
''tidaakkk, kau pasti bohong kan untuk menghindariku kau pasti bohong ''
Vino membantah apa yang Sarra katakan pria itu kembali mencengkram bahu Sarra dengan kasar membuat Sarra meringis kesakitan tanpa sengaja mata Vino melihat sesuatu di leher Sarra dengan cepat ia menyibak rambut Sarra pria itu begitu syok saat mendapati kissmark menghiasi leher putih Sarra
''aku tidak peduli, kau sudah menikah dengan orang lain aku akan tetap menjadikanmu milikku Sarra Lim camkan itu''
Vino beranjak meninggalkan kamar yang Sarra tempati dan menguncinya dari luar Sarra begitu panik dan juga ketakutan ia mengetuk-ngetuk pintu kamar dengan kencang
''Vino... buka pintunya Vin, biarkan aku pergi ku mohon... Vin... Vino''
lelah dengan apa yang ia lakukan Sarra menjatuhkan dirinya bersimpuh di bawah pintu dengan tangisannya yang pecah tak bisa ia tahan lagi
''Mas Adam.... tolong aku Mas.... ''
lirih Sarra tanpa ia sadari ia mulai merindukan suaminya itu
laki-laki yang di rindukan Sarra itu kini sudah berada di kediaman Mahendra bersama anak buahnya juga Alex
''apa kau sudah tau kemana pria bodoh itu membawa istriku?''
tanya Adam pada Alex
''sudah Tuan , anak buah ku sudah memberi kabar dan mereka sudah stanbye disana menunggu perintah selanjutnya ''
tukas Alex
''baiklah segera kita berangkat sudah lama aku tidak bermain -main ''
Adam dengan sorot mata tak terbaca namun sarat akan tatapan membunuhnya
Alex mengangguk pelan ia sadar akan tatapan Adam yang tenang namun menyimpan kejutan yang akan membuat mangsanya tak sadar dengan apa yang akan mereka hadapi
( sayang tunggu aku)
gumam Adam dalam hati
waktu menunjukan pukul 1 malam Sarra tetap tak bergeming ia masih bersimpuh di bawah pintu airmata membasahi wajahnya dengan mata yang sudah membengkak karna terlalu lama menangis terbayang saat bersama Adam yang selalu melindunginya juga selalu menjaga dan mencintainya dengan tulus membuatnya merasa nyaman dan aman
''Mas Adam, aku sangat merindukanmu Mas, inikah cinta yang kau rasakan untukku?''
perasaan ini begitu menyiksaku aku membutuhkanmu Mas... aku merindukanmu juga pelukan mu Mas yang selalu mu membuatku nyaman... hiks... hikss...
Mas Adam... ''
Sarra berkata dengan dirinya sendiri dengan mengusap air matanya dengan kasar ia beranjak dan kembali menggedor-gedor pintu kamarnya
''buka pintunya Vino.... Vin... buka pintunya aku ingin keluar Vin... Vinooo''
Sarra kembali berteriak sekencang mungkin para penjaga yang berjaga diluar kamar itupun terperanjat dengan teriakan Sarra
Vino yang mendengar teriakan Sarra pun beranjak dari duduknya dimana ia sedang meminum minuman keras di bar mini miliknya sendiri dengan memikirkan pengakuan Sarra yang telah menikahi orang lain dengan langkah gontai ia menuju kamar yang ia pakai untuk menyekap Sarra
ceklekk
pintu kamar pun terbuka Sarra terkejut dengan kedatangan Vino yang terlihat mabuk berat itu
rasa takut kini meliputi diri Sarra saat Vino menatapnya seperti seekor singa pada buruannya
Sarra dengan memundurkan langkah kakinya saat Vino merangsek maju
''malam ini akan kubuat kau menjadi milikku Sarra Lim , aku ku pastikan kau melupakan pria itu dan menghapus namanya di hati dan pikiranmu dengan namaku''
tukas Vino
''jangan mendekat Vino, tidak kau tidak bisa melakukan ini padaku Vino, jangan Vin kau bukan orang jahat, jangan buat aku semakin membencimu ''
Sarra menghindari Vino dengan berlari menuju sofa Vino seperti sudah kehilangan kesadarannya ia begitu bernafsu untuk menguasai tubuh Sarra dengan cepat ia menarik tangan Sarra dan menariknya ke dalam pelukannya
''lepaskan aku Vino... ''
Sarra meronta dan memukuli dada bidang Vino dengan sekuat tenaga namun pukulan yang di layangkan Sarra seolah tak berarti bagi Vino yang sudah gelap mata
Vino berusaha untuk memaksakan kehendaknya dengan menarik tengkuk Sarra wanita kesayangan Adam itu menutup bibirnya dengan menggigit bibirnya sendiri Vino semakin kesal Sarra begitu tak menginginkan dirinya dan terus meronta-ronta
bugghhh
Sarra menendang ************ Vino dan membuat pria itu mengaduh kesakitan Sarra menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dengan berlari namun karna kamar itu cukup luas Vino berhasil menarik karpet yang Sarra injak hingga Sarra jatuh terjerembap dan keningnya mengenai sudut meja
''aww.... ''
Sarra meringis memegangi keningnya yang memar juga mulai mengeluarakan darah yang perlahan membasahi pelipisnya Vino mendekati Sarra yang terduduk meringis kesakitan
''sayang, maafkan aku, aku tidak sengaja untuk melukaimu''
tukas Vino mencoba menyentuh dahi Sarra namun tangan Vino di tepis oleh Sarra
''kau keterlaluan Vino, jangan coba-coba untuk menyentuhku setelah apa yang kau lakukan padaku''
Sarra mencoba bangkit Vino kembali menarik Sarra dan melemparkan tubuh Sarra ke tempat tidur hingga terjerembab menampilkan paha nya putihnya yang tersingkap ke atas dan hal itu semakin membuat Vino terbakar ***** untuk menyentuhnya
Sarra menarik selimut untuk menutupi tubuhnya Vino menarik selimut itu dan membuangnya kesembarang arah Sarra memundurkan tubuhnya untuk menghindar dari Vino
pria itu tak kalah dengan Sarra dengan cepat ia menarik pinggang Sarra hingga kembali jatuh terlentang dan kini berada di bawah kungkungannya dengan satu tangannya mengcengkram kedua tangan Sarra ke atas kepala wanita itu
''Vino apa yang kau lakukan lepaskan tanganku ''
ringis Sarra saat Vino mengikat kedua tangannya pada kedua sisi tempat tidur Vino membuka kancing kemeja nya di hadapan Sarra dengan wajah ketakutan
''malam ini kau akan menjadi milikku ''
gumam Vino dengan seringai di wajahnya Sarra menangis memohon untuk di lepaskan namun tak di gubris sama sekali oleh Vino
''Mas Adam.... ''
teriak Sarra saat Vino merobek atasannya dengan kasar menampilkan aset Sarra yang menyembul di balik bra berwarna hitam juga beberapa jejak kepemilikan yang Adam tinggalkan semalam
Vino menatap itu berubah menjadi kesal namun ia tak ingin begitu saja kalah menerima kenyataan itu di bawah kungkungan nya ia mencoba untuk memaksakan kehendaknya pada Sarra
BRAAAAKKKK
pintu kamar itu hancur di dobrak oleh seseorang yang datang dengan penuh amarah dimatanya saat melihat Sarra yang tak lain dan tak bukan adalah Adam
''Mas Adam''
lirih Sarra dengan berurai airmata Vino yang berada di atas tubuh Sarra pun beranjak saat mendengar panggilan Sarra pada pria di hadapannya itu