My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Terjebak




Sebuah rumah megah di pinggiran kota tampak begitu ketat dengan beberapa penjaga mulai dari gerbang hingga pintu belakang di jaga beberapa orang dengan pakaian hitam dan bertubuh tegap


didalam bangunan megah itu Adam tengah dudukdi sebuah ruangan tempat ia menyimpan senjata juga perlengkapan senjata lainnya di mulai dari pedang, samurai dan benda tajam lainnya dari berbagai ukuran dan jenis bersama Alex yang selalu bersamanya kemanapun


di rumah megah itu juga ada tempat latihan mulai dari menembak, beladiri, memanah, pedang dan juga taekwondo semua di kelola oleh Alex dan beberapa anak buah Adam yang lain Wira juga Davin


''Lex, apa kau sudah tau dimana wanita sialan itu sekarang?''


Adam dengan memasukan beberapa peluru kedalam pistol nya


''wanita itu sudah kembali ke tanah air, seperti dugaan Nona, wanita itu pasti akan menemui anda di kantor cepat atau lambat atau dia akan menemui tanpa kita tau''


tukas Alex


''kau benar, wanita sialan itu memang sangat licik, bagaimana dengan ibunya Hera?


kembali Adam bertanya


''ibunya Merry , menjadi seorang pekerja serabutan demi menyambung hidup karna suaminya Tuan Dirga menceraikan nya tak lama setelah Tuan Besar mengusir mereka tempo hari, dan Tuan Dirga sendiri terkena kasus korupsi besar-besaran dengan barang bukti yang Tuan Besar berikan pada pihak kepolisian''


ungkap Alex , Adam mengulas senyum tipis mendengar hal itu


''baguslah setidaknya tinggal wanita sialan itu yang kini aku cemaskan ''


Adam kemudian beranjak menuju tempat pelatihan


''Lex , kau awasi terus gerak -gerik Damon Draco dan anak buahnya jika ia mengusik ku lagi maka jangan beri ampun lagi habisi saja aku tak mau hidupku terganggu dengan hal-hal yang tidak penting''


titah Adam


''baik Tuan Muda''


Alex dan Adam kemudian kembali memeriksa semua persenjataan yang akan ia kirimkan ke


luar negara


sementara itu Davin tengah berbicara dengan Wira di ruangan prakteknya


''ada apa tumben kau menemuiku?''


tanya Davin pada Wira yang menarik kursi dan duduk di hadapan Davin dengan meja sebagai penghalang mereka


''ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu kuharap kau mau menjawab pertanyaanku''


tutur Wira menatap Davin dengan perasaan bingung namun ia ingin memastikan apa yang ia khawatirkan


tukas Davin


''apa kau menyukai Nona Sarra?aku hanya ingin memastikan wajah Nona Sarra saat ini yang aku tau adalah wajah yang sangat mirip dengan istrimu yang telah meninggal apa aku benar?''


tanya Wira


Davin memandang Wira pria tampan itu mengheula napasnya dengan kasar ahirnya apa yang ia sembunyikan selama ini terkuak juga dengan berat hati Davin mengakui apa yang dikatakan Wira


Wira mengusap wajahnya dengan kasar menatap Davin


''apa kau sudah gila? kau tau yang kau lakukan tidak benar kenapa kau memberikan wajah istrimu pada Nona Sarra , kau tau akan apa jadinya jika Bigbos tau alasan kau melakukan hal itu''


Wira dengan kesalnya


''aku tau , tapi aku tak sadar melakukan itu saat operasi itu aku hanya memikirkan wajah istriku Sherinda, aku juga tak mengerti kenapa bisa begini jadinya ''


Davin merutuki apa yang telah ia lakukan


''berdo'alah jangan sampai Bigbos tau akan hal ini , sebaiknya kau beritahu dia sebelum ia tau dari orang lain dan itu akan buruk jadinya satu lagi jangan sampai kau kembali jatuh cinta pada Nona Sarra dan beranggapan ia Sherinda istrimu ''


timpal Wira pada Davin yang nampak prustasi dan mengusap rambutnya dengan kasar


''tunggu dulu , jangan bilang aku benar kau mencintai Nona Sarra?''


kembali Wira menimpali kata-katanya dan hal itu di akui Davin


Wira kembali mengingat tatapan Davin saat melihat Sarra


''ya Tuhan , matilah kau bro... kau mencintai yang tak mungkin''


''aku tau, tapi aku bahagia bisa melihat wajah istriku kembali dalam diri orang lain yang tak mungkin untuk aku miliki , aku sadar posisiku dan Sarra begitu mencintai Bigbos begitupun sebaliknya melihat dia bahagia aku juga bahagia''


ungkap Davin tulus


mendengar apa yang dikatakan Davin , Wira bisa lebih tenang setidaknya tidak akan ada perselisihan yang akan terjadi nantinya bila Adam tau kebenarannya suatu hari nanti


''aku tau kau pria yang baik dan besar hati, semoga kau bisa melupakan masa lalumu dan memulai semuanya dari awal meskipun berat bagimu yakinlah kau pantas bahagia bro''


tukas Wira


''tankyou bro''


ucap Davin dengan mengulas senyum tipis di bibirnya meskipun sakit hatinya dengan kenyataan yang harus ia hadapi selamanya melihat wajah yang ia rindukan kini hidup dan dekat dengannya