeluarkan unek-uneknya selama ini yang harus selalu melihat kemesraan Adam dan Sarra
''dasar jomblo tidak bisa lihat orang senang, bilang saja kau iri ''
tukas Adam dengan melempar kado kearah Alex yang dengan sigap menangkap kado yang dilempar Adam
''dasar bucin''
Alex mencibir Adam , Sarra tersenyum antara malu terhadap Alex juga melihat kedua pria itu beradu mulut
''suatu saat kau akan mengalami yang aku rasakan jangan sampai aku tau hal itu , jika aku tau habislah kau dan aku berdo'a agar itu terjadi padamu''
tutur Adam
''tidak akan, cinta dalam hidupku itu tidak akan pernah terjadi ''
Alex kembali bersikap dingin
Sarra dan Adam menatap pria dingin itu seolah Alex menutupi tentang sesuatu yang membuatnya begitu menghindari perasaan cinta yang membuat semua orang bahagia ,berbeda dengan Alex selalu dingin tak pernah berurusan dengan yang namanya wanita
Sarra mengambil kado yang dilempar Adam pada Alex ia pun ingin membukanya dan membawanya ke meja sofa bersama kado yang lain Adam mulai memeriksa pekerjaanya bersama Alex di meja kerjanya
Sarra begitu antusias membuka kado satu persatu ada berbagai hadiah yang ia dapatkan mulai dari jam tangan couple , baju tidur couple juga tiket nonton bahkan blue film membuat Sarra membelalakan matanya dengan kado-kado yang ia dapatkan
tiba ia membuka kado yang dilempar Adam, Sarra membukanya dengan tak sabar
''aaaaaaaaa''
Sarra menjerit histeris ketakutan dengan isi kado tersebut
Adam dan Alex dibuat terkejut dengan jeritan Sarra, Adam beranjak dari kursinya menghampiri sang istri
Adam syok dengan isi kado tersebut dimana ada foto dirinya dan Sarra di sebuah majalah dibaluri oleh darah dan juga bangkai tikus lengkap dengan sebuah pisau berlumuran darah
Adam memeluk tubuh Sarra yang gemetar ketakutan
''Lex , singkirkan kado itu dan selidiki siapa pengirimnya
titah Adam
''baik Tuan ''