
acara resepsi berahir pukul 10 malam Adam memutuskan untuk menginap di hotelnya sementara Prasetyo dan Sinta pamit untuk pulang bersama Rarra dan Vino
Alex juga pamit kembali ke mansion setelah memastikan keamaanan Adam dan Sarra pengawal tak pernah jauh dari Adam juga Sarra kemanapun dan dimana pun mereka akan bersiaga mengingat siapa Adam dan banyaknya musuh Adam
''Mas , apa ini ?
Sarra terkejut melihat suasana kamar hotel mereka yang telah di hias dengan indah nya dan beberapa bunga mawar merah memenuhi kamar dan tempat tidur
''kau suka ?''
Adam memeluk Sarra dari belakang dan menciumi pipinya Sarra mengusap tangan Adam di perutnya yang ramping satu tangannya mengelus wajah Adam di ceruknya
''aku suka, ini sangat indah , suamiku ternyata romantis juga ''
Sarra mengecup pipi Adam sekilas
''maaf hanya ini yang bisa kulakukan , kita belum bisa melakukan perjalanan bulan madu seperti pasangan pada umumnya , pekerjaanku membuatku sibuk dan waktu ku tersita di meja kerjaku''
tutur Adam dengan nada bicara pelan tersirat penyesalan untuk sang istri , ia meras belum sepenuhnya bisa membahagiakan sang istri, Sarra membalik tubuhnya agar berhadapan denga sang suami
''jangan minta maaf aku mengerti, dan aku juga tak ingin kemanapun aku sudah merasa bahagia dengan semua yang kau berikan mau dimanapun kapanpun aku senang dan bahagia asal bersamamu dan lagi pula kau bekerja untukku , untuk masa depan kita dan anak-anak kita nanti jangan terlalu di pikirkan''
ucap Sarra dengan tersenyum agar Adam tak terlalu merasa bersalah terhadapnya Adam memeluk Sarra dan mendekapnya erat ia merasa bahagia karna Sarra tak pernah menuntut apapun terhadapnya
''kau wanita yang berbeda sayang, itu sebabnya aku sangat mencintai mu , maafkan aku sebagai suami yang belum sepenuhnya bisa memberikan kebahagiaan selayaknya padamu, pernikahan kita dilakukan dengan tanpa kau tau, tanpa ada bulan madu atau pun...
''muachh''
Sarra membungkam mulut Adam dengan memberikan Adam ciuman di bibir nya sebelum pria itu menyelesaikan kata-katanya Sarra meremas kemeja Adam memperdalam ciuman bibirnya Adam menarik tengkuk Sarra dengan satu tangan dan satu tangannya memeluk pinggang Sarra
''jangan bicara lagi atau mengungkitnya atau aku akan marah , aku tidak peduli bagaimana cara kita menikah yang penting adalah kita sudah menikah dan sah secara agama dan juga negara jadi berhentilah untuk merasa bersalah padaku, aku bahagia bisa menjadi istrimu pangeran tampanku
''
Sarra mengedipkan sebelah matanya membuat Adam tersenyum pria itu menganngguk setuju dengan apa yang di katakan Sarra
''kau benar sayang, sekarang kita tinggal menikmati waktu dan kebersamaan kita ''
timpah Adam dengan mencium bibir Sarra kembali
''aku punya ide bagaimana kalau saat aku pergi keluar kota atau keluar negri kau ikut saja agar kita bisa berbulan madu juga nantinya''
tukas Adam
''emmhh.... ide yang cukup menarik baiklah Bigbos, aku setuju''
sahut Sarra dengan tertawa saat Adam menciumi lehernya
''aku tak bisa jauh darimu sayang, kau membuatku tergila-gila aku selalu merindukanmu bila kau jauh dariku''
ungkap Adam dengan tatapan sendunya Sarra menangkup wajah Adam ia melihat begitu besarnya cinta Adam untuknya dan hal itu terlihat jelas di matanya
Sarra memeluk erat Adam
dan Adam pun memeluk erat Sarra saling mengungkapkan perasaan satu sama lain dengan perasaan membuncah Adam kembali memagut bibir Sarra dengan rakusnya tanpa memberi jeda ia ******* dan mengabsen isi mulut sang istri
Sarra tak kalah dengan Adam ia membalas apa yang dilakukan Adam dibibirnya tak kalah panasnya Sarra membuka bibirnya dan membiarkan lidah mereka bertaut mengecap rasa dan nikmatnya bibir candu mereka masing-masing
Adam membuka retsleting gaun yang Sarra kenakan hingga jatuh begitu saja ke lantai menampilkan tubuh indah sang istri yang kini hanya mengenakan bra dan dalaman saja yang berwarna putih senada dengan kulit Sarra
Adam membopong tubuh Sarra menuju tempat tidur dengan mata saling memandang tanpa berkedip hanyut dalam tatapan masing-masing
dengan berhati-hati Adam meletakan tubuh Sarra di atas kelopak bunga mawar merah diatas sprei putih itu
Adam membuka kancing kemeja satu persatu dan melemparkanya entah kemana tangan Sarra menyentuh setiap otot perut Adam dengan tatapan yang mulai sendu dengan kedua tangannya Sarra menarik tubuh Adam ke pelukannya
Adam mencumbu bibir Sarra dengan berhasrat ia menjelajahi leher jenjang Sarra hingga meninggalkan beberapa jejak kepemilikan Sarra meremas rambut Adam ia mulai melenguh saat Adam memberikan sentuhan -sentuhan yang membuatnya merasa di cintai dan di inginkan oleh Adam
''emmhh.... Mas.... ahhh.... ahhh''
racau Sarra saat Adam meramaa dan memainkan kedua puncak gunung kembarnya setelah Adam melepas branya dan melemparnya entah kemana Sarra menekan kepala Adam agar lebih dalam lagi membuat Sarra semakin meracau
Adam bertumpu pada lutut dan kedua tangan nya mengungkung tubuh Sarra keduanya kini sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun Sarra menangkup wajah Adam yang mencumbunya dengan begitu lembut
perlahan namun pasti Adam memposisikan dirinya dan mulai merasuki tubuh Sarra yang berpegangan pada bahu Adam mulai mengeluarkan suara-suara yang membuat Adam semakin bersemangat terus memacu dirinya untuk mencari kepuasan
''ahhh.... ahhh.... sayaang.... ahhh... eemmmhh''
Sarra meracau tak karuan di bawah kungkungan Adam yang tersenyum puas pria itu mendaratkan ciumannya di bibir Sarra yang terlihat begitu seksi dimatanya
''lihat aku''
Adam menangkup wajah Sarra agar menatapnya Sarra melakukan hal yang Adam minta di tatapnya Adam dengan tatapan sendunya
''katakan kau mencintaiku, dan kau menginginkanku hanya aku... ''
titah Adam dengan mencium bibir Sarra
''aku mencintaimu suamiku... ahh.... a-aku hanya menginginkanmu ahhh....Mass.... emmhhh''
Sarra di buat meracau dan menjeritkan nama Adam
Adam bahagia dengan apa yang dikatakan Sarra ia semakin memacu dan menaikan tempo permainannya Sarra mengalaungkan kedua kakinya di punggung Adam dan melengkingkan tubuhnya bersamaan dengan Adam yang mengerang panjang
dengan napas terengah keduanya saling berpelukan dengan perasaan bahagia Adam mengecup kening Sarra
''terima kasih sayang, kau selalu membuatku puas I love you''
bisik Adam membuat Sarra merona
''I love you too''
Sarra menelusupkan wajahnya kedalam pelukan sang suami yang selalu membuatnya nyaman Adam mengelus punggung Sarra dan menciumi puncak kepala Sarra