My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Menemui Papa



Adam memutuskan untuk menemui Papanya di korea selatan ia tak bisa membiarkan sang Papa terus membayang-bayangi rumah tangganya dan Adam pergi tanpa memberitahu Sarra ia hanya mengatakan akan keluar negri selama beberapa hari karna ada masalah dengan perusahaan di luar negri


awalnya Sarra melarang Adam untuk pergi namun ia tak ingin bersikap egois dan mencoba mengikhlaskan Adam pergi


Adam pergi bersama Alex tentunya juga para pengawal setianya


Adam meminta Pak Yhang menjaga Sarra pengawalan pun semakin di perketat demi menjaga keamanan Sarra selama Adam diluar negri


hari itu Sarra tengah sarapan ditemani Pak Yhang juga asisten wanita yang di pilih khusus Adam untuk menjaga keamanan Sarra 24 jam wanita dengan tampilan sedikit tomboy namun tetap terlihat cantik wanita itu bernama Jenny atau biasa di panggil Jen


setelah Adam berangkat tadi malam Sarra seolah tak bersemangat untuk melakukan apapun Pak Yhang dan Jen pun saling pandang khawatir dengan Sarra


''Nona, sebaiknya anda sarapan dulu , tidak baik anda kalau tidak sarapan ingat anda sedang mengandung''


ucap Jen


Sarra menghela napas memainkan sendok mengaduk-ngaduk makanan di piringnya kemudian menyangga dagunya dengan kedua tangannya menaruh sendok


''aku tau, tapi aku sama sekali tak ***** makan, sayang maafkan Mommy''


Sarra mengelus perutnya sendiri


''Jen, Pak Yhang, katakan yang sebenarnya suamiku bukan keluar negri untuk mengunjungi kantornya kan?, tapi menemui Tuan Besar ''


tukas Sarra


apa yang dikatakan Sarra membuat Pak Yhang dan Jen saling pandang mereka diminta untuk tidak memberi tahu Sarra tentang kemana Adam pergi namun rupanya Sarra sudah tau


''kalian jangan berbohong, aku tidak bisa kalian bodohi ''


tutur Sarra


Pak Yhang dan Jen pun menunduk dihadapan Sarra


''Nona , Tuan tidak ingin anda cemas ia ingin menyelesaikan masalah diantara mereka agar Nona bisa hidup tenang, Tuan Muda sangat mencemaskan Nona mengingat Nona tengah mengandung saat ini''


ungkap Pak Yhang


''aku tau Pak Yhang, tapi bagaimana cara suamiku menyelesaikan masalah yang sudah bertahun-tahun dan penyebab masalah diantara mereka adalah aku sendiri, aku takut terjadi sesuatu dengan Mas Adam''


Sarra mulai berkaca-kaca membuat Jen dan Pak Yhang panik


''Nona, anda jangan menangis atau kami akan mendapat hukuman dari Pak Alex dan Tuan Muda karna membuatmu menangis, di mansion ini banyak pengawal Tuan Muda yang setiap saat bisa melaporkan keadaan Nona pada Tuan Muda''


Jenny panik


''Nona , yakinlah bagaimanapun Tuan Muda adalah putra Tuan Besar satu-satunya tak mungkin beliau sanggup melukai Tuan Muda''


ucap Pak Yhang


Sarra mengangguk mendengar apa yang dikatakan Pak Yhang ada benarnya setidaknya ia bisa sedikit tenang


Sarra pun mulai memakan sarapannya tak ingin para pengawal, Jenny dan Pak Yhang kesulitan karna dirinya nanti


sementara itu Adam tengah berada di rumah besar sang Papa duduk berhadapan dengan Papa juga Mamanya yang sudah bertahun-tahun tak ia temui



kerinduan terlihat diwajah sang Mama yang menatap Adam ingin sekali memeluk putra semata wayangnya itu


''apa yang membuat seorang Tuan Adam Mahendra kembali menginjakan kakinya dirumah yang telah lama kau tinggalkan ''


tanya sang Papa


Adam menatap tajam sang Papa dengan tatapan masih penuh dengan amarah juga kebencian yang terlihat dimatanya bersama Alex yang berdiri di belakang Adam


''tatapan yang sama , masih penuh dengan amarah juga rasa benci hahaha.... ''


Papa Adam yang bernama Park Sung Hoon itu menatap Adam dengan sinis


''kalau bukan karna apa yang kau lakukan dengan terus-terusan menganggu juga meneror rumah tanggaku aku tak akan sudi untuk menginjakan kaki ku disini ''


Adam dengan berapi-api menunjuk wajah sang Papa tuduhan Adam membuat kedua orang tuanya saling tatap tak mengerti


''tunggu nak, apa yang kau katakan ? Mama dan Papa benar-benar tak mengerti apa yang kau katakan ''


ucap Mama Adam yang bernama Nindinya Maheswari putri tunggal Kakek Mahendra


''jangan berpura-pura seolah tidak tau selama ini Tuan Besar selalu mengirim orang-orang suruhannya untuk mengawasi dan meneror ku juga istriku apa kau ingin memungkiri semuanya hah?''


geram Adam dengan menggebrak meja membuat semua orang terlonjak kaget


''Adam, Papa mu tidak pernah melakukan hal itu setelah kau meninggalkan rumah ini , Papa dan Mama benar-benar menyesal karna keegoisan kami Ayah Mahendra membawamu pergi dan Mama juga berdosa karna tak bisa melihat wajah Ayah untuk terahir kalinya Mama minta maaf , Papa mu juga ingin meminta maaf padamu namun Ayah terlanjur kecewa dengan Mama dan Papamu dan meminta kami untuk tidak mengganggu mu sampai kau sendiri yang datang menemui kami''


Adam yang tadinya berapi-api langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa mendengar penjelasan Mama Nindiya terbayang kembali semua yang telah ia lalui jauh dari kedua orang tua juga kehidupannya yang keras memaksanya menjadi seorang mafia


Alex tak kalah terkejutnya dengan Adam


''Bos''


Alex menepuk bahu Adam , kedua orang tua Adam menghampiri putra mereka itu tatapan sinis sang Papa berubah menjadi tatapan seorang Ayah yang telah lama merindukan putranya itu keegoisannya membuat orang yang ia cintai menjadi menderita


''Nak, maafkan Papa karna keegoisan Papamu ini kau berpisah dari Mama dan hidup dengan keras diluaran sana maafkan pria tua ini Papa mohon izinkan Papa untuk menebus semua kesalahan Papa di masa lalu''


tutur Tuan Besar Park


Adam beranjak dari duduknya berhadapan dengan Mama dan Papanya tak bisa di pungkiri kalau ia juga merindukan kedua orang tuanya itu karna kesalah pahaman dan ke egoisan membuat mereka terpisah selama bertahun-tahun


''Pa, Ma... , maafkan Adam juga ''


Adam bersujud di hadapan kedua orang tuanya Tuan Besar dan Mama Nindi langsung memeluk putra mereka itu dengan rasa bahagia juga tangis kerinduan mereka pada sang putra Adam menangis meraung di pelukan Mama dan Papa yang selama ini ia rindukan