
Waktu menunjukan pukul 1 malam saat Sarra terbangun dari tidurnya karna merasa lapar ia mengelus perutnya yang membuncit diliriknya jam dinding di kamarnya ia mengheula napasnya karna lapar yang membuatnya terbangun di malam hari
''Mas... ''
Sarra mencoba membangunkan Adam yang terlelap di sampingnya Adam membuka matanya perlahan ia mengucek matanya dan mendapati Sarra yang terduduk disampingnya
''ada apa sayang? ''
Adam menangkup wajah Sarra yang mulai berkaca-kaca Adam di buat terkejut dengan hal itu
''sayang kau kenapa? apa kau sakit ?''
Adam mulai panik
Sarra menggelengkan kepalanya
''tidak Mas, aku tidak sakit emmhh... aku hanya lapar Mas aku ingin makan sesuatu''
ucap Sarra dengan tertunduk
Adam tersenyum dengan apa yang dikatakan Sarra ia mengecup kening Sarra dengan penuh kasih sayang
''baiklah ayo! Mas akan memasakan sesuatu untuk istri kesayangan Mas dan juga my boy''
Adam beranjak turun dari tempat tidur dan menyalakan lampu kamarnya Adam menarik tangan Sarra dengan bergandengan mereka keluar dari kamar dan memasuki lift menuju pantri di lantai bawah
Sarra duduk di meja pantri sementara Adam memasak dengan memakai apron membuat Sarra seakan tersihir karna ketampanan Adam
''sayang kau mau makan apa ?''
tanya Adam
''aku ingin makan nasi goreng seafood Mas, tapi yang pedas ''
Sarra dengan penuh semangat
''ok siap , Nona pesanan anda segera selesai''
canda Adam
Sarra tertawa bahagia dengan apa yang dikatakan Adam
dengan cekatan Adam menyiapkan bumbu juga memotong-motong udang dan sayuran sebagai pelengkap nasi goreng seafoodnya
Sarra memperhatikan Adam yang serius memasak dengan rasa bahagianya Sarra mendekati Adam dan memeluk tubuh Adam dari belakang
Adam mengelus tangan Sarra di pinggangnya
''sayang, Mas sedang memasak dulu''
tukas Adam dengan mengulas senyumnya saat Sarra manja padanya hal itulah yang Adam sukai dari Sarra
''teruskan saja memasaknya , biarkan aku memelukmu rasanya sangat nyaman dan hangat ''
tutur Sarra yang mengecup punggung Adam,
Adam mengangguk perlahan
''baiklah terserah kau saja sayang , asal kau bahagia''
Adam kembali melanjutkan memasaknya dengan Sarra yang memeluknya dari belakang
beberapa saat kemudian Adam pun selesai dengan memasak nya dan membawa Sarra untuk duduk di meja pantri Adam juga menyiapkan susu untuk Sarra
Sarra begitu lahap memakan nasi gorengnya di temani Adam
Adam begitu bahagia Sarra makan dengan lahap
''Mas, cobain ya, nasi goreng buatan Mas ini sangat lezat ''
Sarra menyodorkan satu suapan untuk Adam namun Adam menolaknya
''kau saja Mas tidak lapar , Mas sudah buat kopi ''
Adam dengan mengambil sendok dari tangan Sarra untuk menyuapinya ke mulut Sarra
Sarra menerima suapan Adam dengan senang hati Adam meneruskan menyuapi Sarra hingga nasi goreng buatannya habis tak bersisa dan memberikan Sarra minum juga susu ibu hamilnya
tanya Adam dengan menarik hidung Sarra dan mengacak-acak rambut sang istri karna gemas Sarra tersenyum sembari mengangguk
''iya aku sudah kenyang ''
''baiklah kita kembali ke kamar sudah hampir jam 2 pagi sebaiknya kita beristirahat tidak baik untukmu juga tidur terlalu larut ''
ajak Adam , Sarra menuruti perintah Adam dengan membawa gelas susunya kembali ke kamar mereka
Adam mengambil gelas susu dari tangan dan menaruhnya di meja nakas Adam melepas piyama atasnya karna ia terbias tidur tanpa menggunakan atasan hanya memakai celananya saja
Sarra pun menuruti keinginan Adam untuk terbiasa tanpa memakai bra dan memakai lingeri yang entah sudah berapa puluhan model yang Adam belikan untuknya
Adam membaring kan tubuhnya kembali di tempat tidur dengan menjadikan tangan sebagai bantalan kepalanya sendiri ia memperhatikan Sarra yang baru saja keluar dari kamar mandi dan membuka kimono tidurnya menyisakan lingeri berwarna hitam yang begitu pas ditubuh Sarra dengan perut buncitnya
Adam tersenyum simpul melihat Sarra yang begitu seksi di matanya itu Sarra meminum kembali susunya yang ditaruh di meja nakas hingga tandas Sarra mengelus perutnya
''my boy , kau sudah kenyang kan ? sekarang kita tidur , kasihan Daddy sudah bangun dan memasak untuk kita sehat terus ya sayang''
gumam Sarra sembari mengelus-elus perut buncitnya
Adam tersenyum mendengar apa yang dikatakan Sarra pada bayi mereka
Adam menarik tubuh Sarra agar masuk kedalam pelukannya
''Mas bahagia bisa melakukan sesuatu untuk kalian apa pun akan Mas lakukan demi kalian ''
ucap Adam dengan mengecup kening Sarra,yang menelusupkan wajahnya ke dada Adam dan memeluknya erat
tangan Sarra menjelajah kesana kemari di otot Adam juga Sarra menciumi leher Adam hingga menyisakan jejak kepemilikannya disana Adam melenguh dengan apa yang dilakukan Sarra padanya
''sayang... apa yang kau lakukan ahhhkk... jangan menggodaku ''
ucap Adam , Sarra malah tersenyum senang karna berhasil menggoda Adam dengan bertumpu pada tangannya ia bangkit dan duduk diatas perut Adam
''sekarang aku menginginkan suamiku ''
bisik Sarra dengan mengerlingkan matanya membuat Adam terkejut sekaligus senang dengan apa yang Sarra lakukan
''baiklah sayang, lakukan apa yang kau mau Mas milikmu ''
tutur Adam
Sarra mulai mencumbu Adam seperti yang Adam lakukan saat mencumbunya Sarra mencium bibir Adam dengan penuh hasrat ia juga turun keleher Adam mencium , ******* dan menyesap di sana membuat Adam meremas rambut Sarra yang jatuh di wajahnya
Sarra menciumi seluruh tubuh Adam tanpa terlewat satu inci pun membuat Adam terlena dengan setiap sentuhan Sarra apalagi saat Sarra membelai dan memainkan surga kenikmatannya di bawah sana dengan asyiknya seperti menikmati lolipop
''aahhhkkk.... sayang... kau membuatku tergila-gila ''
Adam yang sudah yang sudah tak bisa menahan dirinya lagi karna sentuhan-sentuhan Sarra menarik tubuh Sarra dan memposisikan dirinya dengan bertumpu pada lutut dan tangannya ia memasuki tubuh Sarra dengan perlahan
''emmhh... aahh.... Mas... aahhh''
racau Sarra saat Adam memacu dirinya dengan perlahan namun pasti membuat Sarra meracaukan namanya dibawah kungkungannya
Adam mengecup bibir Sarra yang terbuka membuat Sarra semakin terbuai dengan apa yang dilakukan sang suami
pagi menjelang saat Adam berhenti menikmati surga kenikmatannya bersama Sarra yang kini terkulai di sampingnya dengan napas terengah -engah keringat membasahi pelipisnya Adam mengecup kening Sarra
''I love you ''
''I love you too''
keduanya saling mengucapkan kata cinta yang semakin bergelora dari hari ke hari seakan tak pernah bosan untuk mereka mereguk madu cinta dan indahnya kebersamaan yang benar-benar mereka nikmati
pagi ini tak seperti pagi-pagi sebelumnya Sarra sudah terbangun dan berada dikamar mandi sejak bangun ia terus merasa mual dan muntah-muntah Adam yang tak mendapati Sarra di sampingnya di buat panik dengan suara Sarra dari kamar mandi ia beranjak dan mendapati Sarra tengah berjongkok di wastapel memuntahkan isi perutnya
Adam memegangi rambut Sarra dan mengelus -elus pundak lehernya
''Mas, keluarlah ini sangat menjijikan''
titah Sarra
''jangan bilang begitu kau seperti ini juga karna aku , biarkan Mas disini membantumu ''
tukas Adam dengan membasuh wajah Sarra dengan air bersih dan mengeringkan wajah Sarra dengan handuk kecil Sarra menatap Adam dengan perasaan haru juga bahagia yang tak bisa untuk ia lukiskan