My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Keegoisan Vino



Adam meninggalkan perkebunan dan rumah besar ia mempercayakan urusan di sana kepada Kakek Surya juga Mang Asep dibantu anak buahnya untuk mengelola perkebunan dan desa yang kini di ambil alih Kakek Surya sebagai kepala desa itu


Prasetyo sendiri kembali ke kota di antar oleh Alex dan anak buahnya



menjelang sore hari Prasetyo tiba di kediamannya disambut Sinta istrinya juga Rarra


Sinta di buat tertegun dengan kepulangan sang suami yang diantarkan Alex beserta anak buahnya dengan mengendarai mobil mewah


Rarra di buat tak percaya dengan apa yang ia lihat sosok Alex yang selalu ia lihat sering menghiasi majalah dan media bisnis kini tepat berada di hadapannya


''Tuan, saya permisi tugas saya mengantar anda sudah selesai, dan saya ingatkan anda dan keluarga untuk tidak lagi mengganggu atau menemui Nona Sarra anda tau kan apa yang akan anda tanggung akibatnya?''


tutur Alex dingin kata-kata Alex membuat Sinta bingung juga cemas dan ketakutan berbagai pikiran buruk kini memenuhi pikiran wanita paruh baya itu begitu juga Rarra ia menatap Alex dengan rasa penasaran sama halnya dengan sang Ibu


''kau tenanglah, aku mengerti jangan khawatir sampaikan pada Tuan muda, jagalah putriku dengan baik, dan sampaikan pada Sarra maafkan kesalahan orang tua yang tidak berguna ini''


ungkap Prasetyo


Alex membungkukan badan dan pamit dari hadapan Prasetyo meninggalkan kediaman Lim


Sinta begitu murka saat ia tau kalau Sarra di bawa paksa oleh Vino ia juga begitu marah saat tau kenyataan Rarra yang telah merusak hubungan Sarra dan Vino


Prasetyo hanya bisa duduk dengan memegangi dadanya yang kembali terasa sakit


''Ibu, tidak menyangka kau bisa setega itu pada kakakmu Sarra hanya karna rasa iri dan kebencianmu pada kakakmu tanpa alasan Ibu benar-benar kecewa dan malu dengan apa yang kau lakukan ''


Sinta dengan geramnya pada putrinya itu yang tertunduk dihadapannya


''Bu, maafkan Rarra Bu, tapi Rarra benar-benar mencintai Vino , Kak Sarra tidak pernah mencintai Vino dan Rarra yakin Vino juga mencintai Rarra ''


tukas Rarra dengan berurai air mata


''Ibu tidak tau harus berkata apa, yang jelas kau harus meminta maaf pada Kakakmu agar pernikahan ini bisa terjadi, kalau tidak keluarga kita akan hancur keluarga Vino akan dengan mudahnya menghancurkan perusahaan Ayahmu ''


timpah Sinta


''tapi Bu, bagaimana denganku Bu? pernikahan ini bisa di teruskan tapi bukan dengan Kak Sarra tapi dengan ku Bu ...


''Rarra''


Sinta membentak putrinya dengan amarahnya yang semakin tak terkendali melihat sikap keras putrinya itu


''Cukup''


Prasetyo berteriak memecah suasana antara Ibu dan anak yang semakin memanas


''tidak akan ada pernikahan antara Sarra dan Vino begitu juga dengan kau Rarra ''


bentak Prasetyo membuat Sinta dan Rarra membelalakan mata mereka dengan perkataan Prasetyo


''apa maksudmu Mas?''


tanya Sinta


''Sarra sudah menikah dengan pria lain''


''Laki-laki yang menikahi Sarra bukanlah lelaki biasa , dia akan membawa Sarra kembali dari tangan Vino pria brengsek itu berani membawa putriku dengan paksa di hadapan ku , aku Ayah yang tidak berguna ''


Prasetyo memegangi dadanya yang terasa sesak Sinta panik melihat kondisi suaminya itu Rarra mengambil obat dan juga air minum untuk sang Ayah


''Mas, ingat dengan kesehatanmu jangan terlalu emosi ''


cemas Sinta


Prasetyo memegangi dadanya segera ia meminum obatnya kembali di bantu Rarra


''Ayah, maafkan Rarra''


Prasetyo memeluk kedua wanita di hadapannya itu dengan penuh rasa penyesalan dan rasa bersalah pada Sarra yang kini entah dimana


sementara itu Vino membawa Sarra ke sebuah vila yang cukup jauh dari kota vila itu terletak di pinggiran kota jakarta dan berada di tepi pantai yang tak mudah untuk di ketahui siapapun vila itu sendiri adalah vila pribadi milik keluarga Bramantyo


''lepaskan aku Vino, kau keterlaluan kau tidak tau apa yang kau lakukan lepaskan aku ''


Sarra terus berteriak dan memaki Vino saat pria itu memasukan Sarra ke sebuah kamar di vila itu Vino tak bergeming sedikit pun dengan pukulan yang Sarra lakukan padanya


''aku akan melalukan apapun untuk membuatmu tetap di sisiku dan pernikahan ini akan terjadi kau suka atau tidak ''


teriak Vino


''kau sudah gila Vino, sampai kapan pun aku tak sudi untuk menikah dengan mu, kau pria brengsek kau bajingan ''


Sarra kembali memukuli dada Vino pria itu malah memgcengkram kedua tangan Sarra


''aku tak perduli kau menganggapku bajingan atau apapun yang jelas kau harus menjadi milikku Sarra Lim , camkan itu aku mencintai meski kau tak pernah mencintaiku walaupun dengan terpaksa kau akan tetap menjadi istriku akan ku buat kau mencintaiku dan hanya aku yang akan menjadi pemilik hati , jiwa dan ragamu Sarra''


bentak Vino


Sarra malah menatap tajam pria di hadapannya iti dan tersenyum sinis membuat Vino tertegun akan sikap Sarra yang berubah kasar jauh berbeda dengan wanita yang selama ini ia kenal


''kau tidak akan pernah berhasil Vino Bramantyo hatiku, jiwaku juga ragaku sudah menjadi milik seseorang dan kau tidak akan bisa menggantikan posisinya di hatiku ''


Sarra dengan tegas mengatakan sesuatu yang membuat Vino melepas cengkramannya ia melihat Sarra dengan terkejut ia dapat melihat sesuatu yang ia inginkan pada gadis itu telah hilang


''katakan siapa pria itu , siapa pria yang berani mendahuluiku kau tunanganku selama ini kau selalu menghindar untuk aku sentuh, tapi kau membiarkan pria lain untuk menyentuh dan menikmati tubuhmu apa kau sudah berubah menjadi wanita murahan hah?''


Vino geram dengan kenyataan yang harus ia terima Sarra hanya mengulas senyum di bibirnya dengan sikap arogan Vino


''kau selalu menilai diriku buruk Vin, sedikit pun kau tak pernah menghargaiku, awalnya aku menerima perjodohan ini dan berharap seiring berjalannya waktu aku bisa membuka hatiku untuk mencintaimu tapi ternyata tidak kau malah semakin membuatku membencimu dengan apa yang kau lakukan penghianatanmu, ke kasaranmu juga kata-katamu yang tak pernah membuatku nyaman bersamamu''


tutur Sarra dengan mata mulai berkaca-kaca ucapan Sarra membuat Vino berpikir ia dan menyadari sikap nya selama ini terhadap Sarra namun di balik itu semua ia begitu mencintai Sarra hanya saja caranya yang berbeda


''Sarra, aku haru bagaimana agar kau mau mengerti dan memaafkanku aku janji aku akan merubah sikap dan kebiasaan burukku untukmu aku sangat mencintaimu aku sangat tersiksa saat kau tak ada aku sangat merindukanmu ''


Sarra menatap Vino dengan tatapan penuh kemarahan


''sudah ku katakan kau sudah terlambat seseorang sudah mengisi hati dan jiwaku saat ini Vino aku suda menikah''


Sarra mengatakan kebenarannya Vino mundur beberapa langkah ke belakang saat ia mendengar pengakuan Sarra rasa sakit juga menyesal kini memenuhi hatinya