My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Rutinitas pasutri



Pagi menjelang Sarra bangun pagi-pagi sekali ia beranjak melepaskan pelukan Adam di pinggangnya perlahan ia mendaratkan ciumannya di bibir Adam


''selamat pagi suamiku''


ucap Sarra ia pun mengambil piyama tidurnya untuk menutupi gaun tipis yang melekat di tubuhnya


Sarra beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi ia mencuci muka dan menggosok giginya setelah selesai ia pun bergegas meninggalkan Adam yang masih terlelap



Sarra berjalan menuju dapur di lantai bawah dengan menggunakan tangga sembari menggulung rambutnya keatas dengan di cepol dan sedikit terlihat berantakan namun membuat Sarra terlihat manis


Sarra memang lebih suka memakai tangga karna menurutnya sehat untuk otot kakinya hanya terdesak saja ia menggunakan lift


Sarra memulai aktivitas memasak nya dibantu para pelayan sebagai Nyonya rumah ia begitu di hormati dan di kagumi para pelayan dan pekerja di mansion itu yang menyukai sikap ramah Sarra pada semua orang


dengan cekatan Sarra memasak makanan kesukaan Adam yaitu Nasi goreng seafood juga salad buah dan sayur cukup sederhana namun menggugah selera ia mulai memotong dan meracik bumbu tak butuh waktu lama baginya menyiapkan sebuah masakan


''Bi, tolong di tata di meja semua sudah siap, Sarra ke atas dulu untuk membangunkan Mas Adam''


''baik Non''


Sarra beranjak menuju kamar dengan membawakan teh hijau untuk Adam


setibanya di kamar Sarra meletakan teh nya di nakas tempat tidur Adam masih terlelap bergulung selimut


''Mas... bangun, ini sudah hampir jam 7 ayo bangun dulu''


ucap Sarra perlahan ia menguncang- guncang lengan Adam namun suaminya itu tak bergeming sebenarnya Adam sudah terbangun saat Sarra membuka pintu namun ia malah kembali berpura-pura tertidur untuk menjaili Sarra


Sarra pun kesal karna Adam tak mau bangun bola matanya berputar memikirkan sesuatu timbul ide jahilnya Sarra mengelus wajah Adam dan perlahan ia mendaratkan bibirnya di bibir Adam perlahan Sarra ******* bibir Adam pria itu berusaha untuk tidak bergeming namun lama -kelamaan ia tak tahan juga Adam memeluk punggung Sarra tanpa sadar


''kau mau menggodaku ''


Adam membalik tubuhnya sehingga Sarra kini dalam kungkungannya


Sarra tersenyum melihat Adam


''siapa suruh tidak mau bangun , dengan begini kau ahirnya bangun juga kan ''


Sarra terbahak


''memang aku terbangun tapi kau juga membangunkan dia juga ''


tukas Adam


''dia ? dia siapa?...


seketika wajah Sarra memerah saat sadar apa yang dimaksud Adam dengan ''dia''


Adam tersenyum gemas dengan Sarra yang begitu polos baginya


''kau harus bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali ''


Adam menciumi leher Sarra dengan gemas dan juga mengigit kuping Sarra saking gemasnya


''Mas... kau harus ke kantor ini sudah hampir jam 8 ''


Sarra mencoba menahan tubuh Adam di atas tubuhnya


''aku tak peduli, itu kantorku ,


jadi jangan mencoba untuk mengalihkan perhatianku kau harus terima hukuman ku''


Adam kembali mencumbu Sarra ia melepas piyama Sarra dengan menarik tali pengikat di pinggang sang istri dengan satu tarikan menampilkan dua bukit kembar Sarra yang tertutup gaun tipisnya Adam menarik tali gaunnya dengan mudah dan mulai menikmati pemandangan indah di depan matanya


''Mas... emmmhh.... aahhh... baiklah aku terima hukuman mu''


Sarra membiarkan Adam melampiaskan hasratnya pagi itu dengan mengulang kembali pergulatan mereka semalam


seringai Adam di telinga Sarra dalam keadaan polos Adam memangku tubuh Sarra menuju kamar mandi dengan bibir saling memagut mereka meneruskan pergulatan panas mereka


satu jam kemudian Adam dan Sarra selesai dengan ritual mandi juga ritual lainnya Adam nampak senang pagi itu ia terlihat bersemangat setelah mendapatkan energi cinta dari Sarra


Sarra membantu Adam dari mulai menyiapkan pakaian dan perlengkapannya dan kini ia tengah memasangkan dasi sang suami Sarra sendiri sudah terlihat segar dan juga modis dengan pakaian yang Adam pilihkan untuk Sarra pakai


''istriku kau sangat cantik pagi ini ''


ucap Adam sembari mengangkat dagu Sarra yang tengah merapikan dasinya


''suamiku juga sangat tampan pagi ini ''


bisik Sarra dan mengecup bibir Adam sekilas


pria itu tersenyum dan menarik pinggang Sarra kedalam dekapannya


''kau tau aku tak bisa jauh darimu sayang, kau membuatku tergila-gila''


lirih Adam sembari mencium bibir Sarra seolah tak bosan-bosan baginya menikmati bibir penuh candu sang istri


''jangan gombal, sudah ayo kita sarapan dulu ini sudah jam 9 kau sudah terlambat satu jam apa kata karyawanmu nanti jika pimpinan mereka tidak disiplin''


Sarra menarik tangan Adam untuk keluar dari kamar menuju lantai bawah kali ini Sarra mengunakan lift karna waktu yang sudah siang begitu sampai di meja makan Sarra melayani Adam dengan mengambilkan sarapannya


Sarra pun duduk di samping Adam para pelayan berdiri di sudut ruangan berjaga kalau Tuan mereka membutuhkan sesuatu Adam menikmati sarapannya dengan lahap dan terkadang saling menyuapi satu sama lain membuat siapapun yang melihat akan iri dengan keromantisan mereka begitu juga para pelayan wanita yang selama ini selalu mengidolakan Adam


''Pak Yhang, dimana Alex?''


tanya Adam pada Pak Yhang yang berdiri tak jauh darinya


''Tuan Alex sudah berangkat sejak tadi pagi Tuan Muda''


jawab Pak Yhang


''baiklah kalau begitu, sayang aku sudah selesai aku akan berangkat ke kantor , kau ada rencana untuk keluar rumah atau tidak ?''


tanya Adam pada Sarra yang tengah menikmati salad buah di piringnya


''tidak , aku akan diam saja di mansion kalau aku mau keluar nanti aku akan menghubungimu memberitahu mu sayang''


jawab Sarra


Adam beranjak dan ia pun mengeluarkan dompetnya dan memberikan sebuah kartu berwarna hitam untuk Sarra


''ambilah untuk keperluanmu , pin nya tanggal pernikahan kita''


''tapi aku tidak memerlukannya semua sudah ada juga uang yang kau berikan padaku kemarin masih utuh belum aku pakai''


tolak Sarra


''jangan menolak simpanlah , ini perintah''


mau tidak mau Sarra mengambil black card itu ia pun beranjak mengantar Adam menuju luar mansion.


mobil sport Adam sudah terparkir di halaman mansion


''jaga dirimu, hati-hati di rumah''


pamit Adam sembari mengecup kening Sarra dan juga bibirnya


''Mas Adam juga hati-hati di jalan , beritahu aku jika sudah sampai di kantor''


pinta Sarra


''baik Nyonya Mahendra''


tukas Adam dan ia pun memasuki mobil sport nya dengan bergegas ia meninggalkan Sarra di mansion menuju kantornya MAHENDRA CORPORATION