My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Keinginan Vino



Kehidupan rumah tangga Adam dan Sarra berjalan dengan harmonis membuat siapapun iri dengan kemesraan pasangan itu hingga mereka pun di nobatkan sebagai couple terfavorit menurut vote yang diadakan sebuah majalah ternama di luar negri


Sarra menjalani hari-harinya dengan bahagia ia sesekali membantu Adam di kantor ataupun ikut Adam keluar negri untuk perjalanan bisnis Sarra tak pernah jauh dari Adam begitupun sebaliknya pantaslah mereka dinobatkan sebagai pasangan terromantis


berbeda dengan Adam dan Sarra kehidupan rumah tangga Vino dan Rarra berbanding terbalik dengan rumah tangga Sarra dan Adam yang di penuhi pertengkaran karna ego masing-masing Rarra semakin keras dan juga egois ia tak pernah sekalipun memikirkan pernikahannya bersama Vino


tujuan awalnya memang Rarra ingin memisahkan Vino dari Sarra agar ia bisa membuat Sarra menderita namun kenyataannya jauh dari yang ia harapkan kini ia malah terjebak dengan pernikahan yang membuatnya tertekan dan prustasi


''Yah, aku ingin bercerai dengan Vino''


ucap Rarra saat sarapan bersama pagi itu apa yang Rarra katakan membuat Prasetyo , Sinta dan Vino terkejut dan menatap Rarra secara bersamaan


''apa yang kau katakan Ra, Ayah tak ingin kau main-main dengan apa yang kau katakan ''


geram Prasetyo


''Yah, aku tak mau tau aku ingin bercerai dari Vino aku tak bahagia dengan pernikahan kami ''


kembali Rarra merengek


BRAAAAKKKK


Prasetyo menggebrak meja makan membuat semua orang terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan pria paruh baya itu


''mudah sekali bagimu mengatakan hal itu , kau pikir pernikahan itu main-main sesuka hatimu kau bisa memutuskan dengan mudah nya?


bentak Prasetyo


''bukankah kau yang menginginkan pernikahan ini ? bukankah kau yang menginginkan Vino untuk kau jadikan suamimu ? kau yang menjebaknya dengan cara licik agar ia berpisah dari kakakmu kau itu punya otak tidak hah''


Prasetyo melototi Rarra yang tertunduk di hadapan sang Ayah


Sinta mencoba menenangkan Prasetyo ia cemas dengan penyakit jantung yang di derita sang suami Vino hanya terdiam menyaksikan semua itu


''Vino kau didik istrimu Ayah tidak mau tau dengan cara bagaimana kau akan melakukannya jika dia tak kunjung juga berubah dan mematuhimu sebagai suami Ayah izinkan kau menceraikannya dan kembalikan dia ke rumah ini''


ungkap Prasetyo membuat Rarra panik dengan apa yang dikatakan sang Ayah ia beranjak dari kursinya


''apa maksud Ayah?''


''Mas ingat dengan jantungmu jangan terlalu mengumbar amarahmu''


pinta Sinta


Vino memberikan obat yang biasa di konsumsi Prasetyo


''Ayah minta kau tinggalkan rumah ini dan ikut kemana pun suamimu membawamu , patuhlah dan turuti suamimu jangan membuat Ayah semakin merasa berdosa pada Vino juga kakakmu Sarra karna ulah mu ''


Prasetyo pun dengan berat hati meninggalkan meja makan Sinta sekilas menatap sang putri dengan perasaan sedih


''Ibu mohon turuti apa yang Ayahmu inginkan jangan membuatnya terus tertekan ingat penyakit Ayahmu Ra''


Sinta pun beranjak meninggalkan Rarra dan Vino yang terdiam


''kau dengarkan apa yang Ayahmu inginkan ikut aku suamimu atau jadi gelandangan sana di jalanan karna Ayahmu sudah jelas tak menginginkanmu selama kau tak bisa merubah sipat burukmu itu''


tukas Vino dengan berlalu menuju kamar untuk membereskan pakaiannya ke dalam koper Rarra mau tak mau mengikuti Vino ke dalam kamar ia pun dengan terpaksa mulai mengemas pakaiannya bersama Vino


Vino membawa Rarra ke cafe miliknya yang ia beli sebelum perusahaannya hancur, sang Ayah Tuan Bramantyo memutuskan untuk tinggal di luar negeri bersama saudara perempuan Vino


cafe Vino selama ini ia percayakan pada temannya untuk di kelola ,dilantai paling atas ada beberapa kamar yang biasa ia tempati dulu


kini ia ingin Rarra menempatinya


Vino bertekad untuk memulai semuanya dari nol bersama Rarra dan Prasetyo mendukung


keputusan menantunya itu sejak beberapa hari yang lalu Vino mengutarakan keinginnya tanpa Rarra ketahui


hingga pagi tadi Rarra memulai pembicaraannya tentang perceraian dan hal itu dimanfaatkan Prasetyo untuk bisa mendekatkan Rarra dan Vino


Vino sendiri sedikit-demi sedikit ingin membenahi kehidupannya


Vino tak ingin terus terpuruk dalam bayang-bayang rasa bersalahnya kepada Sarra ia ingin memulainya dengan Rarra sebagai tanggung jawabnya kini dimana sedikit demi sedikit Vino mulai memiliki perasaan sayang pada Rarra


Rarra memasuki kamar yang akan ia tempati tidak buruk pikirnya tanpa ia sadari ia sendiri kini mulai mengikuti keinginan suami dan Ayahnya karna Rarra memang sangat menyayangi sang Ayah ia takut akan penyakit jantung sang Ayah jika ia terus-terusan membantah sang Ayah