My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Bahagia di tengah nestapa



''Sarra , apa yang pria itu lakukan padamu ? kenapa kau sampai seperti ini?''


Davin memeriksa keadaan Sarra yang terlihat mengenaskan wajah Sarra terlihat lebam akibat pukulan Damon juga bibirnya yang robek dan terlihat darah disudut bibirnya masih belum mengering


''dia mencoba memaksaku , beruntung kalian segera datang, Davin tolong aku bayiku selamat bayiku, Mas Adam dimana dia?''


Sarra kembali meremas tangan Davin dengan kuatnya Davin dengan cepat membopong tubuh Sarra dan membawanya keluar dari kamar tempatnya di sekap


dilantai bawah Wira dengan sigap memeriksa kondisi Alex yang terkena peluru di tubuhnya Adam memegangi tubuh Alex nampak ia terlihat cemas akan keselamatan Alex


''hyuungg, kumohon bertahanlah kau pasti bisa melewati ini semua ''


tukas Adam


''cepat kau kejar Damon, ha-habisi dia jangan sampai dia lolos''


ucap Alex kepada Adam


''tapi hyung''


Adam menolak permintaan Alex


''jangan membantahku , cepat kejar Damon,a-aku baik-baik sa-ja ada Wira bersamaku ''


''benar apa yang dikatakan Alex Tuan Muda, pergilah ''


timpah Wira


dengan terpaksa Adam menuruti permintaan Adam bersama para pengawalnya Adam keluar dari rumah besar itu untuk mengejar Damon


''bagaimana apa kalian berhasil menangkapnya ?


Adam berbicara melalui earphone yang tersambung dengan orang-orang kepercayaannya


''Bigbos , Damon sedang menuju ke arah jurang kami berhasil mengepungnya ''


jawab salah seorang pengawal


''bagus ''


Adam mempercepat langkahnya dan berlari ke arah jurang dimana terdapat tebing curam dan lautan yang dalam di bawah sana terlihat bergemuruh ombak laut yang sedang pasang matahari hampir saja tenggelam menuju senja


''kau sudah terkepung Damon kau tak akan bisa lari lagi dariku ''


Adam berteriak membuat Damon terdesak ia sudah berada di ujung jurang dan terkepung


''hahaha... kau pengecut Adam Mahendra, lawan aku jika kau memang seorang pria sejati''


Damon mencoba memprovokasi Adam yang menodongkan senjata ke arahnya


''kau pikir aku takut denganmu ? kau bukan apa-apa bagiku baik dulu sekarang dan sampai kapanpun ''


geram Adam


''kau selalu menjadi yang terbaik, semua orang menghormati dan takut padamu semua yang ku ingin kan berhasil kau dapatkan dengan mudah bahkan wanita yang kucintai pun berhasil kau miliki hahaaahhaa.... apa ini ? aku benar-benar membecimu Adam ''


Damon kembali menyerang Adam dengan pukulan dan juga tendangan nya namun Adam dengan sigap menangkis semua pukulan Damon


''semua tetap di tempat kalian masing-masing jangan ada yang bergerak membantuku''


titah Adam pada semua orang-orang yang akan membantunya


''bughh... buuggghhh.... ''


pukulan Adam layangkan tepat mengenai wajah Damon yang tak bisa menghindari serangan Adam


''ini untuk saudaraku Alex ''


''buggghhh''


Adam bertubi-tubi menghujani Damon dengan pukulannya dengan amarah dan emosi yang berapi-api


''ini untuk istriku , karna kau telah berani menyakiti wanita yang paling aku cintai''


''bugghh... bugghhh''



''aku membencimu Adam Mahendra kau dengar aku membencimu ''


teriak Damon


Adam semakin geram dengan cepat ia mengeluarkan senjata dari balik punggungnya dan menembakannya ke tubuh Damon secara brutal tanpa ampun



''kau yang memintanya brengseekk''


''dorr... doorrr... dorr.... doorrr.... ''


Adam mengeluarkan semua isi peluru dari senjatanya ke tubuh Damon yang menatapnya nyalang penuh kebencian seketika tubuh Damon tersungkur ke tanah tak bernyawa


Adam memejamkan matanya setelah ia membunuh Damon dengan tangannya sendiri


''buang mayatnya ke laut biarkan ia menjadi santapan ikan -ikan dibawah sana, bereskan semua orang-orangnya yang masih tersisa kalau perlu bunuh saja''


begitu Adam tiba di rumah itu Wira tengah membantu Alex untuk mengikat kaki dan bahunya agar tidak terus mengeluarkan darah


''bagaimana keadaan nya?''


tanya Adam pada Wira


''Alex banyak kehilangan darah kita harus segera membawanya kerumah sakit, aku sudah mengikat lukanya agar tak semakin mengeluarkan darah''


ungkap Wira


''dimana Davin?


''aku disini ''


Davin tiba dengan membopong tubuh Sarra , Adam beranjak dan segera meraih tubuh Sarra dari dekapan Davin


''Sayang, apa yang terjadi denganmu ? Davin jelaskan ''


Adam mendekap tubuh Sarra yang meringis menahan sakit akibat kontraksi hati Adam semakin sakit melihat luka memar di wajah Sarra juga sang istri yang kesakitan


''Mas, selamatkan bayi kita Mas... aku tak mau kehilangan bayiku... tolong aku Mas... aahh...sakit sekali''


Sarra meremas tangan Adam dengan begitu kuatnya akibat rasa sakit yang menderanya Adam menciumi kepala Sarra tak bisa di ungkapkan betapa cemas dan takutnya Adam saat ini begitu juga Davin menatap Sarra tanpa bisa membantu untuk mengurangi rasa sakitnya


Wira memeriksa kondisi Sarra


''shittt''


Wira merasa tak berdaya dengan keadaan saat ini Adam dan Davin serempak menatapnya


''apa yang terjadi dengan istriku?''


Adam cemas


''Nona Sarra akan melahirkan dia sudah mengalami kontraksi dan sudah mengalami pembukaan ''


ungkap Wira


''APAA?''


Adam terkejut dan syok dengan hal itu mengingat usia kehamilan Sarra yang belum waktunya akan melahirkan


''Mas... sakit... aawww... ''


Sarra kembali mengigit bibirnya dan mencengkram tangan Adam dengan kuat keringat membanjiri pelipis dan tubuh Sarra


Adam dibuat semakin ketakutan dan panik melihat Sarra


''sayang , bertahanlah Mas akan membawamu ke rumah sakit ''


''tidak ada waktu untuk kerumah sakit perjalanannya lumayan memakan waktu , Davin kau bantu aku membantu Sarra melahirkan hubungi segera rumah sakit untuk kemari membawa Alex dan Sarra nantinya''


Wira memberikan Davin intruksi


ahirnya dalam keadaan darurat dan terpaksa Wira membawa Sarra kembali ke salah satu kamar dengan Adam yang setia di sampingnya agar Sarra bisa lebih tenang dan bisa melahirkan dengan selamat dibantu Davin


Dokter bedah plastik itu mengambil beberapa alat yang tersedia didapur yang bisa ia pakai mulai dari menyiapkan air panas juga gunting yang tak lupa ia sterilkan terlebih dahulu


''Nona , ikuti apa yang aku katakan , kau pasti bisa melewati ini, tarik napas buang perlahan''


ucap Wira


''sakit... Mas ... ini sakit sekali, aku takut Mas... bayi kita selamatkan bayi kita... aaahh''


Sarra menangis dalam dekapan Adam yang menjadikan tubuhnya untuk Sarra bersandar di dadanya Adam membisikan kata-kata agar Sarra bisa kuat bertahan dengan mengelus perut Sarra


''berjuanglah sayang demi bayi kita, Mas disini bersamamu kita akan melewati ini bersama-sama Mas tak akan membiarkan kau kesakitan sendirian sayang ayo kita berjuang bersama-sama Mas sangat mencintaimu dan bayi kita''


bisik Adam di telinga Sarra , mendengar ucapan Adam , Sarra seperti mendapat kan tenaga untuk bisa bertahan melewati rasa sakitnya


Adam mendaratkan ciumannya dibibir Sarra tanpa memperdulikan keberadaan Wira dan Davin di ruangan itu


''eemmmhhh.... aahhh... Mas... sakit ''


Sarra kembali menjerit Adam dibuat tak berdaya saat Sarra mencengkram tangannya dengan kuat sampai kuku -kuku ditangan Sarra hampir menancap di tangan Adam


dengan ditutupi selimut Wira dan Davin membantu Sarra , sementara Alex hanya bisa berdo'a dengan luka peluru di tubuhnya


''aaaaaawwwhhhhh''


dan ahirnya bayi laki-laki Sarra pun lahir dengan selamat di tengah kondisi yang darurat itu bayi tampan dan juga mungil itu lahir dengan selamat dan sehat


Wira membersihkan bayi Sarra dan membalutnya dengan jas yang Adam gunakan karna tak ada kain untuk membalut sang bayi sultan itu Sarra ahirnya bisa bernapas lega Adam mengecup kening Sarra


''kau berhasil sayang, bayi kita lahir dengan selamat , terima kasih aku akan selalu mencintai dan menjaga kalian berdua I love you''


bisik Adam sang istri nampak mengangguk dan berbisik lirih dengan napas masih terengah-engah membalas ucapan cinta Adam


''I love you too''