My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Saling percaya



Sarra mengemudikan mobilnya ke arah pantai dengan perlahan ia membuka Kap mobilnya hingga terbuka menampilkan sosok Sarra yang terlihat cantik dimana angin menerpa wajahnya membuat rambut indahnya melambai tertiup hembusan angin


Adam yang mengikuti dari belakang tampak terpesona dengan Sarra yang terlihat begitu cantik dan ingin rasanya ia untuk memeluk dan menciumi Sarra seolah tak ada kata bosan untuknya


Sarra menepikan mobilnya di pinggir pantai setelal mematikan mesin mobilnya Sarra keluar dari mobil ia melepas sepatu hak tinggi yang ia pakai dan menaruhnya di mobil dengan bertelanjang kaki Sarra berjalan menyusuri pantai cuaca cukup cerah hari itu dan pantai tidak begitu ramai seperti hari libur


Setelah berjalan cukup jauh dari pinggir pantai Sarra menatap ombak yang perlahan menyentuh bibir pantai dan membasahi kakinya dengan menutup mata Sarra mulai memikirkan semua yang terjadi pada dirinya juga Adam


''kenapa kau berdiri disini sendirian ?''


Adam membuyarkan lamunan Sarra ia pun menoleh ke arah Adam yang berdiri tak jauh darinya


ditatapnya Adam dengan mata mulai berkaca-kaca rasa kesal yang tadi memenuhi hatinya berubah menjadi rasa takut akan kehilangan Adam dan hal itulah yang membuat Sarra sedih


''Mas ...


Sarra berlari memeluk Adam yang merentangkan kedua tangannya menyambut tubuh Sarra dan mendekapnya dengan erat Adam menciumi puncak kepala Sarra di dadanya dengan penuh perasaan cintanya


''Mas , maafkan aku , aku seharusnya tak pergi menjauh darimu , maafkan aku ''


lirih Sarra


Adam mengusap airmata Sarra dengan perasaan bingung tentang sikap Sarra yang tadinya marah kini malah bersedih ia tak ingin melihat Sarra menangis karna dirinya


''aku yang bersalah bukan kau, seharusnya aku yang meminta maaf bukan kau, aku mengerti akan kemarahan mu padaku jangan menangis hatiku sakit melihatmu menangis''


tukas Adam


''Mas, aku takut Mas... aku takut kehilanganmu aku takut kau pergi meninggalkanku... hikss... hikss''


Sarra terisak dalam pelukan Adam yang kembali memeluknya dengan erat


''aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, jangan pernah sekalipun kau berpikiran seperti itu aku disini untukmu , ku pikir kau marah dan cemburu dengan Merry sampai kau semarah tadi rupanya aku salah''


tutur Adam membuat Sarra melepaskan pelukan Adam dan memukuli tubuh sang suami dengan kedua tangannya


''jadi wanita genit itu Merry namanya? Mas bilang tak mengenal gadis itu tapi tau namanya Mas bohong ....


Sarra kembali kesal Adam terbahak dengan Sarra yang kembali cemburu


Adam membungkam bibir Sarra dengan mencium bibir Sarra


''Mas...


Adam kembali mendaratkan bibirnya di bibir Sarra yang kembali di buat terdiam


''aku akan membungkam bibirmu dengan ciumanku kau tau aku suka saat kau cemburu seperti ini, aku senang itu artinya kau sangat memcintaiku''


gumam Adam di sela ciuman mereka


Sarra memeluk pinggang Adam membiarkan sang suami mencumbu bibirnya dan iapun membalas ciuman Adam tak kalah panasnya tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar pantai melihat mereka


beberapa saat kemudian Adam dan Sarra duduk bersama di pinggir pantai itu Sarra bersandar di bahu Adam dengan senyum terukir bahagia di wajahnya dengan tangan saling bertauatan menikmati suasana pantai siang itu


''tetaplah disampingku apapun yang akan terjadi jangan pernah sekalipun meragukan perasaan cintaku padamu yang begitu besar ''


ungkap Adam


''aku akan selalu bersamamu , denganmu aku hidup selamanya hingga ahir sampai ajal yang memisahkan kita aku akan selalu disampingmu mendampingimu ''


timpah Sarra


Adam mengecup kening Sarra dengan tulus dan juga rasa cintanya yang membuncah dan tak bisa untuk ia gambarkan karna cinta itu sejatinya hanya bisa di rasakan tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa indahnya makna dari kata cinta


''I love you''


ucap Adam


''I love you too''


jawab Sarra dengan mencium bibir Adam tanpa segan atau malu-malu lagi Sarra mengexpresikan rasa cintanya terhadap Adam


dan Adam begitu bahagia memiliki Sarra sebagai istrinya kini setelah lama mencari dan menunggu hari dimana Sarra akan menyatakan cintanya