
Adam tengah berbicara dengan Dokter Davin tentang operasi bedah plastik yang akan Sarra jalani Prasetyo ,Sinta, Dokter Wira dan Alex turut hadir
''kapan operasi itu bisa dilakukan ?
tanya Adam dengan menggenggam tangan Sarra dan merengkuh sang istri ke dalam pelukannya wajah Sarra kembali berbalut perban
''Tuan Muda , operasi Nona akan dilakukan besok semakin cepat semakin baik mengingat Nona juga yang tengah mengandung baru memasuki trimester pertama sehingga tak akan mengganggu janinnya karna Nona akan di bius total nantinya karna akan sangat berbahaya jika Nona sudah hamil besar ''
ungkap Davin
''sayang , kau dengar apa yang dikatakan Davin kan? semua akan baik -baik saja percayalah kita bisa melewati ini semua''
Adam mempererat pelukannya saat merasakan tubuh Sarra menegang karna gugup dan ketakutan
''maaf Dok, apa operasi ini tidak akan berpengaruh seperti yang kau katakan pada janinku, aku tak ingin menanggung resiko yang membahayakan bayiku''
ucap Sarra
''anda tenang saja Nona, saya sudah memeriksa kondisi anda juga kehamilan anda ,bersama Dokter Wira juga akan menjaga anda saat operasi nanti''
tutur Davin
''baiklah kalau begitu aku percaya padamu''
Sarra dengan memantapkan hatinya menggenggam tangan Adam yang menatapnya saling memberi kekuatan
''Kak Alex, bagaimana dengan penyelidikan yang Kakak lakukan apa Kakak sudah tau siapa wanita itu?''
tanya Sarra
pertanyaan Sarra membuat Alex melirik ke arah Adam yang memberikan kode untuk mengatakan yang sebenarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi Alex mendekati Sarra
''Nona, yang melakukan penyerangan itu adalah Merry dan saat ini ia menjadi buronan polisi juga anak buah kita , semua sedang bekerja sama untuk menangkapnya, hanya saja... ''
Alex berhenti berbicara saat Sarra mulai terisak membuat Adam cemas begitu juga Prasetyo dan Sinta
''apa salahku padanya hingga ia tega berbuat sekejam ini padaku hiks ... hiks''
isak Sarra
''sayang, tenangkan dirimu jangan menangis lagi atau bayimu juga akan sedih , kau harus kuat sayang Ibu yakin kau pasti bisa bertahan ayo semangat putri Ibu pasti bisa''
Sinta memberikan semangat pada Sarra agar putri sambungnya itu tak kembali terpuruk
''apa yang Ibu mu katakan benar Nona, kau jangan menangisi semua yang telah terjadi , Kakak yakin kau bisa kuat dan suatu hari kau bisa membalas wanita itu, Kakak akan mencari wanita sialan itu meski ke ujung dunia sekalipun apa pun akan Kakak lakukan untukmu kau percaya pada Kakak kan?''
Alex mengelus kepala Sarra dengan sayang nya Sarra mengangguk dan memeluk Alex dihadapan Adam yang terlihat melotot kepadanya
''maaf Bos, biarkan sekali ini saja aku memeluk adikku ini''
Alex mencibir Adam
semua orang dibuat tertawa dengan kekesalan Adam pada Alex begitu juga Dokter Wira dan Dokter Davin yang ikut tertawa melihat tingkah Adam dalam mode cemburu akutnya Prsetyo dan Sinta pun bisa lega karna Sarra kembali bersemangat dan tegar menghadapi operasinya
di cafe milik Vino tampak sedang sibuk memeriksa pembukuan usaha cafenya berjalan dengan lancar dan ia berencana membuka beberapa cabang di luar dan dalam kota
Vino juga berencana membeli rumah untuk ia tempati bersama Rarra nantinya
''sayang, aku bawakan kopi ''
Rarra menaruh kopinya di meja Vino
''terima kasih sayang, kemarilah ''
Vino meminta Rarra untuk duduk dipangkuannya dan mengecup bibir Rarra sekilas ia memperlihatkan foto rumah yang akan ia tempati bersama Rarra
''apa kau suka ?
tanya Vino , Rarra mengangguk pelan saat melihat rumah dengan interior cukup mewah dan juga besar bernuansa putih itu
''iya aku suka, rumahnya sangat indah juga cantik apa kau akan membelinya?''
tanya Rarra diiyakan Vino
''aku sudah membelinya untukmu, selesai operasi Sarra kita akan merayakan kepindahan kita kerumah baru kita , apa kau tidak keberatan dengan ideku?''
''tidak sayang, aku setuju saja apa yang kau lakukan pasti yang terbaik untuk kita''
timpah Rarra
''baiklah, kalau begitu tadi Ayah menelpon dan memberi kabar operasi Kak Sarra akan dilakukan besok, semoga semua berjalan lancar dan Kak Sarra kembali bahagia bersama Kak Adam ''
kembali Rarra berkata
''semoga saja sayang kita do'akan yang terbaik untuk mereka, I love you ''
bisik Vino ditelinga Rarra
''I love you too''
balas Rarra dan keduanya pun saling memagut bibir masing-masing dengan Rarra di pangkuan Vino kini keduanya hidup bahagia dan saling mencintai awal dari ***** dan keserakahan berubah menjadi cinta karna terbiasa dan saling membutuhkan
waktu terasa berjalan begitu lama bagi Sarra dan Adam melewati malam di rumah sakit dengan fasilitas mewah di kamar inap Sarra
entah apa yang akan terjadi besok tidak ada yang tau
Sarra sibuk dengan pemikirannya sendiri Adam yang tau Sarra belum tertidur menarik tubuh Sarra agar merapat dan tidur dalam dekapannya Adam mengelus-elus punggung Sarra
''tidurlah sudah malam, kau harus beristirahat''
Adam mengecup puncak kepala Sarra memberikan rasa nyaman pada sang istri yang mengaanggukan kepalanya dan mulai memejamkan mata mulai merasa nyaman