My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Bertemu Davin



Adam mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit miliknya dengan di ikuti beberapa pengawal pribadinya kemanapun ia pergi


beberapa saat kemudian Adam pun sampai di rumah sakit miliknya dengan langkah cepat ia bergegas turun dari mobilnya untuk menemui Davin


semua petugas rumah sakit nampak menunduk memberikan hormat begitu tau sang pemilik datang Adam tak begitu memperdulikan semua orang ia fokus pada tujuannya untuk bertemu Davin


Adam memberikan perintah pada direktur rumah sakit yaitu Wira yang ia percaya untuk memegang rumah sakitnya agar memanggil Davin keruangan direktur


Davin yang tak tau apa maksuda Adam ingin bertemu dengan nya menuruti perintah Adam saat Wira memanggilnya ke ruangannya, Davin mengetuk pintu dan Adam menyuruhnya untuk masuk


Davin duduk dihadapan Adam yang duduk di sofa besar ruangan itu bersama Wira


Adam melirik Wira untuk meninggalkan mereka berdua namun Wira menolak


''jangan menyuruhku keluar aku mencemaskan kalian ''


tukas Wira


Adam mengheula napas kasar sementara Davin terlihat bingung dengan apa yang dikatakan Wira yang merasa cemas


''ada apa Tuan Muda? apa yang ingin kau bicarakan denganku ?''


tanya Davin


Adam menatap Davin dengan perasaan campur aduk


''apa kau memiliki perasaan pada istriku ?''


Adam to the point Davin menatap Adam dan Wira yang memberikan isyarat dengan memejamkan mata


''Bigbos sudah tau semuanya tentang Sherinda,begitu juga dengan Nona Sarra ia sudah tau''


ucap Wira


Davin terkejut dengan penuturan Wira ,Dokter muda itu melototi Wira


''ini semua pasti karna mulut embermu ya kan?''


Davin melemparkan pulpen dari saku bajunya ke arah Wira yang menangkap lemparan Davin


''aku yang meminta Wira menceritakan semuanya padaku ''


Adam menatap Davin


dua pria tampan itu kini duduk berhadapan dengan saling menatap tajam


''lalu apa lagi yang ingin ketahui Tuan Muda?'' jika Wira sudah menjelaskan semuanya apa kau takut aku akan merebut Nona Sarra darimu ? itu alasan mu datang menemuiku?''


Davin menatap Adam yang merasa terpojok dengan apa yang dikatakan Davin tak bisa dipungkiri kalau apa yang dikatakan Davin adalah benar


''aku hanya ingin memastikan semuanya agar tidak ada lagi keraguan dalam diriku , aku yakin dengan mu yang tak akan menghianatiku juga perasaan istriku untukku''


ucap Adam


''kau jangan mencemaskan perasaanku , rasa cintaku hanya untuk satu wanita yaitu Sherinda , mungkin benar aku sering terbawa perasaan saat melihat Nona Sarra, tapi aku sadar ia bukan Sherinda perasaan Nona Sarra hanya untukmu tak mungkin akan berpaling padaku ''


Davin dengan tulus


Adam merasa lega dengan apa yang Davin katakan keraguannya pun hilang begitu saja saat Davin mengatakan kebenarannya yang terlihat begitu tulus kejujuran terlihat jelas di mata Davin


''terima kasih, dan maaf jika aku bersikap egois''


''hey.... jika aku jadi kau aku juga akan bersikap sepertimu santai saja''


tutur Davin


Wira ahirnya bisa bernapas lega melihat Adam dan Davin bisa menyelesaikan masalah tanpa adu kekerasan awalnya ia begitu mencemaskan Davin karna tau sipat kejam Adam.


di sisi lain Sarra mendapatkan surat yang dikirimkan dari penjara dimana Merry di tahan Jenny yang memberikan suratnya kepada Sarra yang sedang bersantai di taman


Sarra membaca surat itu dimana Merry memintanya untuk bertemu, Sarra di buat gelisah setelah membaca surat itu


''Nona apa anda baik-baik saja?''


tanya Jenny cemas melihat Nonanya terlihat gelisah


''aku tidak apa-apa Jen, Merry memintaku mengunjunginya Jen?''


Sarra dengan bergumam


''sebaiknya anda tidak usah menanggapinya Nona , wanita itu sungguh licik ''


ucap Jenny


''kau benar Jen, oh ya aku ingin pergi ke kantorku untuk memeriksa beberapa laporan siapkan semuanya aku akan bersiap-siap sebentar''


Sarra memberikan perintah


''baik Nona''


Jenny pun beranjak meninggalkan Sarra yang juga beranjak untuk bersiap ke kantor miliknya ia lebih memilih untuk menyibukan diri daripada memikirkan surat-surat yang dikirimkan Merry yang sudah beberapa kali mengirimi Sarra surat


tanpa sepenetahuan Sarra, Jenny selalu melaporkan tentang surat itu kepada Alex


''bagus , beritahu aku apa saja yang terjadi pada Nona Sarra''


titah Alex pada Jenny saat Jenny menghubunginya Adam menatap Alex yang tengah berbicara dengan Jenny itu


''apa wanita itu mengirim surat lagi?''


tanya Adam


''benar Tuan Muda''


jawab Alex


''sebenarnya apa yang di rencanakan wanita sialan itu pada istriku ''


Adam menaruh pena di tangannya dan mengheula napas kasar Alex melihat Tuannya yang beberapa hari ini terus di terpa berbagai masalah dalam rumah tangganya itu Alex merasa kasihan


''masalah Merry biar saya yang selesaikan Tuan Muda tenang saja serahkan padaku ''


ucap Alex


''baiklah kau urus saja bagaimanapun caranya terserah padamu yang penting buat wanita itu jangan mengganggu Sarra lagi atau kalau perlu kau bunuh saja ''


Adam dengan mudahnya


Alex mengangguk dengan apa yang di perintahkan Adam dan segera beranjak meninggalkan ruangan Adam yang terlihat memejamkan mata di kursi kebesarannya dengan memijat keningnya yang terasa berdenyut akibat banyak yang ia pikirkan