
Adam terlihat mondar mandir di kamar mewah itu menunggu Sarra yang tak kunjung keluar dari kamar ganti ia sendiri memutuskan untuk membersihkan diri dikamar yang lain karna tak sabar untuk melihat Sarra dengan gaun yang ia belikan tadi siang
namun Sarra belum juga keluar dari kamar ganti setelah ia selesai membersihkan diri karna cemas Adam mencoba untuk mengetuk pintu kamar ganti ia takut sesuatu terjadi pada istrinya itu
Adam beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil Sarra
''sayang, kau baik-baik saja kan?''
sayang....
''sayang, jangan membuatku takut, aku masuk ya''
kembali Adam berteriak memanggil-manggil Sarra rasa cemas kini menyelimuti Adam ia pun bermaksud untuk mendobrak pintu itu namun terlihat pergerakan di gagang pintu
cekleekkk
pintu pun terbuka dimana Sarra berdiri dengan gaun yang ia pakai dan tangan disilangkan di dada untuk menutupi bagian atas tubuhnya yang menyembul keluar dengan wajah tertunduk Sarra keluar dari ruang ganti Adam tersenyum senang melihat penampilan Sarra untuknya
Adam menatap Sarra tanpa berkedip melihat keindahan tubuh sang istri yang nampak malu-malu di tatapnya
''sudah ku duga kau akan cantik dengan gaun itu''
Adam mendekati Sarra dan meletakan kedua tangannya di dinding mengungkung Sarra yang tertunduk malu Adam mengangkat dagu Sarra untuk menatapnya
''jangan ditutupi tatap aku , aku suamimu, kau milikku ''
Adam mencium bibir Sarra dengan penuh kelembutan Sarra membalas ciuman Adam di bibirnya ia meremas kemeja yang Adam kenakan dengan nalurinya Sarra membuka kancing kemeja Adam satu persatu dengan bibir saling bertautan
''aku menagih janjimu malam ini aku ingin kau muaskanku dengan keliaran mu ''
bisik Adam menarik pinggang Sarra kedalam rengkuhannya Sarra mengangguk perlahan wanita itu membuka kemeja yang Adam kenakan hingga jatuh begitu saja ke lantai
Sarra kembali memagut bibir Adam pria itu memangku tubuh Sarra yang melingkarkan kedua kakinya di pinggang Adam
dengan bibir saling bertaut Adam membawa tubuh Sarra ke tempat tidur Adam memangku Sarra dipangkuannya Sarra itu menyusuri wajah Adam dengan tangannya yang mulai menjelajahi setiap inci tubuh kekar Adam
Sarra mengecup bibir Adam dengan rakusnya perlahan ia menyusuri leher Adam dan menyesapnya seperti yang Adam lakukan padanya nalurinya menuntunnya untuk memuaskan hasrat dalam dirinya yang mulai bergejolak
Adam menikmati setiap sentuhan yang Sarra berikan padanya membuat Adam melenguh dibuai kenikmatan
Sarra menjatuhkan tubuh Adam ketempat tidur dengan ia duduk diatas perut Adam
Sarra mengguyar rambutnya ke belakang ia menggigit bibir nya sendiri membuat Adam semakin dibuat gemas melihat Sarra yang terlihat sexy itu dimatanya
Adam memegangi rambut Sarra yang tengah asyik menikmati permainannya seperti sebuah lolipop dimulutnya membuat Adam mengerang dengan hebatnya puas bermain Sarra kembali naik kepangkuan Adam dengan tatapan sendunya ia menyusuri inci demi inci tubuh Adam
Adam tak tinggal diam kedua tangannya melepas gaun Sarra dan melemparnya entah kemana kini dengan bebasnya ia bermain di kedua puncak gunung kembar Sarra yang bergerak seiring gerakan tubuh Sarra di atas pangkuannya
satu tangan Adam memegangi pinggul Sarra dan satu tangannya yang lain bermain di bukit kembar Sarra
''emmmhh.... aahhh.... aaahh... sayaaanngg... ehhh''
Sarra melenguh berpegangan pada kedua bahu Adam dengan tubuhnya yang terus memacu menuju kepuasan
''aahh.... yess baby... faster... faster... aahhh''
Adam mengerang dengan hebatnya saat Sarra semakin memacu pergerakannya Sarra membuka mulutnya dan suara-suara ******* nya pun memenuhi kamar mereka Sarra semakin meracau saat Adam bermain dengan kedua bukit kembarnya dengan hasrat menggebu
''emmhh.... Mas.... aaahhh.... aahhh''
Sarra semakin tak terkendali dan saat rasa itu menderanya dengan bertubi-tubi Adam memeluk pinggang Sarra semakin erat dengan tubuh keduanya yang terus berpacu menuju kepuasan mereka
''tunggu aku sayang... aahhhkkk''
Adam membalik keadaan untuk memimpin permainan di bawah kungkungannya ia mamasuki tubuh Sarra yang menggeliat dan meracaukan namanya tanpa bisa untuk ia tahan suara jeritannya memenuhi kamar itu
Adam tersenyum puas dengan hal itu dengan napas yang memburu Adam berhasil tumbang di atas tubuh Sarra keringat membasahi pelipis wanita itu dengan napas tersenggal
''terima kasih sayaang , malam ini aku sangat bahagia I love you''
bisik Adam kemudian mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang
Sarra memejamkan matanya meresapi kasih sayang sang suami
''I love you too''
Sarra menelusupkan wajah nya kedada Adam dan memejamkan matanya
''tidurlah kau pasti kelelahan ''
tukas Adam dengan mengelus punggung Sarra
tak lama Sarra pun terlelap dalam pelukan Adam karna merasa nyaman nya Adam menciumi puncak kepala Sarra dan tak lam ia pun terlelap setelah pertempuran mereka yang membuat Adam bahagia dan di inginkan oleh sang istri