My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Mencoba tegar



Sarra kini lebih tenang setelah Prasetyo memberikan pengertian tentang dirinya yang tengah mengandung


Prasetyo, Sinta duduk bersama kedua orang tua Adam sementara Rarra dan Vino pamit pulang mengingat Rarra yang juga tengah mengandung


Sarra menolak bertemu Adam karna ia merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri


Adam duduk di sofa tidak jauh dari Sarra yang berbaring membelakanginya


''Dam, kau harus lebih sabar dengan Sarra saat ini ia tengah terpuruk dengan yang di alaminya cobalah untuk mengerti ''


ucap Mama Nindiya


''tadi Papa dan Mama sudah bicara dengan besan dan meminta maaf atas kesalahan kami dahulu, Ayah mertua mu orang yang sangat baik dan bijaksana Mama bahagia kau mendapatkan gadis yang berbudi luhur seperti Sarra''


ucap Mama Nindiya


''benar apa yang dikatakan Mamamu Dam, Papa juga bangga dengan menantu Papa jagalah dia dengan baik mulai saat ini , kami harus kembali ke korea karna urusan negara yang tak bisa Papa tinggalkan lama , tapi kalau ada apa-apa segera hubungi kami, Papa juga akan membantumu mencari Merry, Papa sudah tau dari Alex siapa wanita yang menyerang menantu Papa, Papa akan buat Dirga menyesal dengan apa yang dilakukan putrinya''


ucapan Tuan Besar membuat Adam paham dan mengangguk mengerti


''terima kasih Pah, Mah Adam senang kalian ada di sini tapi kalian juga mempunyai tanggung jawab besar pulanglah aku akan menyelesaikan semuanya dengan caraku sendiri''


tutur Adam


''jaga menantu, dan cucu Mamah sayang''


pamit Mamah Nindiya dan juga Tuan Besar Park pada Adam juga kedua orang tua Sarra


Sarra yang mendengar mertua nya akan pamit beranjak


''Mah, Pah maafkan Sarra''


kedua orangtua Adam yang akan pamit pun menghampiri menantu mereka memeluka dan menciumi Sarra dengan penuh kasih sayang


''kuatlah , sayang demi bayi dan suamimu mereka membutuhkan mu jangan membuat mereka terus bersedih, kami sangat menyayangi kalian ''


tukas Mama Nindiya


isak Sarra


Adam menghampiri Sarra dengan kasar Adam menarik Sarra dari tempat tidur hal itu membuat Prasetyo , Sinta dan kedua orangtuanya syok Adam mencengkram bahu Sarra


''Adam''


semua serempak membentak Adam dengan penuh kemarahan Adam membentak Sarra


''hanya karna semua yang terjadi padamu kau ingin menjauh dariku? kau ingin aku pergi darimu hanya sebatas inikah cintamu itu padaku Sarra Lim?''


Adam mengeraskan suaranya Sarra menatap Adam dengan berurai air mata sakit sungguh sakit hatinya mendengar hal yang tak pernah ingin ia dengar dari laki-laki yang ia cintai


''apa jika aku yang berada di posisimu kau akan menyuruhku pergi juga? kau begitu lemah Sarra Lim, cintamu lemah... baiklah aku akan menjadikan diriku pantas denganmu ''


Adam memecahkan cermin dan mengambil pecahannya untuk melukai wajahnya sendiri Sarra menghalangi apa yang akan Adam lakukan pada dirinya sendiri


''tidak , jangan lakukan itu kumohon ''


Sarra menangkup kedua tangannya dihadapan Adam orangtua Adam begitu sedih melihat menantu dan putra mereka menderita begitu juga Prasetyo dan Sinta


''Mas, putri kita ''


Sinta memeluk suaminya menangis sedih


''aku harus bagaimana agar kau mau membagi dukamu denganku ?, aku suami mu semua ini harusnya terjadi padaku bukan padamu , aku yang gagal melindungimu .... ''


lirih Adam


Sarra menggelengkan kepalanya mendengar keputus asaan Adam, sakit di wajah tidak lebih sakit dari luka yang ia torehkan untuk suaminya itu sakit hatinya melihat Adam meneteskan airmata membuat Sarra semakin merasa sedih bagai di sayat sembilu


''Mas Adam... maafkan aku ''


Sarra menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Adam yang memeluknya dengan erat airmata pun membanjiri pipi sepasang suami istri itu Adam memeluk dan menciumi puncak kepala Sarra dengan bertubi-tubi


semua orang diruangan itu di buat terharu oleh dua insan yang saling mencintai itu